Monday, January 28, 2019

Kastil "The Little Mermaid" di kota Montreux, Swiss.


Jika Anda penggemar kartun Disney dan sedang berada di Swiss, sempatkanlah mengunjungi Castle of Chillon di kota Montreux. Kastil yang menginspirasi desainer Disney untuk membuat istana Pangeran Erik dalam film kartun "The Little Mermaid". Kastil bersejarah yang paling banyak dikunjungi di negara ini.

Kastil Chillon dikenal juga dengan sebutan kastil air. Berdiri dengan megah di sebuah pulau berbatu di ujung timur danau Jenewa. Mulai dibangun sekitar tahun 1000, di titik strategis perbatasan utara dan selatan Eropa. Dengan latar belakang pemandangan alam yang luar biasa indahnya, karena berada diantara danau Jenewa, sungai Rhone, pegunungan Alpen dan kota Montreux. 

Pada tahun 1150, kastil berhasil dikuasai oleh kerajaan Savoy dan sejak tahun 1200, kastil dijadikan rumah kediaman keluarga Kerajaan. Di bawah perintah Pangeran Tommaso I Savoy (1189-1233), kastil Chillon direnovasi dan diperluas di bagian lantai dasar bangunan.

Castle of Chillon.

Tahun 1536, ketika dikuasai kerajaan Bernese, kastil Chillon berubah fungsi menjadi benteng pertahanan, gudang senjata dan penjara. Setelah dimiliki penguasa Vaud tahun 1803, sedikit demi sedikit kastil direstrukturisasi. Proyek ini berhasil menyatukan bayangan masa lalu dan cahaya masa depan kastil dengan mengubahnya menjadi museum dan objek wisata, namun perannya sebagai penjara tetap dipertahankan.

Kini, kastil Chillon menawarkan berbagai kegiatan sepanjang tahunnya, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Menyediakan tur pemandu, mengadakan berbagai pameran dan lokakarya, acara – acara pribadi seperti pesta ulang tahun dan lain – lain.

Kastil dibuka untuk umum setiap harinya, kecuali tanggal 1 Januari ( Tahun baru) dan 25 Desember (Natal). Selama musim dingin (November – Februari ) buka dari jam 10.00 – 17.00. Untuk bulan Maret dan Oktober, kastil buka dari jam 9.30 – 18.00. Musim panas, kastil Chillon buka lebih panjang, mulai dari jam 9.00 – 19.00. 

Ruangan bawah tanah kastil Chillon.

Tempat ini mudah dicapai, karena kereta api atau bis umum dari kota – kota besar Swiss, banyak yang menuju kota Montreux. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari perbatasan Italia – Swiss, diperlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kendaraan melewati Gran San Bernardo, terowongan sepanjang 5.798 m yang menghubungkan lembah Aosta - Italia dan wilayah Valais - Swiss.

Sampai di tempat tujuan, parkir kendaraan di area parkir yang tidak jauh dari kastil. Kemudian berjalan melewati jembatan kayu dan menuju pintu gerbang utama. Namun sebelum membeli tiket masuk, sempatkan berjalan – jalan di sebuah taman yang indah di sekitar kastil atau menikmati pemandangan alam di sekitar danau.

Begitu masuk kastil, kita akan langsung diarahkan pemandu ke ruangan bawah tanah. Lorong panjang yang digunakan sebagai penjara kuno sejak tahun 1290. Di tempat ini banyak para sandera dan tahanan kehilangan harapan dan mati kedinginan. Jejak – jejak itu masih terlihat jelas, saat kita melewatinya. Cahaya terang yang masuk hanya dari jendela kecil dan rantai – rantai itu masih terikat kuat pada tiang – tiang yang kokoh. 

Koleksi senjata kerajaan Savoy.

Suasana pilu dan sendu berubah seketika, saat kita memasuki rumah kediaman bangsawan Chillon. Membayangkan kehidupan mereka saat itu, sambil memasuki ruangan itu satu per satu. Ada ruang makan Castellano, kamar tidur Bernese, ruang Pietro II Savoy, aula Nova dei Savoia dan kapel St. George tempat keluarga kerajaan berdoa. Sepanjang dinding terlihat lambang - lambang kerajaan Savoy. Lambang bermotif chevron merah dengan latar belakang putih yang dilukis oleh Ernest Correvon. 

Dibeberapa titik di kastil ini memiliki panorama yang indah untuk dinikmati dan diabadikan. Terlihat ada pintu gerbang kecil untuk bongkar muat barang atau pintu untuk melarikan diri melalui danau. Pintu pelarian ini pernah digunakan pada tahun 1536, ketika kastil ditaklukkan orang-orang Bernese. 

L’aula magna del castello adalah ruangan tempat keluarga Savoy menerima tamu. Ruangan berlantai marmer hitam dengan jendela besar yang langsung menghadap danau Jenewa. Beberapa menara juga bisa kita kunjungi, diantaranya: menara pertahanan, termasuk ruangan koleksi senjata dan menara yang digunakan sebagai ruangan parlemen kerajaan Savoy.

Salah satu sudut kota Montreux.

Sebenarnya puisi yang berjudul “The Prisoner of Chillon” adalah salah satu alasan, mengapa kastil Chillon terkenal di Eropa dan dunia. Puisi 392 baris yang ditulis dalam bentuk novel oleh sastrawan Inggris, Lord Byron pada tahun 1816. Puisi dengan dasar sejarah yang akurat, menginspirasi Byron juga untuk membuat operet terkenal "Byroniano". Mengisahkan penderitaan seorang biarawan Genevois, François Bonivard yang dipenjara di kastil Chillon dari tahun 1532 sampai tahun 1536.

Beberapa baris puisi itu…..

Lake Leman lies by Chillon’s walls:
A thousand feet in depth below
Its massy waters meet and flow;

Thus much the fathom-line was sent
From Chillon’s snow-white battlement,
Which round about the wave enthrals:

A double dungeon wall and wave
Have made – and like a living grave
Below the surface of the lake

The dark vault lies wherein we lay .
…..

Sejak saat itu atau sekitar akhir tahun 1800-an, kawasan ini menjadi tempat tinggal favorit para bangsawan Eropa, terutama bangsawan Inggris. Banyak diantara mereka tertarik dan terpesona oleh novel Lord Byron, selain dari itu, Montreux memang kota yang sangat menawan dan romantis. 

Kota yang bisa membuat orang langsung jatuh hati, saat pertama kali mengunjunginya. Kota yang tenang, bersih dan tertata dengan rapi. Bangunan –bangunan kuno dan modern berdiri berdampingan, semakin indah dengan keberadaan rumah – rumah asli bergaya Art Nouveau

Danau Jenewa.

Riak danau Jenewa dan salju yang menutupi pegunungan Alpen menambah suasana kota Montreux semakin damai. Maka gak heran, kalau kota ini menjadi dambaan banyak orang di seluruh dunia untuk mengisi hari libur mereka. 

Berjalan santai sepanjang tepi danau, saat matahari mulai meninggi di musim semi. Memandang dari kejauhan kebun – kebun anggur yang ditanam bertingkat, dari puncak yang curam menuju ke arah danau.

Sesekali duduk di taman di bawah pohon pinus atau pohon palem sambil melihat bunga – bunga aiuole bermekaran. Saat tak satupun perahu melintas di danau yang tenang, pertanda angsa, burung camar, bebek dan ikan - ikan menjadi tuan rumah, yang akan menerima kita dengan ramah. Arrivederci…

Trailer Castle of Chillon:


Sumber:
http://www.vperviaggiare.it/visitare-castello-di-chillon/

Wednesday, January 9, 2019

Istana kerajaan Savoy di kota Turin.


Perayaan “Festa della Republica Italiana” (Ulang tahun Republik Italia) tanggal 2 Juni 2018 yang  menginspirasi saya menulis artikel ini. Peringatan yang dirayakan di semua kota Italia sebagai hari lahirnya Republik Italia. Hasil dari referendum 72 tahun silam, saat mereka diberikan kesempatan untuk memilih sistem pemerintahan. Hasilnya 54,3% pemilih ingin mengakhiri sistem monarki dan berubah menjadi republik.

Sistem monarki berlaku sejak kerajaan Italia berdiri tanggal 17 Maret 1861. Bersamaan dengan itu, kota Turin juga dinobatkan sebagai ibukota kerajaan. Sebelumnya, tanggal 26 Oktober 1860 di kota Tieno Caserta, Italia resmi dipersatukan. Keputusan yang diambil setelah pertemuan antara Raja Vittorio Emanuele II dan Giuseppe Garibaldi.

Il Palazzo Reale Torino.

Sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi tahun 476 M, sebenarnya Italia sudah menjadi sebuah negara, namun belum bersatu. Dari  utara sampai selatan, Italia masih terbagi dari kerajaan - kerajaan kecil. Di wilayah utara, ada il regno Lombardo-Veneto (kerajaan Lombardy-Veneto Raya) dan il Regno di Piedmont (kerajaan Piedmont) yang diperintah oleh raja Vittorio Emanuele I.

Di wilayah selatan, ada il Regno di Sardegna (kerajaan Sardegna) dan il Regno delle Due Sicilie yang dipimpin oleh dinasti Bourbon. Wilayah Italia tengah diperintah oleh Paus. Di wilayah Tuscany dipimpin oleh beberapa adipati, seperti adipati Modena, Massa, Carrara, Lucca dan Parma.

Dalam proses penyatuan Italia, jalan yang harus dilalui juga tidak mudah. Perang dan pertumpahan darah beberapakali terjadi. Dimulai di daerah – daerah yang dikendalikan oleh kekaisaran Austria, kemudian berubah menjadi perang nyata dalam melawan penjajah asing. Diantaranya, perang yang dipimpin raja Sardinia Carlo Alberto Savoia tahun 1848 dan 1859. Namun pertempuran “la spedizione dei Mille” tahun 1860 adalah dasar dari pembentukan Italia bersatu. 

Kerajaan – kerajaan  sebelum persatuan Italia.

Pada tahun 1870, Raja Victor Emmanuel II berhasil menaklukkan beberapa wilayah di Italia tengah termasuk Roma dan Veneto di wilayah Italia utara. Tahun 1871 seluruh semenanjung berhasil dipersatukan. Kemudian ibukota kerajaan Italia juga dipindahkan, dari kota Turin ke kota Roma.

Meskipun tidak menyandang sebagai ibukota negara, kota Turin masih menyimpan jejak - jejak yang jelas sebagai ibukota kerajaan “Savoy”. Salah satunya il Palazzo Reale Torino yang terletak di jantung kota Turin, tepatnya di depan Piazzeta Reale atau Piazza Castello. Sebuah istana yang luas dan megah lengkap dengan tamannya yang indah. Sejak 1997, il Palazzo Reale Torino masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Karena letaknya di pusat kota, il Palazzo Reale Torino bisa dicapai dengan mudah. Kita bisa berjalan kaki dari stasiun kereta api sentral Turin atau dari beberapa terminal bis umum kota Turin. Jika membawa kendaraan pribadi, tempat parkir kendaraan juga banyak tersedia di kota ini.

Salah satu sudut kota Turin.

Untuk bisa masuk gratis ke istana ini, datanglah hari minggu pertama setiap bulannya. Selain hari itu, kita harus membayar tiket masuk seharga 12 € per orang. Tiket ini memungkinkan kita masuk ke beberapa ruangan di istana, seperti : il Palazzo Reale (rumah kediaman keluarga kerajaan), Armeria Reale (museum senjata), Galleria Sabauda (galeri seni) dan Museo Archeologico (museum arkeologi).

Jika ingin mengunjungin tiap tempat menarik di kota ini, pemerintah kota menyediakan program Piemonte Card. Kartu yang bisa memberikan kita akses masuk ke banyak museum di kota Turin, plus tiket transportasi kota (bus, trem, metro) dengan harga yang lebih murah.

Beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah mengunjungi kota ini. Melihat rumah kediaman keluarga kerajaan Savoy yang mereka tinggali sampai tahun 1865. Saat pertama kali masuk ke il Palazzo Reale Torino, mata saya langsung terbelalak. Melihat rumah yang menggambarkan kehidupan para bangsawan di zaman keemasan. Membayangkan gaya hidup mewah mereka yang bertaburan emas dan batu mulia selama 3 abad.

Salah satu lorong di Palazzo Reale.

Istana pertama raja-raja Italia ini, dirancang oleh arsitek Amedeo di Castellamonte. Memiliki ratusan ruangan dengan langit-langit yang luar biasa indahnya. Dekorasi di setiap kamar dan ruangan istana bergaya baroque, gaya hidup yang mendominasi Eropa saat itu. 

Sebagai sumber ilmu pengetahuan, istana ini juga di lengkapi dengan ruangan perpustakaan kerajaan. Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 200.000 buku, peta kuno, ukiran dan lukisan-lukisan keluarga kerajaan. Karya – karya yang diwariskan selama ribuan tahun oleh para sarjana dan ilmuwan di berbagai era, diantaranya pelukis terkenal Italia Leonardo da Vinci.

Berbagai benda seni Eropa dari abad ke-15 sampai ke-17 yang bernilai tinggi dengan segala kemegahannya dipamerkan di galeri seni Sabauda. Di lantai bawah bangunan ini terdapat museum arkeologi yang memamerkan batu-batu nisan, patung-patung tokoh Romawi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kota-kota kuno di zaman Romawi. 

Salah satu ruangan di Palazzo Reale.

Ruangan yang paling menarik adalah Armeria Reale (koleksi peralatan perang kerajaan Savoy). Galeri ini didirikan tahun 1832 oleh Carlo Alberto dengan nama "Royal Art Gallery". Pada mulanya, hanya untuk koleksi senjata dan peralatan perang yang dimiliki keluarga kerajaan. Senjata – senjata itu berasal dari kota Turin, Genoa, Milan dan Brescia. 

Namun kini, lebih dari 5000 benda antik dipamerkan di museum ini. Mulai dari senjata zaman prasejarah hingga awal abad ke-20, seperti: baju-baju besi lengkap dengan senjatanya, berbagai macam koin mata uang dan lain - lain. 

Hidup dibawah rezim totaliter dan sistem monarki selama berpuluh – puluh tahun, membuat rakyat Italia menderita. Kebebasan itu akhirnya terwujud lewat hasil referendum 1946. Sempat terjadi kontroversi yang menimbulkan perselisihan, dan hampir terjadi kembali perang saudara. Pada akhirnya raja Umberto II menerima keputusan dan bersama keluarganya pergi meninggalkan Italia.

Salah satu ruangan di Palazzo Reale.

Dalam satu program televisi Italia “La storia siamo noi”, kisah raja terakhir kerajaan Savoy ini pernah dibahas. Raja yang dikenal luas dengan sebutan “il Re di Maggio”. Letnan pertama kerajaan, yang naik tahta menggantikan ayahnya sebulan sebelum referendum. Dalam kalimat penutup, diceritakan tentang kisah sedih Raja Umberto II di akhir kehidupannya. 

Setelah penantian yang panjang dan pengharapan bisa menghabiskan hari-hari terakhir di tanah airnya, terasa sia-sia. Raja Umberto II akhirnya meninggal tanggal 18 maret 1983 di usia 76 tahun. Sang raja pergi untuk selama - lamanya di Jenewa, tanpa didampingi istrinya Maria Josè. Sang raja menghembuskan nafas terakhirnya di tempat pengasingan hanya didampingi orang-orang yang setia dan yang selalu membantunya. Arrivederci….

Trailer il Palazzo Reale Torino :

Sumber :
http://www.ilpalazzorealeditorino.it/

Wednesday, December 26, 2018

Tradisi Natal di Italia.


Hari raya keagamaan adalah salah satu momen yang bisa menyatukan semua orang. Di Italia suasana itu sudah mulai terasa sejak akhir November lalu. Dalam kalender gerejawi lebih dikenal dengan nama “Il periodo natalizio”, rangkaian kegiatan Natal yang dimulai akhir November (masa advent) dan berakhir pada 6 Januari ( minggu Epiphany).

Italia juga memiliki tradisi Natal yang berbeda – beda di setiap wilayahnya. Mulai dari tanggal penyalaan lampu, bentuk ornamen – ornamen, makanan & kue - kue dan tradisi – tradisi unik lainnya. Perbedaan yang indah, membuat banyak orang ingin mengenalnya kemudian menghargainya. 

Penyalaan lampu Natal di kota – kota Italia, pada umumnya dilakukan di minggu pertama bulan Desember. Di kota Milan, penyalaan lampu Natal dilakukan tanggal 7 Desember, bertepatan dengan pesta St. Ambrose. Di Bari, penyalaan lampu dilakukan tanggal 6 Desember, bersamaan dengan pesta St. Nicholas.

Kota Gallarate 2018.

Dari begitu banyak ornamen Natal, “Il presepe” dari kota Naples adalah ornamen yang paling menarik bagi saya. Ornamen diorama kelahiran Yesus yang terdiri dari patung – patung kecil: bunda Maria, Yusuf, palungan, bayi Yesus, tiga orang majus, para gembala, lengkap dengan hewan – hewannya dan suasana saat itu.

Ornamen Natal ini diciptakan oleh Santo Fransiskus dari Asisi. Atas izin Paus Honorius III, diorama ini tampil untuk pertama kalinya tahun 1223 dalam acara malam Natal di kota Greccio, Umbria. Pada tahun 1289, patung – patung ini diperbaharui kembali oleh pematung Arnolfo di Cambio. Kini diorama itu disimpan di Basilika Santa Maria Maggiore Roma. 

Karya “Santo Fransiskus dari Asisi” ini menginspirasi para seniman lainnya di wilayah Tuscani, seperti: kota Naples, Bologna dan Genoa. Mereka menciptakan diorama dari berbagai jenis bahan, seperti: kayu, tanah liat dan lain – lain. Pada tahun 1800, tradisi ini menyebar dengan cepat ke seluruh Italia, baik di kalangan atas maupun rakyat biasa.

Il presepe ( diorama Natal).

Natal adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga, teman dan kerabat. Natal juga waktu yang tepat untuk berbagi dengan sesama dan tetangga. Pada mulanya bertukar hadiah Natal adalah tradisi yang dilakukan keluarga besar Sudtirolesi di wilayah Alto Adige. Dari generasi ke generasi, mereka bertukar hadiah Natal buatan tangan sendiri atau bertukar hasil karya diantara para pengrajin.

Di minggu advent mereka juga saling bertukar “Corona dell’Avvento” (mahkota advent). Ornamen Natal dari cabang-cabang cemara yang dirangkai melingkar. Kemudian mahkota itu di beri pita sutra berwarna merah dan diletakkan empat lilin di atasnya. Setiap hari Minggu sebelum 25 Desember, keluarga berkumpul di sekitar meja untuk menyalakan  lilin itu satu persatu sampai Natal tiba.

Tradisi bertukar kado yang sudah menyebar ke seluruh Italia, menjadikan “ Mercatini di Natale” (Pasar Natal) di semua kota Italia menjadi ramai. Pasar musiman yang menjual segala keperluan Natal untuk masyarakat umum. Salah satunya adalah Candelara di daerah Marche –Pesaro. Pasar natal unik yang didedikasikan untuk lilin - lilin dalam berbagai bentuk dan warna. 

Mercatino di Natale Gallarate 2018.

Saint Lucia adalah Santa Clausnya Italia, seseorang yang di belakang keledainya membawa hadiah Natal untuk anak – anak. Tradisi unik ini bermula di provinsi Veneto, tepatnya di kota Verona. Sekitar tahun 1200, di kota ini terjadi epidemi kebutaan pada anak – anak. Para ibu membawa anak-anak mereka berziarah untuk memohon perlindungan kepada Saint Lucia. Para ibu itu berjanji kepada anak - anaknya, saat mereka kembali, Saint Lucia akan membawakan mereka hadiah. Sejak saat itu, antara tanggal 12 atau 13 Desember malam, anak-anak di kota Verona selalu menunggu kedatangan Saint Lucia membawa hadiah Natal. 

Jika kita ingin merasakan bagaimana suasana Natal 2000 tahun silam, datanglah ke kota Lecce, di Italia selatan. Karena di kota ini, sebuah amfiteater Romawi kuno disulap menjadi sebuah desa Palestina kuno, lengkap dengan kehidupan sehari – hari penduduknya. Gua, rumah, pohon zaitun, hewan, kerajinan kuno, parfum, musik, benda, dan berbagai alat-alat keperluan masyarakat masa lalu. Pengunjung yang datang akan terasa berada di dalam sebuah museum, sekaligus mengenal berbagai produk khas daerah setempat. 

Panettone.

Bagi yang suka kuliner, Natal juga saatnya menikmati panettone dan pandoro. Dua jenis kue khas Natal di Italia berbahan dasar tepung terigu, mentega, telur, gula, susu yang ditaburi kismis dan buah – buah kering. Kue ini lahir dari ide anak tukang roti bernama Toni atau "pan del Toni" (terkenal menjadi “panettone”). Resepnya sangat sederhana, ide yang muncul saat keterbatasan bahan makanan di musim dingin. Resep kue ini tercatat secara resmi tahun 1549, dalam buku resep Cristoforo di Messisbugo, koki terkenal dari kota Ferrara. 

Di Calabria, Natal mempunyai keunikannya tersendiri. Selain menu makanannya, cara penataan meja dan kursi di daerah ini berbeda. Di beberapa tempat, dalam acara makan malam, dalam satu meja makan, harus 13 kursi yang disiapkan. Ini mengingatkan akan kebiasaan Yesus Kristus dengan kedua belas muridnya, 12 kursi untuk rasul dan satu kursi untuk Kristus. Namun ada beberapa kota, hanya menyiapkan 9 kursi saja, ini mengingatkan masa – masa bunda Maria mengandung. 

Bagi para pencinta musik, gli zampognari adalah alat musik tiup kuno yang populer di Italia saat Natal. Alat musik yang lahir di Italia tengah dan selatan tepatnya di Lazio (provinsi Frosinone dan Latina), Abruzzo, Molise, Campania, Puglia, Basilicata, Calabria dan Sisilia. Konon gli zampognari  sudah ada sejak zaman Romawi kuno, bahkan kaisar Nero sangat menyukai suara alat musik ini.

Gli zampognari.

Namun, tradisi Natal yang paling berkesan dan penuh makna bagi umat kristiani adalah kehadiran Paus dalam misa Natal di Roma. Perayaan yang dimulai tanggal 8 Desember, ketika Paus berjalan menuju Piazza Spagna dan meletakkan karangan bunga di depan patung Bunda Maria di gereja Trinità dei Monti. Dilanjutkan tanggal 24 Desember dengan misa tengah malam di Vatikan dan ditutup tanggal 25 Desember ketika menyampaikan pesan pastoral dari jendela St. Peter ‘s Basilica. Arrivederci…

Trailer tradisi Natal di Italia :




Sumber :
https://www.vologratis.org/natale-in-italia-tradizioni-curiosita/

Thursday, December 20, 2018

Asal- usul pohon Natal.


Memasang pohon Natal adalah salah satu tradisi Natal paling populer di dunia. Pohon yang dipajang beberapa minggu sebelum Natal, dan dirapihkan kembali setelah liburan Tahun baru selesai. Biasanya pohon yang dipakai adalah pohon cemara. Selain banyak jenisnya, pohon cemara juga yang selalu hijau disetiap musim. Pohon itu kemudian dihiasi benda-benda beraneka warna dan bentuk: lampu, berbagai hiasan, manisan buah kering dan lain - lain. Di dekat kakinya di taruh hadiah – hadiah Natal yang di buka bersama – sama saat malam Natal tiba.

Cemara adalah salah satu jenis pohon yang sangat di puja oleh bangsa – bangsa yang hidup di peradaban kuno. Mereka adalah penganut “Paganisme” atau yang menyembah kepada lebih dari satu Dewa (politeisme). Mereka percaya jika pohon cemara adalah pohon sorgawi. Sehingga dalam tradisi mereka, pohon cemara itu mereka hias dengan dengan pita, obor dan lonceng kecil. Di bawah pohon cemara, mereka juga menaruh hewan - hewan persembahan. 

Para pendeta Celtic.

Bangsa Viking di ujung utara Eropa juga percaya, jika pohon cemara memiliki kekuatan gaib, karena tidak kehilangan daunnya meskipun di musim dingin. Mereka selalu memotong pohon cemara, membawanya pulang ke rumah, kemudian dihiasi buah-buahan. Mereka percaya, kesuburan musim semi kelak akan mengembalikannya.

Para pendeta kuno (druids) dari Celtic menjadikan pohon cemara sebagai simbol umur panjang, karena pohon cemara selalu  hijau bahkan di musim dingin. Mereka menghormati pohon cemara dalam berbagai ritual mereka. Begitupun dengan orang-orang Romawi kuno yang selalu menghias rumah mereka dengan dahan-dahan pohon cemara selama bulan Januari, karena mereka juga percaya, pohon cemara adalah pohon pengharapan dan keberuntungan.

Dalam ilmu astronomi yang mereka pelajari, musim dingin mempunyai banyak arti. Dalam setahun, musim dingin memiliki titik balik matahari yang sangat pendek. Hari terpendek jatuh pada tanggal 21 Desember, karena saat itu matahari menyentuh titik terendah di cakrawala.

Peristiwa ini bagi mereka bagaikan sebuah harapan baru, pesta cahaya dan kesempatan untuk bertahan hidup. Atas dasar inilah, kemudian lahir kepercayaan – kepercayaan kuno yang menyembah dewa matahari, seperti dewa Horus di Mesir, Elettriona di Yunani, Ishtar di Iran - Kasdim, Amaterasu di Jepang dan lain - lain.

Patung dewa “Mithras”.

Dewa “Meithras” adalah dewa yang disembah masyarakat Romawi kuno. Dewa pemenang kegelapan ini bahkan sudah ada sejak abad II-I SM di daerah Mediterania timur. Mithraisme mencapai puncaknya antara abad ketiga dan keempat Masehi, ketika menyembah dewa “Meithras” sangat populer di kalangan prajurit Romawi. Ini berkaitan erat dengan pesta penyembahan pada dewa Pagan di musim dingin. Sebuah pesta yang sangat digemari di seluruh kekaisaran Romawi waktu itu. 

Ketika Kekristenan mulai menyebar di Eropa, Gereja juga harus berdamai dengan tradisi-tradisi yang sudah berakar di masyarakat. Pada tahun 274 M, Gereja akhirnya berhasil menyesuaikan pesta Pagan dengan pesta Natal, dengan mengusulkan Yesus Kristus sebagai "matahari suci yang sejati". 

Sebagai penguasa waktu itu, Kaisar Flavius Valerius Aurelius Constantinus, meresmikan tanggal 25 Desember sebagai “hari kelahiran Kristus” atau hari Natal. Kemudian mithraisme pun menghilang dalam praktik keagamaan sejak keluarnya dekrit Theodosian tahun 391 M. 

Pohon Natal di Duomo Milan.

Pohon Natal yang kita kenal sekarang, lahir di kota Tallinn, Estonia tahun 1441. Pohon cemara besar yang dipasang di depan balai kota , bersamaan dengan acara kaum muda di kota itu mencari belahan jiwa.

Sedangkan tradisi menghias pohon Natal dimulai di Jerman tahun 1611 oleh Duchess of Brieg. Menurut legenda, dia menghias istananya untuk merayakan Natal, ketika ia menyadari salah satu sudut ruangan kosong, ia memerintahkan pohon cemara dari kebun istana dipindahankan ke dalam vas dan dibawa ke ruangan itu.

Legenda lainnya menceritakan tentang seorang pria yang terpesona dengan bintang-bintang yang berkilauan melalui ranting - ranting pohon cemara di malam Natal. Kemudian dia memotong ranting - ranting itu, membawanya pulang dan menghiasnya dengan lilin merah. 

Akhir abad ke-19, atas keinginan Ratu Margherita, istri Raja Umberto I dari  kerajaan Savoia, Italia juga memiliki pohon Natal pertama. Pohon itu dipajang di Palazzo del Quirinale, tidak jauh dari tempat tinggal keluarga kerajaan.  Dari tempat ini,  tradisi menghias pohon Natal pun menyebar dengan cepat ke seluruh semenanjung.

Di Perancis, pohon Natal pertama didekorasi pada tahun 1840 oleh duchessa d’Orleans. Namun pohon cemara dikomersilkan sebagai pohon Natal dimulai pada tahun 1851 di kota New York. Akhirnya tradisi ini pun menyebar ke seluruh dunia. Arrivederci…

Trailer penyalaan lampu pohon Natal di kota Florence:



sumber:
http://www.sapere.it/.../s.../perche-si-fa-albero-di-natale.html


Sunday, December 16, 2018

Sang jenius “Leonardo da Vinci”.


Dari sekian banyak monumen di kota Milan, monumen Leonardo da Vinci di Piazza della Scala adalah salah satu monumen yang paling menarik bagi saya. Monumen yang memiliki arti penting bagi masyarakat Milan karena berkaitan erat dengan lahirnya negara Italia baru. Karya dari seniman milanese Pietro Magni, yang diresmikan tahun 1872 di hadapan Raja Vittorio Emanuele II. 

Monumen ini terletak di jantung kota Milan, tidak jauh dari Duomo dan Teatro alla Scala Milan. Tempat yang terhormat untuk sang jenius multifaset seperti Leonardo da Vinci. Sebagai bentuk rasa terima kasih atas berbagai bidang ilmu yang telah diwariskannya, baik untuk warga Milan dan Italia pada umumnya. 

Di sinilah patung Leonardo da Vinci berdiri dengan tenang dan bangga. Posisi kedua kakinya sedikit berjauhan, dengan kedua tangannya yang terlipat. Di setiap sisi depan monumen ini, tampak epigrafi yang menceritakan tentang kejeniusannya. Di bawah kakinya berdiri dengan gagah ke-empat muridnya: Cesare da Sesto (sisi utara), Marco d'Oggiono (sisi barat), Giovanni Antonio Boltraffio (sisi Selatan), Andrea Salaino (sisi timur).

Monumen Leonardo da Vinci di kota Milan.

Selama hidupnya Leonardo da Vinci banyak berjasa untuk pembangunan kota Milan. Epigrafi di salah satu sisi monumen ini menceritakan Leonardo sebagai pelukis, sisi yang lain menceritakan Leonardo sebagai pematung, sisi lainnya lagi bercerita sebagai seorang arsitek dan ahli strategi dalam pembangunan dan sisi terakhir bercerita tentang seorang insinyur yang membangun kanal- kanal di wilayah Lombardy.

“The Last Supper” ( perjamuan akhir) adalah salah satu lukisan terkenal Leonardo da Vinci. Lukisan yang ditugaskan biarawan Dominikan padanya untuk biara Santa Maria delle Grazie Milan. Leonardo membutuhkan waktu empat tahun untuk menyelesainya, dimulai tahun 1494 dan selesai tahun 1498. 

Hasil karyanya begitu mengagumkan. “The Last Supper” diakui dunia sebagai karya seni besar sepanjang masa. Leonardo mampu merepresentasikan prahara emosi para Rasul, melalui wajah dan gerak-gerik mereka. Lewat simbol dalam lukisan itu, kita bisa mempelajari berbagai sifat manusia: amarah, rasa sakit, kejutan dan ketidakpercayaan. 

Namun sayang, di masa pembuatannya, teknik eksperimental Leonardo tidak mempertimbangkan kelembaban lingkungan sekitarnya. Pemerintah Italia sudah mencoba merestorasi lukisan itu berabad-abad lamanya, lukisan itu tetap berisiko hilang untuk selamanya. 

Untuk menghindari itu, pengunjung yang ingin melihat lukisan “The Last Supper” di biara Santa Maria delle Grazie kini dibatasi. Selain datang dengan perjanjian, petugas jaga hanya mengizinkan tidak lebih dari 30 pengunjung setiap 15 menit. 

Lukisan “The Last Supper”.

Patung kuda Francesco Sforza adalah karya terkenal Leonardo sebagai pematung. Proyek ini dimulai pada tahun pada 1482, ketika Ludovico il Moro, Adipati Milan, mengusulkan kepada Leonardo untuk membangun patung berkuda terbesar di dunia. Pada 1493, gambar itu diselesaikannya, dibuatnya model dari tanah liat dan disiapkan 100 ton perunggu untuk pembangunan monumen. Semua rencananya hancur berantakan ketika pasukan Perancis tiba di Milan tahun 1499.

Beruntung seorang kolektor seni Amerika bernama Charles Dent, antusias mewujudkan impian Leonardo. Beliau mengeluarkan dana 2,5 juta dolar dan membutuhkan waktu 15 tahun untuk proyek ini. Sayang, beliau meninggal sebelum proyek selesai. Pembangunannya kemudian dilanjutkan oleh orang Amerika lainnya, Frederik Meijer. Sejak tahun 1999, patung kuda karya Leonardo da Vinci berdiri dengan gagah di halaman “Ippodromo” (arena balap kuda) San Siro Milan. 

Patung kuda Francesco Sforza.

Sebagai seorang arsitek, Leonardo da Vinci banyak membangun kanal - kanal di kota Milan dan wilayah Lombardy. Beliau juga ikut andil dalam menata ulang banyak benteng dan kastil di Italia, ketika senjata api mulai digunakan dalam peperangan. Salah satunya adalah kastil Rocca Sforzesco di wilayah Emilia Romagna.

Kastil ini terletak di pusat kota Imola, milik Cesare Borgi (penguasa di wilayah itu). Cesare Borgi meminta Leonardo bekerja untuknya, mempersiapkan gambar, kemudian memperkuat benteng dan kastil dengan sistem pertahanan yang baru. Selama perang bergejolak, kastil ini sempat digunakan sebagai penjara.

Kastil Rocca Sforzesco, secara arsitektural menjadi contoh khas dari struktur benteng abad pertengahan dan Renaissance. Kastil ini masih berdiri kokoh sampai sekarang, digunakan sebagai museum “senjata dan keramik” Imola dan kampus beberapa perguruan tinggi di kota ini.

Karya – karya Leonardo da Vinci lainnya, tersebar di beberapa museum di Italia. Diantaranya museum nasional sains dan teknologi ”Leonardo da Vinci“ Milan, Roma, Florence, Venice dan Siracusa.

Kastil Rocca Sforzesco di kota Imola.

Il Museo nazionale della scienza e della tecnologia (museum nasional sains dan teknologi) "Leonardo da Vinci" Milan berdiri sejak tahun 1953. Beralamat di via San Vittore 21 Milan, diatas bangunan seluas 50.000 m². Termasuk salah satu museum ilmiah terbesar di Italia dan Eropa. Museum ini juga memiliki koleksi model mesin terbanyak di dunia, teristimewa berbagai model mesin karya Leonardo da Vinci. 

Sedangkan Il Mondo di Leonardo atau Leonardo3 adalah pameran yang rutin diadakan di kota Milan. Pameran tentang dunia Leonardo da Vinci yang belum pernah diperlihatkan kepada publik. Diantaranya tentang rekonstruksi mesin dan lukisan, kode digital, reproduksi gambar dan multimedia 3D interaktif. 

Pameran ini bertempat di Piazza della Scala, tepatnya di Galeri Vittorio Emanuele II Milan. Buka setiap hari dari jam 9.30 pagi hingga 22.30 malam. Untuk tahun ini, pameran akan ditutup tanggal 31 desember 2018. 

Museum nasional "Leonardo da Vinci" Milan.

Leonardo da Vinci memiliki nama lengkap Leonardo di ser Piero da Vinci. Lahir di Archiano di Vinci pada 15 April 1452. Leonardo kecil bertumbuh dalam lingkungan dimana dia bisa belajar banyak hal: tentang tubuh manusia, seni pahat, seni lukis dan ilmu – ilmu lainnya. Sepanjang hidupnya, beliau juga tidak membatasi bidang pekerjaannya. 

Leonardo menghabiskan periode terakhir hidupnya di Perancis dengan membawa beberapa lukisannya ke sana, salah satunya adalah lukisan terkenal “Monalisa”. Meninggal tanggal 2 Mei 1519 di kota Amboise, Perancis. Lukisan potret terakhir dirinya tahun 1512, kini tersimpan rapi di Palazzo Reale kota Turin, Italia. Arrivederci…

Trailer Museum Leonardo da Vinci Milan:


Sumber :
https://www.studenti.it/leonardo_da_vinci.html nci?gimg=59779#img59779


Wednesday, December 12, 2018

“The doctor 46“ Valentino Rossi.


Saya menulis artikel ini untuk sahabat saya, penggemar sejati MotoGP dan Valentino Rossi. Namun saya juga mengagumi kepribadiannya, meskipun saya bukan penggemar MotoGP. Saya mengenal Valentino Rossi lewat sebuah iklan Yamaha, dengan slogannya “Yamaha selalu terdepan”. Nama itu selalu tersimpan di hati, sebagai orang Italia pertama yang bisa berbahasa Indonesia.

Nama Valentino Rossi juga terukir dan dikenang masyarakat Italia dan dunia. Bulan maret 2010, pemerintah Italia melalui Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini memberikan penghargaan “Italy Award” kepada Valentino Rossi. Sebuah penghargaan bagi mereka yang berprestasi dan mengharumkan Italia di kancah International.

Pria dengan tinggi badan 182 cm dan berat 65 kg adalah orang pertama yang menerima penghargaan itu. Salah satu pembalap terkenal, diantara pembalap-pembalap hebat di arena balap motor dunia. Rossi juga satu – satunya pembalap yang berhasil meraih gelar juara dunia dalam 4 kelas berbeda: 125, 250, 500 cc dan MotoGP.



Valentino Rossi memulai karirnya dengan mengemudikan gokar, kemudian pindah ke minimotor. Setelah resmi masuk ke tim Aprilia, pada tahun 1996 dia memenangkan kejuaraan Italia kelas 125cc dan di kategori yang sama menempati posisi ketiga untuk tingkat Eropa. Di tim ini juga Rossi bisa meraih debut pertamanya, sekaligus mencapai harapannya menjadi juara dunia di kelas 250cc.

Pada tahun 2008 Rossi kembali menjadi juara dunia dan mendapatkan gelar juara dunia untuk kesembilan kalinya ditahun berikutnya. Di kejuaraan dunia 2011, Rossi memutuskan pindah ke tim Ducati. Di tim inilah untuk pertama kalinya dikenal dengan julukan “The Doctor 46”. Darimana asal mulanya julukan itu, mungkin hanya Rossi yang tahu.

Yang pasti nomor 46 adalah angka yang selalu menemaninya kemanapun Rossi bertanding. Nomor yang digunakan ayahnya Graziano Rossi, di setiap kejuaraan dunia yang dikutinya. Ini juga nomor seorang pembalap Jepang yang sangat dikaguminya. Mungkin nomor ini juga yang akan digunakan Rossi sepanjang karirnya.

Kemenangan Rossi tahun 1999.

Pada musim pertandingan tahun 2013 dan 2014 Rossi masuk dalam tim Yamaha. Dalam dua pertandingan ini, Rossi gagal mendapatkan gelar juara dunia. Dia hanya masuk dalam peringkat ke-4 dan ke-2 dunia saja. Bulan Juli 2014, Rossi kembali memperbarui perjanjian kontrak dengan Yamaha, kontrak itu masih berlangsung sampai sekarang. 

Sama seperti kita, keberhasilan dan kehebatannya di arena balap tidak selalu seiring dengan kehidupan pribadinya. Valentino Rossi juga beberapa kali mengalami kesedihan yang dalam dan masalah yang berat dalam perjalanan karirnya. 

Selain perceraian kedua orang tua yang disayanginya, Rossi juga kehilangan sahabat sekaligus teman se-profesi Marco Simoncelli pada 23 Oktober 2011. Kecelakaan di putaran kedua Grand Prix Malaysia. Insiden yang melibatkan dirinya bersama Colin Edwards, yang mengakibatkan kematian sahabatnya. Rasa bersalah yang terus mengikutinya, menjadi beban dalam kehidupan Rossi.

Kemudian tahun 2008, dia juga menghadapi masalah dengan pajak pendapatan. Kasus yang menguras waktu dan tenaganya, karena melewati proses pengadilan yang panjang. Dan terakhir adalah perselisihan yang terus terjadi di arena motorGP dengan rivalnya pembalap Spanyol, Marquez.

Bersama tim Yamaha tahun 2015.

Valentino Rossi melewati masa kecil yang bahagia. Lahir dari pasangan Stefania Palma dan Graziano Rossi tanggal 16 Februari 1979. Ayahnya adalah mantan pembalap motor terkenal Italia tahun 1970 -1980-an. Bakat dan hasrat itu yang diturunkan ayahnya ke Rossi kecil. Berkat bimbingannya, Rossi kecil sudah bisa mengendarai sepeda motor sejak usia dini. 

Kota Urbino adalah kota kelahirannya. Kota yang indah di wilayah Marche provinsi Pesaro-Urbino. Berada di daerah perbukitan Apennina Tosco-Romagnolo dan menjadi salah satu kota tujuan wisata Italia. Kota dengan asal-usul dan pusat-pusat kebudayaan kuno yang terawat dengan baik. Memiliki banyak monumen dan gereja dengan arsitektur unik dan indah. Sejak tahun 1998, kota Urbino dilindungi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kota Urbino.

Kota Tavullia adalah kota kedua Valentino Rossi. Kota tempatnya bertumbuh dan belajar banyak hal, hingga seperti sekarang ini. Pada tahun 2010, di pinggiran kota Tavullia, the Doctor 46 mendirikan “VR46 Riders Academy”. Sekolah untuk melatih dan mencetak pembalap – pembalap handal Italia di masa depan. Sekolah yang menawarkan semua yang para pembalap butuhkan untuk menjadi pembalap yang lebih cepat dan lebih kompetitif.

Mereka dilatih di sebuah kawasan yang bernama “Ranch di Valentino Rossi”. Jalur trek yang didominasi warna kuning sepanjang 2,5 km, di tengah lembah yang indah. Tempat impian para pembalap MotoGP pemula berlatih. Yang dibangun, dipelajari, dirancang dan dihiasi dengan elemen-elemen ikonik Valentino. Kedepannya, tempat ini akan dilengkapi dengan pusat kebugaran, jalur atletik 400 meter dan pusat pelayanan medis. 

"Ranch Valentino Rossi" di Tavullia.

Tahun 2018, Valentino Rossi genap berusia 39 tahun. Usia yang tidak muda lagi untuk seorang atlet. Dalam sebuah buku autobiografi Valentino Rossi yang ditulis Roberto Baldini, Vale ( nama panggilannya) bercerita tentang suka- dukanya dalam menjalani karir. “Pensa se non ci avessi provato”, demikian judul buku itu, pasti bisa menginpirasi siapapun yang membacanya.

Di salah satu paragrafnya, Valentino Rossi bercerita bagaimana caranya menghadapi kegagalan. Belajarlah dari kesalahan, kemudian menyusun strategi dan menang. Jika gagal mencapai target yang diharapkan, dia akan mencoba lagi tahun depan dan mencobanya lagi.

Di paragraf lainnya Vale juga bercerita tentang kesulitannya dalam menghadapi lawan yang tangguh, seperti Biaggi dan Gibernau. Namun yang paling sulit dan menakutkan adalah melawan dirinya sendiri. Baginya, menang atau kalah, tetap pemenangnya adalah hatinya.

Tapi yang paling penting buat Vale dukungan kuat dari keluarganya. Teristimewa dari ibunya dan saudaranya Luca Marini yang mengikuti jejaknya sebagai pembalap. Kemudian dukungan rakyat Italia yang selalu mengalir “ siamo sempre con te “ membuat Valentino Rossi terus bersemangat dan terus melaju. Arrivederci….

Trailer Valentino Rossi:


Sumber :
http://argomenti.ilsole24ore.com/valentino-rossi.html
https://www.motociclismo.it/valentino-rossi-segreti-ranch-tavullia-69440

More articles

Holocaust Memorial Milan.

Other posts