Thursday, September 13, 2018

Trekking di kawasan “Puez Odle” Dolomiti, Italia.


Biasanya kami sekeluarga trekking di pegunungan Alpen perbatasan Italia – Swiss. Tapi untuk musim panas kali ini, kami ingin merasakan suasana alam di tempat yang lain. Kami pun sepakat untuk menjajal pegunungan Alpen timur di perbatasan Italia - Austria. Di sebuah tempat yang bernama “Parco Naturale Puez-Odle”, kawasan hutan lindung dengan gugusan pegunungan khas “Dolomiti”.

Taman natural ini memiliki luas sekitar 141.903 hektar, meliputi tiga wilayah: Trentino Alto Adige, Veneto dan Friuli Venezia Giulia dan lima provinsi: Trento, Bolzano, Belluno, Pordenone dan Udine juga beberapa kotamadya: Corvara, dataran tinggi Badia, San Martino Badia, Funes, Ortisei, Santa Cristina dan Selva di Val Gardena ( lembah Gardena). 

Dolomiti terlihat dari jauh.

Juga memiliki delapan belas puncak gunung dari: gugusan pegunungan Puez-Odle, pegunungan Plose-Putia, dataran tinggi Puez dan gunung Sassongher atau Dolomiti (tinggi 2.665 m). Ada juga dataran tinggi “L'alta via n. 2” atau disebut juga “ jalan legenda” , jalan yang di mulai dari daerah Bressanone sampai di Feltre pegunungan ini. 

Kawasan ini memang penuh dengan legenda sejarah pertikaian antara Italia, Jerman dan Austria. Sebuah kawasan yang subur dan kaya akan hasil bumi dari pertanian dan peternakan. Maka gak heran jika daerah ini selalu menjadi rebutan para penguasa sejak dahulu.

Sampai kini jejak- jejak mereka masih terasa dalam kehidupan masyarakat di kawasan ini. Papan – papan petunjuk jalan dan bahasa komunikasi diantara mereka masih mengunakan dua bahasa, bahasa Jerman dan bahasa Italia. Begitupun dengan perbedaan budaya yang ada, tapi mereka bisa hidup berdampingan. 

Sassongher atau Dolomiti.

Suku Rhaetian adalah penduduk asli daerah ini pada mulanya, kemudian ditaklukan oleh bangsa Romawi pada abad 15 SM. Sejak kejatuhan Imperial Romawi, kawasan ini beberapakali berganti penguasa dari: kerajaan Italia Odoacre, Bizantium, kerajaan Jerman, kerajaan Austria dan kembali lagi ke Italia setelah perang dunia pertama. 

Dari sudut pengetahuan alam, taman ini memiliki semua lapisan bebatuan khas Dolomiti, seperti pegunungan kapur, gletser dan pegunungan batu dalam berbagai bentuk. Pemandangan alamnya juga bervariasi: desa – desa yang unik, lembah yang hijau, padang rumput, danau, sungai dan hutan dengan berbagai jenis pohon di dalamnya.

Jalan tol A22 Milan- Brennero.

Jaringan Ekologi Eropa Natura 2000 juga berpusat di kawasan ini, sebuah kerjasama negara - negara di Eropa untuk melindungi habitat alami dan semi-alami spesies hewan dan tumbuhan. Karena faktor – faktor seperti yang disebutkan diatas tadi, sejak musim panas 2009 daerah ini masuk dalam perlindungan Warisan Dunia UNESCO. 

Parco naturale Puez-Odle menawarkan banyak sekali kegiatan menarik. Menyediakan bis – bis yang akan membawa kita menikmati desa – desa pertanian dan peternakan, kereta gantung yang membawa kita sampai ke salah satu puncak gunung, bersepeda gunung, trekking, di waktu – waktu tertentu kita juga bisa bermain ski dan kegiatan – kegiatan lainnya. 

Karena banyak yang bisa dilakukan di tempat ini, para turis yang datang, biasanya tidak cukup sehari berada di tempat ini. Maka hotel dan penginapan pun banyak bertebaran di kawasan ini dengan berbagai pilihan dan penawaran tentunya.

Untuk sampai di tempat ini dari kota Milan, kita bisa naik bis umum atau kereta api yang menuju kota Brennero atau Brenner ( bahasa Jerman). Jangan lupa kita harus turun di kota Bolzano. Dari kota inilah kita harus menentukan kegiatan apa yang ingin kita lakukan, sehingga kita bisa mengetahui transportasi apa yang harus kita naiki selanjutnya. 

Kota kecil Santa Magdalena.

Karena membawa kendaraan sendiri dari kota Milan, kami mengambil jalan tol A22 atau jalan tol Milan-Brennero. Menempuh perjalanan lebih dari 4 jam dengan jarak kurang lebih 302 km. Kendaraan kami pun keluar di pintu gerbang tol Bolzano utara, menuju kota kecil Santa Magdalena. 

Setelah memarkir kendaraan, kami mulai mempersiapkan segala keperluan dan perlengkapan trekking. Setelah semuanya siap, kami menunggu bis kecil yang akan membawa kami ke halte terakhir di kaki gunung terdekat. Melewati jalan yang sempit, menanjak dan berkelok-kelok, akhirnya kami pun sampai di tempat tujuan. Pendakian kami pun dimulai. 

Lebih dari 33 jalur pendakian ada di kawasan ini. Dari jalur yang paling berat sampai jalur yang paling ringan. Karena memiliki banyak waktu, kami sekeluarga memilih jalur sedang yaitu jalur pendakian Genova. Jalur ini sudah ada sejak tahun 1898, jalannya mendaki sampai ketinggian 2297 m, tapi nantinya kita bisa melihat pegunungan Dolomiti dari dekat. 

Salah satu jalur trekking.

Jalur Genova membutuhkan waktu sekitar 4 jam, namun pemandangan yang ditawarkan sangat indah dan bervariasi. Diawal pendakian, beberapa rumah khas penduduk dengan halamannya yang luas masih jelas terlihat. Ada juga sapi-sapi yang berkeliaran dengan bebas dengan bunyi khas klennang ...klonneng... karena kalung lonceng kecil  yang tergantung di lehernya. Kemudian ada juga hotel kecil dan restoran yang menawarkan menu khas daerah setempat.

Semakin jauh kami berjalan, suasana alam pun berganti. Supaya tidak licin, jalan setapak yang kami lewati, terbuat dari batu kapur yang tersusun rapi. Sambil memperhatikan pepohonan di sepanjang jalan, sesekali kami juga mendengar suara gemericik air yang keluar dari bebatuan. Airnya mengalir menuju sungai yang ada di sebelah kanan jalan. Saat lelah, kami berhenti sejenak mendengarkan deru suara air yang jatuh di air terjun. 

Asyik menikmati suasana sekitarnya, seringkali kami lupa menghitung berapa bukit dan lembah yang sudah kami lewati. Apalagi saat melihat padang rumput yang luas dan  hijau,  dengan sapi – sapi  yang ramah menyapa kami. Kami pun menyempatkan diri untuk duduk sejenak di kursi – kursi kayu yang banyak tersedia di kawasan ini. Memperhatikan dengan jelas, bagaimana tingkah laku para sapi yang dibiarkan hidup di alam bebas.


Sapi di Puez-Odle.

Cuaca hari itu memang tidak berpihak pada kami. Di tengah perjalanan tiba – tiba turun hujan dengan lebatnya dan berlanjut hujan es. Keadaan yang memaksa kami untuk berhenti di sebuah rumah singgah. Menikmati makan siang, memesan secangkir teh hangat dan kue khas daerah sini strudel apel. Setelah hujan berhenti, perjalanan kami pun berlanjut. 

Hujan membuat perjalanan kami menjadi lebih berat. Jalan yang harus dilalui menjadi licin dan becek. Banyak sungai yang meluap dan airnya meluber menutupi jalan. Hujan juga membuat suasana menjadi sepi. Biasanya kami berpapasan dengan pendaki yang lain dan saling menyapa. Hanya suara gemuruh air sungai yang setia menemani perjalanan pulang kami, sampai tiba di tempat penginapan.

Meskipun segala sesuatunya sudah kami persiapkan dengan baik, tetapi kuasa alam kadang tidak bisa diprediksi. Namun kami tidak menyesalinya malah menikmatinya. Merasakan titik – titik air hujan yang jatuh ke bumi, saat kita berada di atas gunung yang tinggi, sungguh suatu pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Sampai jumpa tahun depan Dolomiti, semoga kami bisa kembali lagi ke sini.  Arrivederci…

Trailer Dolomiti :




Saturday, September 8, 2018

Starbucks resmi buka gerai di kota Milan.

https://immagini.quotidiano.net/?url=http://p1014p.quotidiano.net:80/polopoly_fs/1.4149447.1536324243!/httpImage/image.JPG_gen/derivatives/gallery_800/image.JPG&h=495&pos=top&w=626&mode=clip

Setelah melalui perjalanan yang panjang, hari ini jum’at 7 september 2018 starbucks pertama di Italia dan terbesar di Eropa resmi dibuka untuk umum di kota Milan. Pesta pembukaannya sudah berlangsung sehari sebelumnya, dihadiri sekitar 500 tamu diantaranya para pengusaha, para pejabat kota Milan, teman dekat pemilik starbucks Howard Schultz dan para karyawan. Acara dimeriahkan dengan penampilan para penyanyi dan penari group “l’Accademia del Teatro alla Scala” Milan.

Starbucks Milan termasuk dalam urutan ketiga “Reserve Roastery “ group starbucks setelah kota Seattle dan kota Shanghai , rencananya akan menyusul dibuka juga di kota New York. Cafe ini letaknya tidak jauh dari Duomo Milan , tepatnya di Piazza Cordusio , menempati bangunan seluas 2.300 meter persegi, di sebuah gedung bekas kantor pos legendaris yang telah disulap menjadi bangunan megah dan elegan tanpa mengurangi bentuk aslinya.

Bagian tengah ruangan cafe ini didominasi oleh mesin pemanggang kopi “roaster“ spetakuler setinggi 7 meter, dengan perpaduan warna hijau , emas dan perunggu. Mesin kopi ini dibuat oleh perusahaan Italia Scolari Engineering , begitupun dengan material bangunan dan dekorasi ruangan yang digunakan, seperti marmer dan kayu juga semua dari Italia.


Peresmian starbucks Milan.

Bangunan yang dipakai starbucks Milan juga sudah didesign aman untuk pengunjung dan lingkungan sekitarnya. Begitu kita masuk ke ruangan utama cafe ini, harum kopi pun langsung terasa dan suara bising khas biji kopi yang masuk kedalam mesin pemanggang sangat jelas terdengar. Mesin pemanggang kopi memang sengaja dibiarkan terbuka , supaya pengunjung yang datang bisa melihat bagaimana proses gasifikasi kopi sampai siap di depan para barista.

Di dalam ruangan itu juga dipersiapkan banyak meja dan kursi untuk minum espresso, berbagai peralatan spesialisasi seperti siphon, cold brew dan lain-lain. Alunan musik menyambut pengunjung tetap ada begitupun Wi-Fi gratis. Kemudian 300 karyawan –karyawati terampil pun siap melayani para pengunjung. Mereka para pemuda yang sudah dilatih selama tiga bulan yang akan menawarkan 115 jenis minuman berbasis kopi dan kue -kue khas Italia. 

Di sudut lain ruangan, tersedia kue-kue, pizzette ( pizza berukuran kecil ), tiramisu dan berbagai roti panggang dari masterchief Italia Princi, yang sudah bekerja sama dengan starbucks sejak tahun 2016. Kemudian berbagai kue, roti dan kopi yang sudah dikemas untuk oleh-oleh juga tersedia di sana. Ada juga es krim berbagai macam rasa dan sorbet nitrogen cair hasil kerja sama dengan Alberto Marchetti, seorang spesialis pembuat es krim Italia.


http://www.ilsole24ore.com/images2010/Editrice/ILSOLE24ORE/ILSOLE24ORE/2018/09/06/Food24/ImmaginiWeb/Ritagli/02-Starbucks%20Reserve%20Roastery%20Milan_1-kRL--650x485@IlSole24Ore-Web.jpg?uuid=b64ac8d4-b12a-11e8-a8b5-877c3f276a97
Salah satu ruangan starbucks Milan.

Di lantai pertama bangunan ini, terdapat juga ruangan dengan panorama sempurna sebagai tempat untuk bersantai di sore hari atau l'aperitivo atau kegiatan klasik Spritz & Negroni setelah makan malam. Mereka akan menyajikan anggur - anggur terbaik Italia dari produsen-produsen kecil dan berbagai macam cocktail special dari Seattle namun rasa Italia.

Starbucks Milan juga bekerja sama dengan banyak perusahaan asing untuk mengemas campuran rasa kopi eksklusif, seperti : perusahaan agrikultur “Ethiopia Bitta” untuk aroma melati, jahe dan jeruk, dengan perusahaan Brasil “Ouro de Minas” untuk nuansa hazelnut, cokelat dan caramel dan nuansa-nuansa lainnya dari tempat yang jauh bahkan mungkin dari tradisi kuno.

Karena penggunaan gelas plastik di sini dilarang, jangan kecewa kalau kita tidak menemukan cangkir plastik berlogo ciri khas starbucks seperti di tempat lain. Seperti yang dijanjikan oleh pemiliknya, starbucks Milan masih tetap mempertahankan tradisi Italia, menggunakan cangkir keramik coklat gelap dengan tiga ukuran berbeda yang dicetak dengan bintang dan “R”.

Mungkin karena lokasinya berada di pusat keramaian kota Milan, harga setiap menu di cafe ini sedikit berbeda dari cafe – cafe Italia lainnya. Espresso seharga 1,80 euro, cappuccino 4,50 euro, cocktail antara 12 – 16 euro sedangkan untuk wine ( il vino ) berkisar antara 8 – 18 euro. Dan sekedar informasi , cafe ini buka setiap harinya dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam.


https://www.ilpost.it/wp-content/uploads/2018/09/starbucks-milano.jpg
Salah satu ruangan starbucks Milan.

Dalam sambutan di depan para tamu undangan, pemilik starbucks Howard Schultz menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Italia dan Milan. Sama seperti isi tema “il mio sogno si sta avverando”, mimpinya selama 30 tahun akhirnya bisa terwujud. Howard juga mengatakan jika Italia tentu tidak membutuhkan bar lain dan starbucks datang bukan untuk mengajarkan hal yang baru, hanya melengkapi apa yang sudah ada. Karena apa yang sudah dicapainya selama ini, Italia lah sumber inspirasinya.

Selama bertahun-tahun, tentang desas- desus starbucks akan buka gerai di Italia memang ramai diperbincangkan publik Italia. Ini salah satu alasan yang membuat Howard Schultz sedikit ragu untuk bisa masuk ke Italia. Tantangan terbesarnya adalah budaya Italia, patriotisme masyarakat Italia yang mendidih dalam secangkir espresso. 

Untuk kopi memang punya alasan berbeda, tidak seperti rantai Amerika lainnya seperti McDonald's dan Burger King , yang lebih mudah diterima karena bukan dari bagian sejarah kuliner Italia. Tapi bagi starbucks ini pekerjaan yang sangat sulit, bagaikan membangun dirinya di rumah mereka yang telah mengekspor konsep kopi di seluruh dunia.

https://www.gingergeneration.it/wp-content/uploads/2018/09/Starbucks-Milano-dolci-640x391.jpg
Berbagai kue dan roti.

Namun apa yang menjadi kekuatiran Howard akhirnya hilang, setelah melihat antusias masyarakat Italia hari ini, yang rela antri di depan gerai starbucks Milan. Sebenarnya ini bukan hal yang baru buat masyarakat di sini. Gerai kopi model Amerika, sejak lama sudah ada di beberapa kota Italia, seperti : Arnold Coffee di kota Milan dan Florence, Busters Coffee di Piemonte, Cup Cap’s Coffee di kota Naples, juga di kota Bologna dan Ferrara.

Ada sekitar 172.000 cafe di Italia, dan kehadiran strabucks di kota Milan memang menimbulkan banyak kekuatiran beberapa lembaga masyarakat di sini. Banyak orang yang berharap, merek Amerika ini menciptakan ruang yang berfokus pada klien yang lebih muda dan yang lebih mudah menerima tren, tapi banyak yang mengatakan kalau kehadiran starbucks Milan justru sebuah tantangan bagi cafe – cafe Italia lainnya, supaya kualitas dan pelayanannya bertambah lebih baik lagi.

Masyarakat di sini juga menyadari, kerjasama bisnis di zaman globalisasi seperti sekarang ini adalah hal yang biasa. Harus bisa memberi dan menerima, asal dilakukan dalam koridor hukum yang jelas. Karena biar bagaimanapun kehadiran investor sangat membantu ekonomi Italia dan menciptakan lapangan kerja baru buat masyarakat Italia.  Arrivederci ….


Trailer pembukaan starbucks di kota Milan:


Sumber : https://milano.corriere.it/foto-gallery/cronaca/18_settembre_05/starbucks-apre-nuova-roastery-piazza-cordusio-milano-f60dcaf2-b12f-11e8-998a-dc1d12ab0ca0.shtml

Sunday, September 2, 2018

Imigran di Italia dan Eropa (Menyampaikan pesan tersirat lewat peribahasa).

https://i0.wp.com/www.guidagiardino.com/wp-content/uploads/2014/10/melo.jpg?w=620

Pelajaran bahasa adalah pelajaran yang paling saya sukai sejak kecil. Baik bahasa Indonesia, bahasa daerah maupun bahasa asing. Meskipun nilai mata pelajaran ini tidak terlalu bagus, tetap kedua orang tua saya sangat bangga. Saya memang suka menulis atau mengarang, tapi lebih menyukai seni sastra, teristimewa tentang peribahasa. 

Bagi saya, peribahasa mengajarkan bagaimana hidup bijaksana , meskipun kadang penuh dengan sindiran tetapi banyak juga kata-kata yang membangun. Peribahasa juga mengajak kita berpikir akan makna yang tersirat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Peribahasa bagaikan suatu ikatan bahasa yang padat dan indah, itulah sebabnya peribahasa selalu diingat dan melekat di hati setiap orang termasuk di hati saya.

Peribahasa juga bersifat universal, semua bangsa di dunia pasti memilikinya. Sebuah peribahasa yang terbentuk dari budaya mereka sendiri, Italia pun memilikinya. Peribahasa juga menjadi salah satu alasan mengapa saya tetap semangat belajar bahasa Italia. Meskipun mengalami kesulitan dan sering kali ingin menyerah, tapi kalau materi yang dipelajari tentang peribahasa (proverbi), ungkapan (modo di dire) atau kata mutiara (aforismi), semangat belajar saya kembali muncul.


Suatu hari saya bertemu dengan tetangga sebelah rumah, seorang nenek berusia 79 tahun. Beliau sangat saya hormati dan saya anggap sebagai salah satu guru bahasa Italia saya. Setiap kali bertemu, kami bercerita topik apa saja, kadang kucing lewat di depan kami pun bisa menjadi bahan obrolan. Di usianya yang hampir berkepala 8, sorot matanya masih jelas dan ingatannya masih sempurna. 

Kali ini kami membicarakan tentang gelombang imigran yang akhir-akhir ini membanjiri Italia. Topik yang sangat sensitif dan serius, selalu menjadi pembicaraan yang hangat baik di surat kabar maupun televisi. Bahan gorengan yang renyah bagi para politikus negeri ini, apalagi jika dibumbui keju Parmigiana Reggiano, makin gurih dan laku di pasaran kampanye politik benua biru. 

Sayapun memulai pembicaraan dengan sebuah peribahasa,“ rumput tetangga tidak selalu kelihatan hijau”. Seandainya mereka yang datang mengenal peribahasa ini mungkin akan lain ceritanya. Lebih baik mati di laut daripada pulang kembali ke negeri sendiri, sungguh suatu prinsip yang keliru. Akan lebih baik hujan batu dinegeri sendiri daripada hujan emas di negara orang. Mangan ora mangan sing penting ngumpul.

Sebenarnya menjadi pendatang juga tidak salah, asal memegang prinsip seperti peribahasa, “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”. Datang karena diundang dan mengikuti semua aturan yang berlaku di negeri yang didatangi. Seperti sebuah kiasan antara tuan rumah dan tamu. Meskipun di undang, sikap dan tingkah laku tetap harus dijaga. Maka tuan rumahpun akan senang dan menjamu dengan bahagia.

Masalah imigran memang bagaikan buah simalakama buat Italia. Dimakan ibu yang mati , tidak dimakan bapak yang mati. Jika tuan rumah sibuk mengurus tamu tak diundang yang merepotkan, maka proteslah seisi rumah karena merasa tidak diperhatikan. Rumah menjadi tidak nyaman, penuh pertengkaran dan kesalahpahaman ujung-ujungnya perceraian.

Sebagai tuan rumah, Italia sebenarnya telah melakukan banyak hal. Selain kesabaran dan tenaga, pikiranpun sudah banyak dicurahkan. Kedua putri saya beberapa bulan lalu menjadi sukarelawan kegiatan sosial antar bangsa. Sebuah kegiatan yang membagikan satu paket sarapan pagi dan keperluan lainnya untuk para pendatang yang tidak punya rumah dan pekerjaan.



Setiap hari minggu , mereka bangun pagi , menyiapkan puluhan paket roti, teh dan kopi hangat. Menyusuri jalanan sekitar stasiun kereta api sentral Milan, di pagi hari yang dingin, sambil menarik tas dorong yang penuh makanan. Mendatangi mereka satu persatu dan menyapanya dengan ramah. Dibalik selimut yang hangat merekapun menjawab dengan senyuman, tapi banyak pula yang diam membisu tanpa kata. Seringkali ketulusan dan kasih yang mereka lakukan, dibalas dengan rasa takut dan curiga tanpa alasan.

Usaha dan upaya yang lebih besar telah dilakukan Pemerintah Italia. Dari tenaga , dana atau mungkin nyawa, memyelamatkan mereka yang jatuh ke laut karena kapalnya karam. Membawanya ketempat yang aman dan menyediakan tempat penampungan yang nyaman. Meskipun ini bukanlah jalan keluar yang terbaik dan selalu menjadi bahan perdebatan tanpa ujung.

Masalah tenaga kerja asing, pemerintah Italia mempunyai kebijakannya sendiri sejak lama. Di wilayah Italia selatan contohnya, dimana banyak perkebunan dan pertanian yang membutuhkan banyak pekerja asing. Peraturan-peraturannya sangat jelas dan mengikat, dan undang-undang negarapun melindunginya. Sedangkan untuk perjanjian suaka karena alasan perang atau konflik, ada peraturan lain yang ditandantangani bersama dengan negara-negara UE dalam perjanjian Dublin I dan II.


Jika ada perjanjian bersama, seharusnya Italia tidak sendiri menghadapi masalah ini, seperti peribahasa, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing“. Tetapi Nenek tetangga berpendapat lain. Menurutnya, negara-negara UE di luar sering menggunakan politik mercusuar kemanusiaan, tetapi di dalam menggunakan politik bulu ayam. Kemudian Nenek memperjelasnya dalam sebuah perumpamaan.

Suatu hari seorang Raja mengumpulkan rakyat yang dicintainya dan bertanya: “ Wahai rakyatku sekalian, apakah kalian mengasihiku? “
Rakyatnyapun menjawab: “iya Tuanku.“
Rajapun kembali bertanya: “apakah kalian semua mau berkorban untukku?“ 
Kembali rakyat menjawab: “iya Rajaku.” 
Raja melanjutkan perkataanya: “Sebenarnya saya sedang sakit parah dan saya membutuhkan satu buah jantung. Siapa diantara kalian yang mau memberikan jantungnya padaku?” 
Dan semuanya menjawab: “saya! saya! saya!” 
Baiklah,” kata sang Raja, “saya akan menjatuhkan bulu ayam ini, dimana dia jatuh, orang itulah yang akan saya ambil jantungnya.” 
Saat bulu ayam dijatuhkan, semua rakyatnya sibuk meniupnya supaya tidak jatuh diatas kepalanya. 

Diakhir obrolan kami, nenek mengambil sebuah koran dan menunjukkan kepada saya berita kriminal. Gerakan tangan dan raut wajahnya menunjukan rasa takut dan kekuatiran yang dalam. Saya juga mengerti tapi kehilangan kata-kata untuk membela diri karena kali ini saya tidak setuju dengan istilah, “sesama bis kota dilarang saling mendahului”. Akhirnya saya juga pamit diri sambil berkata, “maafkan kami Nek, membuat Nenek hidup dalam ketakutan di negeri sendiri. Tapi percayalah , masih banyak diantara kami yang mempunyai budi pekerti dan baik hati, yang tidak tahu diri, nanti juga kena karma sendiri.” Arrivederci...

Trailer  salah satu kota imigran  di Italia :





Festa della Republica ( Dirgahayu Republik Italia).


Sama seperti di negara-negara lain, hari kelahiran Republik Italia yang jatuh pada tanggal 2 juni dirayakan di semua kota di Italia. Sedangkan upacara resmi kenegaraan dilaksanakan di ibukota Roma, yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Italia Sergio Mattarella. Pengibaran bendera negara dan peletakan karangan bunga dilakukan di altar Patria di piazza Venezia Roma, sebagai tanda penghormatan kepada para prajurit yang tidak dikenal dan telah gugur untuk negara dan bangsa.


Acara dilanjutkan dengan atraksi "Frecce Tricolori" yang melintasi langit kota Roma dan diiringi dengan lagu kebangsaan Italia. Kemudian penampilan Parade militer di sepanjang komplek kekaisaran Romawi, yang melibatkan semua Angkatan Bersenjata baik darat, laut dan udara, Kepolisian, Korps Pemadam Kebakaran, Palang Merah Italia dan korps-korps lainnya. Sedangkan sore harinya di palazzo del Quirinale ditampilkan drum band dari korps-korps diatas tadi.

Pasukan berkuda.

72 tahun yang lalu di tanggal yang sama di Italia telah terjadi peristiwa bersejarah. Setelah mengalami beberapa kali perang berdarah dan hidup puluhan tahun dibawah rezim totaliter, hari itu rakyat Italia diberikan kesempatan mengekspresikan diri dalam referendum yang memutuskan sistem politik Italia dan memilih orang-orang yang akan mewakilinya di majelis konstitusi ( parlemen). Peristiwa ini juga menjadi pertama kalinya dalam sejarah Italia para wanita bisa menggunakan hak pilihnya.

Monarki atau Republik? Ini adalah pertanyaan yang diajukan ke seluruh rakyat Italia dalam referendum 2 Juni 1946 dan hasilnya 54,3% memilih bentuk pemerintahan republik dan mengakhiri bentuk monarki. Sempat terjadi kontroversi yang menimbulkan perselisihan dan hampir meletus kembali perang saudara. Tetapi pada akhirnya Raja Umberto II menerima putusan dan meninggalkan Italia bersama keluarganya dan menjadi awal pengasingan yang panjang untuk keluarga kerajaan Savoia.

Setelah itu Republik Italia mengangkat Enrico De Nicola sebagai presiden pertama, Alcide De Gasperi sebagai ketua parlemen pertama dan pada 1 Januari 1948 Undang-undang pemerintahan baru Republik Italia mulai berlaku. 

Frecce Tricolori

Dua tahun yang lalu saya sempat mengunjungi kota Turin dimana Istana Kerajaan Savoia ( Palazzo Reale Torino) berada. Masih jelas dalam ingatan saya , sebuah istana yang luas dan megah dengan taman yang indah di dalamnya. Istana ini berada tepat di jantung kota Turin tepatnya di Piazzeta Reale atau Piazza Castello. Tempat ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun kereta api sentral Turin atau naik bis umum yang banyak menuju kota Turin atau jika membawa kendaraan, tempat parkir juga banyak tersedia di kota ini.


Untuk bisa masuk gratis ke istana ini datanglah hari minggu pertama setiap bulannya, karena selain hari itu, kita harus membayar ticket masuk seharga 12 € per orang. Atau jika ingin puas berkeliling di kota ini, ada program Piemonte Card yang bisa memberikan kita akses masuk ke banyak museum di kota Turin plus tiket transportasi kota (bus, trem, metro) dengan harga yang lebih murah.

Palazzo Reale Torino

Rumah kediaman keluarga Kerajaan Savoia ini menggambarkan bagaimana para bangsawan hidup di zaman keemasan selama 3 abad. Bangunan Istana yang masih terawat dengan baik ini adalah istana kerajaan pertama raja-raja Italia. Saat pertama kali masuk ke dalam istana membuat mata saya terbelalak. 

Bangunan ini memiliki ratusan ruangan dengan langit-langit yang luar biasa indahnya. Selain ruangan-ruangan keluarga kerajaan, ada juga ruangan galeri seni Sabauda yang memamerkan berbagai lukisan dari abad ke-15 sampai abad ke-17, merupakan karya-karya seni Eropa dengan segala kemegahannya dan bernilai tinggi.



Ada juga ruangan perpustakaan kerajaan Savoia yang menyimpan lebih dari 200.000 buku, peta kuno, ukiran dan lukisan-lukisan keluarga kerajaan hasil karya pelukis terkenal Italia Leonardo da Vinci. Di lantai bawah bangunan ini ada museum barang antik yang memamerkan batu-batu nisan, patung-patung tokoh Romawi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kota-kota kuno di zaman Romawi.

Salah satu ruangan di Istana Savoia.

Dan yang paling menarik adalah museum peralatan perang kerajaan Savoia. Museum ini didirikan tahun 1832 oleh Carlo Alberto dengan nama awal "Royal Art Gallery". Awalnya hanya koleksi senjata yang dimiliki oleh keluarga Savoia yang berasal dari kota Turin dan Genoa tapi akhirnya ditambah juga koleksi senjata dari kota Milan dan Brescia. 

Apalagi sejak lahirnya Republik Italia tahun 1946, koleksi senjata di Museum ini semakin bertambah . Lebih dari 5000 benda mulai dari zaman prasejarah hingga awal abad ke-20 di pamerkan di museum ini seperti : baju-baju besi lengkap dengan senjatanya, berbagai macam koin mata uang dan koleksi-koleksi antik lainnya.

Karena keindahan dan kemegahannya juga berbagai sumber sejarah yang ada didalannya, Palazzo Reale Torino disamping sebagai simbol kota Turin, sejak tahun 1997 masuk dalam situs warisan dunia UNESCO.


Salah satu ruangan di museum senjata.


Dalam satu program televisi di Italia yang pernah saya tonton berjudul “La storia siamo noi “ diceritakan kisah kehidupan raja Umberto II sebagai raja terakhir kerajaan Savoia. Setelah penantian yang panjang dan pengharapan bisa menghabiskan hari-hari terakhir di tanah airnya terasa sia-sia.

Raja Umberto II meninggal pada tanggal 18 maret 1983 di Jenewa di tempat pengasingan di usia 76 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir tanpa didampingi istrinya Maria Josè, hanya didampingi orang-orang yang setia dan yang selalu membantunya. Dikenal luas dengan sebutan “il Re di maggio”, ia adalah letnan pertama kerajaan yang naik tahta menggantikan ayahnya sebulan sebelum referendum. Sedih juga rasanya mendengar kisah akhir kehidupan sang Raja.

Seandainya kantung waktunya doraemon membawa saya ke tanggal 2 juni 1946 di Italia, saya juga akan melakukan hal yang sama seperti rakyat Italia yang memilih republik dibanding monarki. Karena saya ingin hidup di sebuah negara yang setiap warga negara dari latar belakang apapun bisa bercita-cita menjadi seorang pemimpin negara asalkan amanah, mencintai negara dan rakyatnya.

Saya juga bisa memilih wakil saya di parlemen, para wakil rakyat yang jujur, yang tulus bekerja untuk rakyat dan tidak korupsi uang dari rakyat yang diwakilinya. Dan saya juga turut bahagia jika keluarga saya atau teman-teman saya memiliki rumah dan kekayaan seperti keluarga Savoia, apalagi jika mereka setia membayar pajak kekayaannya kepada negara untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Arrivederci….

Trailer upacara "Festa della Republica" di ibukota Roma : 

Sumber : 
http://www.rainews.it/dl/rainews/articoli/parata-inclusiva-festa-repubblica-fori-imperiali.html 

Konser musik klasik Filarmonica della Scala.



Ini pengalaman kami tanggal 10 Juni yang lalu, ketika  menyaksikan pagelaran musik klasik  di Piazza Duomo Milan. Acara bertema “ Concerto per Milano” (Konser untuk Milan) yang dimulai  pukul 21.30, benar - benar memanjakan para penggemar musik klasik. Sebuah  simfoni gratis tahunan dari Filarmonica della Scala yang mengubah jantung kota Milan menjadi gedung konser terbuka atau “Open Air"

Acara yang bertajuk sebuah hadiah diawal musim panas ini, didukung oleh pemerintah kota Milan sebagai tuan rumah juga disponsori oleh bank UniCredit, asuransi Allianz dan super market besar Italia “Esselunga”. Sebuah kesempatan emas bagi warga kota atau para turis yang sedang berkunjung di kota ini. Penampilan memukau Filarmonica della Scala di bawah gemerlapnya bintang-bintang di langit kota Milan. 

https://immagini.quotidiano.net/?url=http://p1014p.quotidiano.net:80/polopoly_fs/1.3971200.1528668122!/httpImage/image.JPG_gen/derivatives/gallery_800/image.JPG&h=495&pos=top&w=626&mode=clip
Piazza Duomo Milan.

Iklan besar-besaran konser ini sudah terlihat beberapa minggu sebelumnya, bahkan Trenord ( salah satu perusahaan kereta api di Italia ) menyiapkan tiket Trenord Day Pass khusus untuk acara ini seharga € 13. Dengan tiket ini memungkinkan kita bisa mencapai kota Milan dengan kereta api dari semua stasiun yang masih termasuk dalam area tarif yang berlaku untuk kereta api regional.

Panggung sepanjang 16 meter yang mampu menampung hampir 100 instrumentalis juga telah disiapkan, dilengkapi dengan tujuh layar LED dengan sistem audio berkualitas tinggi membuat semakin sempurnalah penampilan mereka.

Acara ini dibuka oleh wali kota Milan Giuseppe Sala, orkestra dipimpin Riccardo Chailly dan seorang pianis terkenal Rusia bernama Denis Matsuev yang didaulat sebagai bintang tamu tahun ini. 

Wali kota Milan memberikan sambutan.

Siapakah Filarmonica della Scala itu ? ini adalah sebuah organisasi yang menyatukan para musisi orkestra di gedung opera legendaris kota Milan (la Scala di Milano). Mereka melakukan berbagai konser sejak tahun 1982 di gedung opera la Scala, di kota-kota lain di Italia juga diperbagai kota di luar negeri. Organisasi ini juga banyak berpartisipasi menyokong dana berbagai organisasi sosial non profit di seluruh Italia seperti membangun rumah-rumah jompo, sekolah untuk kaum tidak mampu, membiayai berbagai penelitian dan lain-lain.

Saat ini organisasi ini dipimpin oleh Riccardo Chailly yang menjadi kondutor utama di konser musik klasik tahun ini. Pria kelahiran Milan ini memang sepanjang hidupnya berkecimpung dengan musik klasik, kegiatannya penuh dengan agenda tur nasional dan International juga berbagai rekaman musik klasik.

Konduktor Riccardo Chailly.

Sedangkan untuk bintang tamu tahun ini Denis Matsuev juga dikenal luas di penikmat musik klasik salah satunya adalah presiden Rusia Vladimir Putin. Pria kelahiran 11 juni 1975 ini memang sudah memiliki bakat bermain piano sejak usia 3 tahun. Dia memiliki darah seni dari kedua orangtuanya, ibunya seorang guru piano dan ayahnya seorang pianis dan komposer.

Di Rusia karir musiknya begitu cemerlang berbagai penghargaan berhasil diraihnya. Meskipun ingin mendedikasikan sepanjang hidupnya untuk musik tapi ada kebanggaan yang lain didalam hatinya yaitu kebanggaan pada tim sepak bola nasional Rusia “ Spartak Moscow” sejak dia kecil dan sampai sekarang dia masih tercatat sebagai pemain amatir tim nasional ini. 

Oleh karena kecintaannya pada olah raga di Olimpiade Musim Dingin 2014, Denis Matsuev mendapat tugas menjadi pembawa obor baik di upacara pembukaan maupun penutupan olimpiade. Pada April 2014 UNESCO menunjuk Denis Matsuev sebagai Duta Besar Kehormatan UNESCO dan jika masih penasaran bagaimana seorang pianis terkenal Rusia berada di arena olah raga, tunggu penampilannya sebagai Duta Besar Piala Dunia FIFA 2018.


Denis Matsuev.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, konser musik klasik di Duomo Milan selalu dihadiri banyak orang diperkirakan 30.000 orang hadir di malam kemarin. Karena jumlah kursi yang terbatas banyak penonton yang berdiri atau duduk di lantai sambil menikmati alunan musik dari kejauhan. Beruntung cuaca malam itu sangat cerah meskipun sedikit berangin sehingga pengorbanan untuk sampai ditempat ini tidak sia-sia. 

Sejak minggu siang pengontrolan di kawasan Duomo sekitarnya mulai diperketat. Untuk tindakan keamanan, semua yang hadir di konser harus diperiksa oleh polisi sebelum memasuki Piazza Duomo. Berbagai larangan juga mulai diberlakukan salah satunya adalah larangan membawa ransel.

Tapi bagi yang tidak bisa hadir di tempat ini, konser ini juga disiarkan langsung oleh televisi nasional Italia Rai 5, di portal web RaiPlay dan di Radio3. Dengan kolaborasi RaiCom, acara ini bahkan disiarkan langsung oleh Arte di Perancis dan di negara-negara yang berbahasa Prancis. Kemudian disiarkan juga di Yunani, Korea, Slovenia, Hongaria, Jepang dan Cina meskipun awalnya sempat ditangguhkan penayangannya. Arrivederci…

Trailer Filarmonica della Scala :



Sumber https://www.ilgiorno.it/milano/cultura/concerto-duomo-1.3970193

Buah-buah khas yang dilindungi di Italia.



Seperti negara-negara Eropa lainnya, agrikultur adalah salah satu sektor yang mendukung perekonomian Italia. Dari letak geografisnya, Italia memiliki area pertanian yang membentang dari wilayah Piedmont di utara sampai dengan pulau Sisilia dan pulau Calabria di selatan. Hasil agrikultur yang beraneka ragam ini di lindungi oleh dua lembaga yang melindungi keasliannya: DOP (Denominazione di Origine Protettadan yang menjamin kualitasnya:  IGP ( Indicazione Geografica Protetta ). Salah satu yang dilindungi dan dipatenkan oleh lembaga-lembaga ini adalah buah-buahan khas Italia.



Beberapa wilayah di Italia memang memiliki buah-buahan yang khas di dunia. Sebut saja kacang chesnut ( le castange dalam bahasa Italia ) yang paling gurih berasal dari gunung Amiata di wilayah Toscana. Buah ini termasuk buah musim gugur, sangat enak dinikmati selagi panas, bisa dipanggang dalam penggorengan tanpa minyak, di oven atau direbus. Tapi lebih enak lagi kalau diolah menjadi kue istimewa di musim dingin “castagnaccio” yang biasa disajikan sebagai makanan penutup.

Kacang hazelnut ( le nocciole ) Giffoni , ini berasal dari gunung Piacenza di wilayah Emilia Romagna. Kacang ini memiliki rasa yang sangat kuat dan gurih, biasa digunakan sebagai campuran selai coklat dan bahan dasar untuk membuat kue-kue manis. Salah satu perusahaan Italia yang memproduksi selai coklat kacang hazelnut ini bahkan sudah terkenal ke seluruh dunia.

http://www.leitv.it/wp-content/uploads/fly-images/7849/castagnaccio-990x470-c.jpg
Kue “castagnaccio”

Jeruk lemon adalah salah satu jenis jeruk yang sangat disukai masyarakat disini. Ada dua jenis lemon yang dilindungi dari wilayah Campania yaitu : jenis Amalfi dan jenis Sorrento. Jenis Amalfi memiliki kulit yang terang, berair banyak, enak rasanya juga tanpa biji. Biasanya digunakan untuk menambah aroma di berbagai macam olahan makanan dan minuman. Sedangkan jenis Sorrento memiliki kulit penuh kandungan minyak yang sangat diperlukan untuk bahan dasar produk-produk kecantikan dan perawatan kulit. Kedua jenis lemon ini bisa juga dijadikan sebagai bahan utama minuman yang bernama “limoncello” yang sudah dipatenkan menjadi minuman khas daerah ini. 

http://www.misya.info/wp-content/uploads/2009/07/limoncello-2.jpg
“limoncello”.

Meskipun buah persik (la pesca) memiliki banyak jenis, tapi buah persik dari wilayah Emilia Romagna sangatlah berbeda. Buah ini memiliki daging yang sangat tebal dan biji yang mudah terlepas. Bisa dimakan langsung sebagai buah pencuci mulut, bisa juga untuk campuran salad buah dan es krim rasa buah persik. 

Di Italia selatan khususnya di pulau Sisilia dan Calabria adalah daerah-daerah yang kaya dengan berbagai jenis jeruk. Jeruk klementin berasal dari pulau Calabria, jeruk ini bisa langsung dimakan karena sangat manis rasanya. 

Ada juga jeruk yang memiliki kandungan air yang banyak dan enak rasanya, biasanya jeruk ini cocok untuk  dibuat jus jeruk. Dan jenis jeruk itu adalah : tarocco, moro dan sanguinello. Ketiga jenis jeruk ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama : kulitnya rata-rata berwarna oranye atau kuning kemerahan , warna daging dalamnya berwarna merah atau ungu dan rasa manis asamnya yang seimbang. Semuanya  berasal dari pulau Sisilia hanya daerah asalnya aja yang berbeda. 


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTc4a8mUzOyO8rk0lM0looqPzNJdTGV1v3oxG031Gpvd6P0ZiEF1QJeruk dari pulau Sisilia.

Pulau Sisilia juga terkenal sebagai daerah penghasil buah anggur, baik anggur untuk dimakan langsung maupun untuk bahan dasar minuman beralkohol “Vino” (wine). Pulau ini memang terkenal akan produksi vino dengan kualitas yang luar biasa. Disamping itu iklim mediterania juga salah satu faktor yang membuat wilayah ini sangat baik untuk budidaya anggurHasil dari budaya kuno yang diperkirakan dimulai sejak abad ke-8.

https://www.newsfood.com/wp-content/uploads/2015/01/Prima-colazione1-500x332.jpg
Menu umum sarapan pagi di Italia.

Jadi selain secangkir cappuccino, jus jeruk pun selalu tersaji di menu sarapan pagi keluarga-keluarga di sini, menemani roti gandum berlapis selai buah atau sepotong cornetto (croissant). Pemerintah Italia memang selalu menghimbau warganya untuk mengkomsumsi buah-buahan musiman, hasil pertanian negara sendiri. Selain kualitasnya terjamin, sikap ini sangat menguntungkan petani setempat dan membantu perputaran ekonomi nasional. Sebuah himbauan yang bijak dan patut untuk ditiru.

Saya jadi ingat kenangan masa kecil, saat kami sekeluarga mengunjungi nenek di sebuah desa di kaki gunung Gede Pangrango. Menikmati sepiring kecil sale pisang khas Cianjur yang legit dan segelas teh hangat di teras rumah nenek yang asri. Artikel ini juga mengingatkan saya akan seorang sahabat yang selalu membawakan saya oleh-oleh kalua jeruk khas Ciwidey dan kerupuk susu khas Pangalengan. Artikel yang membuat kangen buah-buahan tropis kesukaan saya : mangga Indramayu, duku Palembang, markisa Medan, salak Pondoh, rambutan Bogor, semoga semuanya tetap terjamin kualitasnya dan tetap terjaga keasliannya. Arrivederci…. 


Trailer  “Arancia Rossa di Sicilia IGP”:



Sumber :
Buku  : AFFRESCO ITALIANO 
             Maurizio Trifone, Antonella Filippone, Andreina Sgaglione.













More articles

Holocaust Memorial Milan.

Other posts