Sunday, December 2, 2018

Cerita dari perantauan.


Beliau penyanyi favorit saya, Gianna Nannini namanya. Usianya 61 tahun, tapi suaranya masih enak didengar dengan ciri khasnya. Saya juga menyukai syair - syair lagunya yang sangat menyentuh. Salah satunya lagu dalam video di atas yang berjudul “Lontana dagli occhi“ ( jauh di mata jauh di hati) yang dirilis tahun 2014. 

Sebuah lagu yang menceritakan perasaan seseorang, jika jauh dari orang yang dikasihinya. Udara terasa begitu dingin meskipun bukan musim dingin. Ditengah keceriaan teman – temannya, tetap tidak bisa membuatnya bahagia. Karena kamu begitu jauh… jauh di mata , jauh di hati. 

Ini syair lagunya

Che cos'è? C'è nell'aria qualcosa di freddo Che inverno non è.
Che cos'è? Questa sera i bambini per strada non giocano più. 
Non so perchè l'allegria degli amici di sempre non mi diverte più.
Uno mi ha detto che..


Reff :
Lontano dagli occhi, lontano dal cuore, e tu sei lontano, lontano da me.
Per uno che torna e ti porta una rosa, mille si sono scordati di te.
Lontano dagli occhi, lontano dal cuore e tu sei lontano lontano da me.

Ora so, che cos'è questo amaro sapore che resta di te.
quando tu, sei lontano e non so dove sei, cosa fai, dove vai.
E so perché, non so più immaginare il sorriso.
che c'è negli occhi tuoi, quando non sei con me.


Saya juga  suka lagu “Jauh di mata namun dekat di hati“ yang dinyanyikan oleh RAN tahun 2013. Syair lagu ini  sangat menyentuh, salah satunya: “Meski kau kini jauh di sana, kita memandang langit yang sama, jauh di mata namun dekat di hati”. Kalimat yang bisa mewakili perasaan mereka yang hidup di perantauan. Tanah air yang jauh di mata namun selalu dekat di hati.

Rasa rindu akan tanah air itu, kami ungkapkan dalam bentuk kebersamaan. Di momen-momen hari raya keagamaan dan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia misalnya, kami selalu berkumpul, mendekatkan hati kami untuk saling berbagi dan mempraktekan toleransi.

Bulan Juni yang lalu, saya mendapat kiriman dari teman – teman saya di Qatar. Foto – foto dan video mereka saat berkumpul di kota Al khor, sebuah kotamadya di pantai timur Qatar. Berjarak sekitar 60 kilometer dari ibukota negara Doha dan termasuk salah satu kota penting di Qatar.

Salah satu sudut kota Al Khor, Qatar.

Meskipun tinggal berjauhan, tidak menyurutkan mereka untuk berkumpul, berbagi cerita dan pengalaman. Apalagi bertepatan dengan perhelatan besar pertandingan sepak bola dunia, acara nonton bareng menambah suasana semakin akrab dan seru. Berbagai penganan Indonesia turut tersaji untuk dinikmati bersama sebagai sarana ikatan kekeluargaan dan persatuan. 

Biasanya, setelah puas berbagi cerita, kami berbagi penganan yang kami bawa untuk di nikmati bersama – sama. Mungkin menu kami tidak selezat masakan chef-chef terkenal. Tempat kami berkumpul pun tidak semegah hotel berbintang. Namun semangat kebersamaan, dibumbui dengan canda dan tawa, menjadikan semuanya terasa nikmat dan menyenangkan.

Berbagai penganan Indonesia.

Saya dan teman di Belanda juga melakukan hal yang sama. Kami saling berkunjung dan menikmati liburan bersama. Selain merencanakan banyak hal untuk mengisi liburan, obrolan kami di telepon sering ditutup dengan deretan pesanan makanan Indonesia.

Di negara kincir angin, makanan Indonesia memang lebih mudah didapat daripada di negeri pizza. Tapi seringnya saya kaget ketika mereka tiba di Italia. Makanan yang mereka bawa terkadang lebih banyak dari yang saya pesan. Ternyata kami mempunyai pemikiran yang sama. Kuliner bisa menjadi salah satu sarana memperkenalkan Indonesia.

Saat saya berkumpul dengan teman-teman di sini, saya akan mengolahnya dan membawanya untuk dinikmati bersama. Supaya lebih mudah di terima dan dipahami, saya mencoba untuk menggabungkan kuliner Indonesia dengan cara penyajian budaya Italia. 

Kadang ini juga menjadi tantangan buat saya. Bagaimana memilih dan membedakan, menu makanan Indonesia yang mana yang bisa disajikan sebagai menu pembuka (starter), menu utama( main course), menu tambahan ( side order ) dan menu-menu lainnya. Begitupun dengan penataan di meja makan: piring berbagai ukuran, gelas berbagai berbentuk, sendok, garpu dan peralatan lainnya, mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan menu yang dipilih.

Menata peralatan di meja makan.

Saat berkunjung ke rumah teman atau menengok teman yang sakit, saya juga lebih tertarik membawa kue-kue khas Indonesia di banding membawa rangkaian bunga. Selain tujuan di atas tadi, saya juga mempunyai keyakinan kalau kue-kue Indonesia itu mempunyai rasa yang khas dan eksotik. 

Supaya terlihat cantik dan enak dipandang, kue-kue itu saya bungkus dengan rapih seperti dari toko-toko kue di sini. Bagi saya, paket kue yang terbungkus rapi itu, bagaikan sebuah buku yang berjudul “Indonesia” yang setiap lembarannya akan menceritakan tentang Indonesia dari a, b, c bahkan sampai z.

Contoh paket kue-kue kering.

Semua yang kami lakukan memang hal-hal yang kecil tetapi bagi kami itu begitu berarti. Bukan untuk kesombongan atau pujian tetapi memang ini yang bisa kami beri, bagaimana mencintai negeri untuk anak-anak dan orang-orang disekitar kami. Paling tidak , jika ada pertanyaan kepada kami, seperti yang mendiang presiden Amerika John F Kennedy pernah ucapkan dalam pidatonya tanggal 20 januari 1961: “ Jangan tanyakan apa yang Negara dapat perbuat untukmu, tetapi tanyakanlah apa yang dapat kamu perbuat untuk Negara”. Kami semua sudah mempunyai jawabannya. Arrivederci ….


Thursday, November 29, 2018

Duomo Milan.


Di Italia, simbol abadi kota Milan ini, dikenal dengan nama Duomo Milan. Katedral yang didedikasikan untuk “Santa Maria Nascente”, yang terletak di Piazza Duomo, di jantung kota Milan. Merupakan karya seni terbesar Lombard yang anggun dan agung, yang membutuhkan waktu, lebih dari lima abad untuk membangunnya. 

Di tempat ini, sebelumnya berdiri Katedral kuno Santa Maria Maggiore dan Basilika Santa Tecla. Namun kebakaran tahun 1075, menghancurkan kedua bangunan itu. Pada tahun 1386, Uskup Agung Antonio da Saluzzo mempromosikan pembangunan kembali katedral baru yang lebih besar. Ditahun yang sama, dibawah komando penguasa Milan, Gian Galeazzo Visconti, Duomo pun dibangun.


Melalui proyek "Fabbrica del Duomo", pembangunan duomo melibatkan banyak arsitek, ilmuwan dan seniman terkenal di berbagai era. Seiring berjalannya waktu, Duomo juga mengalami banyak perubahan dan modernisasi. Duomo Milan selesai dibangun tahun 1965. Sejak Februari 2009, gereja ini pun dibuka untuk umum. 



Katedral Milan merupakan hasil perpaduan gaya Gothic Internasional dengan arsitektur Lombard. Ruang utamanya (panti umat) bisa menampung lebih dari 40.000 jemaat, memiliki 5 nave, 3 transept dan ditopang oleh 52 pilar. Altar utama (panti imam), sebagai pusat seluruh gedung gereja dan liturgi, lantainya lebih tinggi dari panti umat.

Lantainya didesign oleh Pellegrino Tibaldi, berbahan dasar keramik, bermotif bunga, dengan perpaduan warna putih, biru dan perak. Langit – langit memiliki ketinggian 45 meter. Kubahnya karya Giovanni Antonio Amadeo, berbentuk segi delapan, dengan tinggi 68 meter. Sekeliling kubah dihiasai oleh lukisan dinding karya seniman Lombard tahun 1560-1580.


Dekat pintu masuk Duomo adalah jam matahari dengan simbol capricorn. Sisi-sisi bangunan didominasi oleh jendela- jendela kaca patri yang tinggi. Beberapa lukisannya dirancang oleh Vincenzo Foppa dan Cristoforo de 'Mottis. Lukisan – lukisan yang menceritakan kehidupan para Santo dan tokoh – tokoh dalam kitab suci, diantaranya kisah tentang “Giudizio Universale” (penghakiman terakhir). 

Bagian dalam Duomo Milan.

Salah satu ciri khas Katedral Milan adalah berlimpahnya patung – patung yang luar biasa. Hasil karya para seniman yang konsisten dengan iklim budaya, di setiap momen sejarah. Ada sekitar 3400 patung dari berbagai aliran (Renaissance, Baroque sampai Neoklasik), yang mewakili lebih dari 700 tokoh. Yang paling banyak adalah patung yang mewakili orang – orang suci, para martir dan tokoh – tokoh dalam alkitab.

Jika menyusuri lorong di sebelah kanan, kita bisa melihat beberapa makam Uskup Agung Milan. Salah satunya makam Uskup Agung Ariberto da Intimiano, yang meninggal tahun 1045. Makam Marco Carelli, salah satu donatur pembangunan Duomo. Kemudian beberapa altar, dua diantaranya l'altare del Sacro Cuore (altar Hati Kudus) dan l'altare della Madonna (altar Bunda Maria), yang dirancang oleh Pellegrino Tibaldi.

Beberapa pelukis terkenal ikut berpartisipasi menyumbangkan lukisannya, seperti: pelukis Cerano, Duchino, Fiammenghino dan Carlo Buzzi. Kemudian ada il Trivulzio Candelabrum, tempat lilin bercabang tujuh, setinggi 12 meter dan diukir oleh pandai emas Prancis, Nicola da Verdun. Tahun 1562, tempat lilin itu disumbangkan kepada uskup agung Giovan Battista Trivulzio. 

Jendela kaca Duomo.

Salah satu peninggalan yang paling berharga dari Duomo Milan adalah il Sacro Chiodo (Paku Suci). Terletaknya di atas altar, berwarna merah dan terlihat sangat jelas dari berbagai sudut di ruangan utama. Kemudian ada tiga alat musik organ. Yang pertama dibuat tahun 1938, salah satu organ pipa terbesar di Italia dan Eropa. Organ kedua dibuat tahun 1913 dan yang ketiga dibuat tahun 1984.

Di bawah altar utama, ada sebuah gereja kecil “Treasure of the Cathedral” dan pintu masuk ke perbendaharaan katedral di mana jubah kuno, cawan emas, dan barang – barang berharga lainnya tersimpan. Di ruangan bawah tanah Duomo juga terdapat sisa – sisa bangunan “Battistero di San Giovanni alle Fonti”. Tempat pembaptisan pertama di kota Milan, yang dibangun tahun 378 – 397 M.

l'altare di Santa Caterina.

Di lorong sebelah kiri, ada altar Santa Caterina (l'altare di Santa Caterina), satu-satunya altar Gotik di katedral ini. Kemudian makam Uskup Agung Filippo Archinto, seorang pengacara Italia, birokrat kepausan dan diplomat Italia, yang meninggal tahun 1558. Ada patung Sant Bartholomew, karya pematung Marco Ferrari d'Agrate tahun 1562 dan patung Gian Giacomo Medici, seorang panglima militer Italia, hasil karya pematung terkenal Michelangelo.


Jika punya banyak waktu dan tidak takut ketinggian, cobalah naik ke puncak duomo. Melewati anak – anak tangga di sisi timur atau menggunakan lift yang tersedia. Karena puncak Duomo adalah tempat yang kaya akan ornamen dan patung dari semua ukuran. Di tempat ini juga, kita bisa menikmati indahnya kota Milan, dari balik 145 sulaman tembok menara, yang dibangun abad ke-18. 

Menara paling tinggi adalah La Madonnina (Patung Bunda Maria), dirancang oleh pemahat Giuseppe Perego dan ahli emas Giuseppe Bini. Patung simbol pelindung kota Milan ini, memiliki tinggi 4,16 meter sekaligus menjadi titik tertinggi Duomo Milan. Menara tertua adalah menara Carelli, dibangun tahun 1397-1404. Didedikasikan untuk Marco Carelli, dermawan kelahiran Milan, yang semasa hidupnya aktif sebagai pengusaha dan bankir Italia.

Tangga ke atap Duomo.

Dari 1800 patung yang ada di puncak Duomo, tidak semua mewakili orang-orang suci, martir, dan tokoh Alkitab. Beberapa patung mewakili tokoh – tokoh tertentu, yang mungkin tidak ada hubungannya dengan Duomo sebagai tempat ibadah. Beberapa patung bahkan menyimpan misteri atau pesan tersembunyi dari pemiliknya. 

Diantaranya Patung Liberty (Statua della Libertà), dikenal juga dengan nama “Statua della Legge Nuova” (patung hukum baru). Patung karya Camillo Pacetti, yang dibuat pada tahun 1810, saat Napoleon Bonaparte menguasai Milan. Konon patung ini yang mengilhami Frederic Auguste Bartholdi, untuk membangun Patung Liberty di New York pada tahun 1885.

Patung Liberty di Duomo Milan.

Ada juga patung penyair besar Italia Dante Alighieri, konduktor Arturo Toscanini dan raja Vittorio Emanuele. Ada patung petinju Primo Carnera, orang Italia pertama yang mendapat gelar kelas berat dunia. Patung dinosaurus kecil dan burung merpati, yang lebih aneh, mungkin patung helm Romawi, raket tenis, sarung tinju, bola rugby, peralatan tukang kayu dan patung misterius lainnya.


Tapi itulah Duomo Milan, karya kolosal yang melibatkan banyak orang, dengan berbagai profesi dan latar belakang yang berbeda. Kini, bangunan kebanggaan masyarakat Milan ini, menjadi katedral terbesar di Italia dan terbesar ketiga di dunia, setelah Basilika Santo Petrus di Vatikan dan Katedral Seville di Spanyol. Arrivederci….

Trailer Duomo Milan:

Sumber:
https://it.cathopedia.org/wiki/Cattedrale_di_Santa_Maria_Nascente_(Milano)

Monday, November 26, 2018

“Festival bunga - bunga mekar” di kota Castelluccio, Umbria.


Tanggal 30 Oktober 2016 gempa bumi meluluh - lantahkan kota ini. Separuh kota Castelluccio hancur, gereja Santa Maria Assunta dan menara loncengnya roboh. Beberapa karya seni bisa diselamatkan sebelum gereja ambruk, namun sayang sebagian karya seni yang bernilai tinggi hilang.

Namun gempa tidak membuat penduduk Castelluccio terpuruk lebih lama. Berjuang dengan gigih dan terus memperbarui diri setelah terluka akibat gempa. Kini kota Castelluccio mulai menunjukkan kembali keindahan aslinya. Pemandangan alam yang mampu menarik wisatawan dari seluruh dunia datang ke kota ini. 

Castelluccio memang salah satu kota di wilayah Umbria yang paling menarik untuk dikunjungi. Berjarak 30 km dari Norcia, salah satu kota terdekatnya. Kota kecil yang mendominasi lembah di sekitar lereng gunung Carrier, lembah Grande dan lembah Perduto. Kota yang bertengger di salah satu bukit, yang menjadikannya kota tertinggi di rangkaian pegunungan Apennines. 

La fiorita.

Kota ini dikenal karena la fiorita (hamparan bunga – bunga mekar), begitu masyarakat Italia menyebutnya. Setiap tahunnya antara akhir juni - awal Juli, kawasan ini berubah menjadi palet warna alam. Saat bunga – bunga di sekeliling pegunungan Sibillini mekar bersama secara spontan. 

Peristiwa yang luar biasa indahnya, mungkin juga yang terunik di dunia. Beraneka jenis tanaman yang berbunga yang memancarkan tiga warna dominan di wilayah itu. Warna kuning dari bunga lens culinaris ( dalam bahasa Italia: lenticchie), warna merah dari bunga papaver rhoeas (poppy) dan warna biru dari bunga cornflowers.

Bagaikan surga bagi para pencinta bunga, mereka yang selalu setia datang ke kota ini untuk menghadiri la festa della Fioritura atau festival bunga - bunga mekar. Sebuah acara rutin tahunan yang digelar oleh masyarakat setempat. Menyaksikan karpet alami dari berbagai warna - warni bunga yang mekar bersamaan, seperti: bunga lens culinaris, papaver rhoeas (poppy), gentiana acaulis, narcissus (bakung), viola, trifolium dan lain - lain.

La fiorita.

Pada tahun 1993, tepat di jantung Italia, diresmikan il Parco Nazionale Monti Sibillini (Taman Nasional pegunungan Sibillini). Hutan seluas seluas 70.000 hektar dalam rangkaian pegunungan yang bisa dijangkau sampai puncak monte Vetture ( gunung Vetture) di ketinggian 2.476 m. Di sinilah tempat serigala, burung elang emas, burung falcon peregrine dan berbagai spesies lainnya bisa hidup dengan tenang.

Menurut penelusuran sejarah, kota ini sudah ada sejak zaman kuno. Bukti tertua ditemukan dalam koin perunggu bergambar Kaisar Claudius II the Gothic (268-270 AD). Dikenal juga sebagai kawasan para pengembala domba musiman. Kemudian mereka berubah menjadi peternak dan petani tetap. Mereka merubah hutan menjadi padang rumput dan pemukiman. Menggunakan kayu hutan untuk membangun rumah dan bahan bakar untuk memanaskan rumah mereka. 

Mereka juga memiliki hasil pertanian yang sangat diandalkan. Penduduk asli Castelluccio menyebutnya "Lénta". Dalam bahasa umumnya di sebut La lenticchia, tumbuhan yang berasal dari famiglia Leguminosae. Tanaman tahunan yang mekar antara bulan Mei sampai Agustus. Masuk dalam jenis kacang-kacangan, yang keberadaannya sudah ada sejak zaman neolitikum. Kini Castelluccio diakui dunia sebagai daerah asal tanaman la lenticchia.

Le lenticchie Castelluccio.

La lenticchia memiliki rasa yang gurih, tahan terhadap hama dan bervariasi dalam bentuk dan warna tergantung pada varietas tertentu dari tanaman. Dari segi kesehatan, la lenticchia mengandung nilai gizi yang tinggi. Bisa menjadi makanan pengganti protein bagi mereka yang tidak mengkonsumsi protein hewani. Bisa dikonsumsi oleh mereka yang bermasalah dengan kolesterol dan manfaat - manfaat lainnya.

Selain menjadi salah satu produk andalan pertanian Italia, la lenticchia juga salah makanan yang banyak digemari masyarakat di sini. Teristimewa saat musim dingin, saat perayaan Natal dan Tahun baru. Le lenticchie con cotechino pasti masuk dalam daftar menu spesial hari raya bagi banyak keluarga Italia. 

Le lenticchie con cotechino.

Kota Castelluccio bisa dicapai dari beberapa kota besar, seperti dari Roma atau Florence. Meskipun jadwalnya terbatas, bis umum juga ada yang menuju kota ini. Jika membawa kendaraan sendiri dari kota ibukota Roma, kita bisa mengambil via Flaminia (SS no.3). Jalan yang dibangun sejak zaman Romawi kuno. Jalan dari Roma melintasi pegunungan Appenines menuju ke Laut Adriatik sampai Rimini. Melewati kota Narni Scalo, Terni, Spoleto, Norcia hingga Castelluccio, dengan pemandangan indah lembah Nerina.

Bisa juga melewati via Salaria (SS no.4), jalan kuno yang sudah ada sejak abad ke-8 SM sebagai jalur perdagangan garam. Jalan dari Roma yang menuju ke Laut Adriatik sampai San Benedetto del Tronto. Melewati kota kota Forche Canapine menyusuri lereng gunung Vettore yang curam dan lembah Grande dengan panorama alamnya yang indah, sampai di kota Castelluccio.

Sebelum gempa tahun 2016, kota Castelluccio adalah kota tua yang unik. Jalan – jalan sempit berkelok – berkelok dan naik turun. Rumah – rumah dengan jendela kecilnya, berderet berdekatan dan bersandar satu dengan yang lainnya. Selain itu banyak juga bangunan yang berfungsi sebagai lumbung dan kandang kuda. Di pusat kota Castelluccio terdapat alun – alun yang luas (piazzale), tempat masyarakat setempat berkumpul dan berinteraksi, juga tempat untuk menyambut pengunjung yang datang. 

Kota Castelluccio.

Jika naik lebih tinggi lagi ke atas bukit, terdapat benteng tua yang dibangun abad ke-16. Kemudian ada gereja Santa Maria Assunta, gereja yang dibangun pada tahun 1500. Di dalam gereja ini terdapat monumen bersejarah dan karya seni bernilai. Patung kayu “Madonna” ( Bunda Maria) yang dibuat tahun 1499. Karya pematung terkenal dari Norcia, Giovanni Antonio di Giordano. 

Sampai saat ini, kawasan ini masuk dalam “zona merah” gempa. Namun beberapa lembaga seni dan budaya, juga pemerintah setempat tetap menunjukkan kepeduliannya. Mereka mencoba memperbaiki dan menyelamatkan beberapa bangunan yang tersisa, salah satunya adalah gereja Santa Maria Assunta Castelluccio. Semoga usaha dan rencana mereka bisa terwujud. Arrivederci…

Trailer la fiorita di Castelluccio :



Sumber : 
http://www.bellaumbria.net/it/la-fiorita-castelluccio-di-norcia/

Wednesday, October 31, 2018

Duomo Milan.


Inilah Duomo Milan, bangunan yang tidak asing di dunia pariwisata dan para pencinta travelling. Salah satu simbol kota Milan yang letaknya tepat di jantung kota Milan. Bangunan tinggi menjulang, berdinding marmer, bergaya gotik, penuh dengan ukiran dan patung-patung yang kaya akan makna.

Karya seni terbesar Lombardy, yang membutuhkan waktu hampir 5 abad untuk membangunnya. Dimulai pada tahun 1386 dan selesai pada tahun 1800. Gereja kebanggaan masyarakat Milan, lambang keabadian, kemegahan, keagungan dan keanggunan.

Pada mulanya, ini tempat kuil suci Romawi "Minerva”. Atas keinginan Sant’ Ambrogio, kuil itu kemudian diubah menjadi sebuah gereja yang didedikasikan untuk Santa Maria Nascente. Dibangun atas perintah penguasa Milan, Gian Galeazzo Visconti dan dukung sepenuhnya oleh masyarakat Milan. Inilah salah satu alasan, mengapa disebut Duomo bukan Katedral. Karena dari dahulu sampai sekarang, masyarakat Milanlah yang bahu membahu membangun dan menjaganya.

Bagian dalam Duomo Milan.

Selama pembangunannya, Duomo mengalami banyak perubahan karena penggantian penguasa Milan. Namun ide brilian dari Visconti tetap dipertahankan, tidak menggunakan batu bata sesuai tradisi waktu itu, tetapi menggunakan marmer Candoglia dari danau Maggiore. 

Ditangan para arsitek dan seniman ternama, seperti: Pelegrino Tibaldi, Martino Bassi, Leonardo da Vinci, Giulio Romano, Bramantino dan lain – lain, Duomo menjadi sebuah bangunan yang sangat menakjubkan. Kini, selain sebagai pusat pelayanan paroki Santa Tecla, gereja ini  tercatat sebagai gereja terbesar di Italia dan terbesar ke-empat di dunia.

Duomo Milan dibuka untuk umum setiap harinya, dari pukul 8.00 sampai pukul 19.00 malam. Untuk masuk ke ruangan utama Duomo, kita tidak dipungut biaya. Cukup antri dengan sabar, mengenakan pakaian yang sopan dan mengikuti setiap peraturan yang disampaikan petugas. 

Namun di beberapa ruangan, kita memang diwajibkan membayar karcis masuk dengan harga yang bervariatif, seperti: di museum Duomo, Scurolo di S. Carlo (ruangan Santo Carlo Barromeo), naik ke atap Duomo baik melewati tangga ataupun dengan lift, dan beberapa tempat lainnya. 

Jendela kaca Duomo.

Ruang utama Duomo memiliki ketinggian 50 meter, terdiri dari lima bagian yang dipisahkan oleh lorong. Setiap lorong disangga oleh barisan pilar yang kokoh. Di sebelah kanan - kiri lorong, berderet dengan rapih kursi kursi kayu. Lantai bangunan terbuat dari marmer bermotif bunga dengan perpaduan warna putih, biru dan perak.

Langit – langit dan kubah bangunan berbentuk lengkung, dipenuhi dengan ukiran dan lukisan para seniman. Sisi-sisi bangunan didominasi oleh jendela- jendela kaca yang tinggi dan megah. Beberapa lukisan di jendela kaca menceritakan tentang kisah kehidupan para Santo dan tokoh – tokoh dalam kitab suci, diantaranya kisah tentang “Giudizio Universale” (penghakiman terakhir).

Kita bisa berjalan di sepanjang sisi kiri ruangan utama. Menikmati berbagai karya seni sambil membaca tulisan – tulisan yang terpampang di depannya, seperti: kehidupan Bunda Maria, dekrit Konstantinus, kehidupan St. Ambrosius, sejarah kota Milan dan lain – lain.

Di sisi kanan ruangan utama, ada patung Sant Bartholomew, hasil karya pematung Marco Ferrari d'Agrate pada tahun 1562. Ada patung Ariberto d'Intimiano, salah seorang Uskup Agung Milan. Ada patung Gian Giacomo Medici, hasil karya pematung terkenal Michelangelo. 

Salah satu relief di ruang utama.

Di sudut kiri ruangan, berdiri il Candelabro Trivulzio, tempat lilin perunggu bercabang tujuh, setinggi 5 meter. Dipahat oleh pandai emas Prancis bernama Nicola da Verdun pada abad ke-11. Kemudian disumbangkan kepada Giovanni Battista Trivulzio pada tahun 1562.

Di altar utama, terdapat il Sacro Chiodo (Paku Salib Sejati), salah satu peninggalan yang paling berharga dari Duomo Milan. Letaknya di atas altar, berwarna merah dan terlihat sangat jelas dari berbagai sudut di ruangan utama. Di tempat ini juga terdapat tiga alat musik organ, yang pertama dibuat tahun 1938. Termasuk salah satu organ pipa terbesar di Italia dan yang terbesar di Eropa. Organ kedua dibuat tahun 1913, pernah diperbaiki tahun 1941 dan organ ketiga dibuat tahun 1984. 

Di bawah altar utama, terdapat pintu masuk ke Treasure of the Cathedral, tempat di mana jubah kuno, cawan emas, dan barang – barang berharga lainnya tersimpan. Di ruangan bawah tanah Duomo juga terdapat sisa – sisa bangunan battistero di San Giovanni alle Fonti. Tempat pembaptisan pertama di kota Milan yang dibangun tahun 378 – 397.

Jika kita tidak takut ketinggian, cobalah untuk naik ke atap Duomo. Melewati anak – anak tangga yang ada di samping Duomo atau menggunakan lift yang tersedia. Karena dari tempat inilah kita bisa melihat menara satu – persatu dari 145 menara yang dibangun di abad ke-18.

Atap Duomo Milan.

Saat tiba di atap, rasa lelah kita pun akan hilang seketika. Merasakan suasana di antara puncak menara – menara yang berdiri megah, sambil menikmati pemandangan kota Milan yang indah.

Dari sekian banyak menara, Madonnina adalah menara tertinggi di Duomo. Patung setinggi 4 meter yang terbuat dari lempengan tembaga dan dilapisi emas. Hasil karya pematung Giuseppe Perego dan ahli emas Giuseppe Bini. Menara yang menjadi simbol pelindung kota Milan ini diresmikan tahun 1774. 

Menara tertua adalah menara Carelli. yang dibangun tahun 1397-1404. Menara yang didedikasikan untuk Marco Carelli, sebagai penyokong dana terbesar dalam pembangunan Duomo Milan. Seorang dermawan kelahiran Milan antara tahun 1320 – 1327 yang semasa hidupnya aktif sebagai pengusaha dan bankir Italia. 

Diperkirakan Duomo Milan juga memiliki lebih dari 2500 patung. Yang paling banyak adalah patung yang mewakili orang – orang kudus, para martir dan tokoh – tokoh alkitab. Namun ada beberapa patung yang mewakili tokoh – tokoh tertentu, yang mungkin tidak ada hubungannya dengan Duomo sebagai tempat ibadah. Ada juga patung yang menyimpan misteri atau pesan tersembunyi dari pemiliknya. 

Patung Liberty di Duomo Milan.

Diantaranya ada Statua della Libertà (Patung Liberty), di Italia dikenal dengan nama Statua della Legge Nuova (patung hukum baru). Karya Camillo Pacetti tahun 1810 yang dibuat pada masa Napoleon Bonaparte berkuasa. Konon patung ini yang mengilhami Frederic Auguste Bartholdi, untuk membangun Patung Liberty di New York pada tahun 1885.

Ada patung penyair besar Dante Alighieri, konduktor Arturo Toscanini dan raja Vittorio Emanuele. Ada patung pemain tinju Primo Carnera, orang Italia pertama yang mendapat gelar kelas berat dunia. Ada patung dinosaurus kecil dan burung merpati. Dan yang lebih aneh, mungkin patung helm Romawi, raket tenis, sarung tinju, bola rugby, peralatan tukang kayu dan mungkin masih banyak lagi patung misterius lainnya.

Namun, dari yang saya pahami, ini tidak menjadi masalah bagi masyarakat Milan. Seperti dalam pembangunannya yang melibatkan banyak orang dalam berbagai profesi dan latar belakang. Maka hal yang wajar jika patung- patung yang dihasilkan juga ada sedikit perbedaan, karena Duomo Milan memang milik semua, milik alam semesta. Arrivederci….

Trailer Duomo Milan:



Sumber:
http://www.lombardiabeniculturali.it/architetture/schede/LMD80-00004/
http://curiosami.altervista.org/strano-universo-guglie-duomo/




Sunday, October 14, 2018

Banyak jalan menuju Roma.

http://www.arte.it/foto/600x450/69/64145-1280px-Rome_Via_Appia_Antica_13-01-2011_13-21-18.jpg

Peribahasa ini sudah kita dengar sejak kecil, pepatah yang bijak dengan arti yang sangat dalam. Supaya kita tidak mudah putus asa dalam mengupayakan sesuatu, dalam mengapai sesuatu, asalkan kita mau berusaha, pasti ada jalan keluar yang terbaik, karena banyak jalan menuju Roma.

Pepatah ini juga sangat populer di Italia, meskipun artinya sedikit berbeda: “Tutte le strade portano a Roma” (semua jalan menuju Roma), terlepas dari sisi yang mana keputusan diambil, kita akan mendapatkan hasil yang sama. Pepatah ini lahir dimasa ekspansi Romawi, saat Kekaisaran menduduki seluruh lembah Mediterania dan sebagian besar benua Eropa.

Saat Roma menjadi pusat dunia, kota ini menjadi titik referensi seluruh wilayah Eropa. Kota yang ramai dan maju, tempat kuil – kuil dibangun dengan megahnya, pusat Kekaisaran dan Senat, juga tempat dimana rumah kediaman para Kaisar berada.



Miliarium Aureum


Banyak jalan utama Romawi kuno dibangun berawal dari Roma. Sistem jalan yang efisien dan diatur sedemikian rupa sehingga dari semua kota besar dan benteng-benteng legiun, seseorang dapat mencapai Roma melalui salah satu dari banyak jalan Kekaisaran yang dibangun saat itu.

Jalan – jalan itu tersebar ke banyak arah, jalan yang bisa mengantar orang – orang datang maupun pergi meninggalkan Roma. Pada abad 20 SM atas perintah Ottaviano Augusto“Miliarium Aureum” didirikan di Forum Roma (pusat pemerintahan Romawi kuno). Tiang marmer berlapis perunggu sebagai titik referensi (titik nol kilometer) untuk menghitung jarak. Terletak di pertemuan ideal jalan suci ): la via sacra, il vicus argentarius dan il vicus lugarius. 


La Via Sacra
adalah poros jalan paling penting dan tertua di lembah Forum. Jalan ini mengarah ke selatan, ke Appia sampai Brindisi, di sebuah pelabuhan yang menuju Yunani dan Asia. Il vicus Argentarius , jalan yang mengarah ke utara menuju Aurelia sampai ke Pisa, kemudian berlanjut menuju Narbonensis (Perancis saat ini) dan Tarraconense (Spanyol saat ini). Sedangkan il vicus lugarius, jalan yang mengarah ke timur – utara, dari Flamina sampai ke Norico dan Raetia (wilayah Austria dan Jerman saat ini).


La via Sacra di kota Roma kini .

Jaringan jalan Romawi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerajaan Romawi yang besar dan bersatu. Selain dipergunakan untuk transportasi barang dan militer, jalan – jalan itu berfungsi juga untuk memperkuat pengaruh politik, ekonomi dan budaya di wilayah – wilayah yang ditaklukannya.

Jalan – jalan itu dikendalikan dan dipelihara oleh institusi Roma, jalan yang membentang ribuan mil jauhnya dari wilayah Italia, sebagian besar wilayah Eropa, Asia dan Afrika. Terhubung dengan jalur komunikasi dan distribusi di semua provinsi Kekaisaran. Berinteraksi sempurna dengan pelabuhan – pelabuhan utama dan jaringan maritim Romawi.

Sistem konstruksi jalan Romawi memang agak rumit. Jalan yang memiliki standar ukuran, dilengkapi dengan saluran air, nama jalan, tanda jarak yang akurat pada tonggak dan standar – standar lainnya. Setelah tanah digali, empat lapis material yang berbeda disusun teratur di dalam penggalian.

Dari karakteristik berlapis inilah, asal mulanya nama jalan atau “strata”, dalam bahasa Italia “strada”, dalam bahasa Inggris “street”, dalam bahasa Jerman “strasse” dan bahasa Belanda “straat”. 

Tehnik pembuatan jalan Romawi kuno.

Bangsa Romawi kuno sangat cermat dan teliti dalam perhitungan, sehingga hambatan apapun mampu mereka atasi. Membangun jembatan yang menghubungkan bukit yang satu dengan bukit lainnya, menghitung perbedaan ketinggian supaya menghindari jalan yang menurun atau menanjak terlalu curam dan lain – lain.

Beberapa dari hasil karya mereka masih berdiri kokoh sampai sekarang, seperti jembatan Via Appia di dekat kota Ariccia yang dibangun dari abad ke-2 SM. Jembatan Pont Saint Martin di lembah Aosta Piedmont, yang dibangun abad ke-2 SM yang memiliki lebar lengkungan tiang penyangga lebih dari tiga puluh meter. 

Kemudian Il ponte di Alcántara yang melintasi Sungai Tagus di kota Alcántara provinsi Cáceres, Spanyol dan jembatan Romawi terpanjang di Turnu Severin, Rumania. Dibangun atas perintah Trajan di Danube pada abad 104 M, dengan panjang lebih dari 1127 meter dan ditopang oleh 20 pilar batu dan lengkungan kayu. 

Pont Saint Martin, Piedmont.

Dalam pemberian nama, jalan – jalan Romawi juga memiliki berbagai macam latar belakang. Bisa berasal dari fungsi jalan itu sendiri, seperti: Via Salaria, jalan yang digunakan untuk mengangkut garam (sale). Via Argentea di Iberia (Spanyol sekarang), digunakan sebagai lalu lintas mineral (Ag). 

Ada yang berasal dari nama asli wilayahnya, seperti: Via Ostiense, jalan di wilayah Ostia, Via Ardeatina di wilayah Ardea, Via Tiburtina di wilayah Tibur, Via Nomentana di wilayah Nomentum.

Namun banyak juga nama jalan yang mengabadikan nama orang (konsuler) yang bertanggung jawab dalam pembangunannya, seperti: Via Appia, dibangun atas perintah Appio Claudio Blind (312 SM), Via Flaminia atas perintah Caio Flaminio (223-219 SM), Via Emilia atas perintah Marco Emilio Lepido (175 SM).

Jalan – jalan Romawi tetap prima hingga akhir zaman kuno, bahkan sebagian jalan itu masih bisa dinikmati masyarakat Italia masa kini yang dikenal dengan nama “SS”(strada statale) yang artinya jalan nasional. Jalan – jalan itu ditandai dengan angka dari 1 hingga 8 dan namanya: Aurelia, Cassia, Flaminia, Salaria, Tiburtina, Casilina, Appia dan Ostiense.

Via Aurelia ( SS no. 1 ) dibangun pada abad III SM atas perintah Gaio Aurelio Cotta.  Jalan yang menghubungkan Roma - Prancis melewati sepanjang tepi Laut Tyrrhenian dan Laut Liguria.

Via Cassia (SS no. 2) dibangun pada tahun 154 SM atas perintah Cassio Longino. Jalan yang menghubungkan Roma - Florence, Lucca dan Pistoia. 

Via Flaminia (SS no. 3), jalan dari Roma melintasi pegunungan Appenines menuju ke Laut Adriatik sampai Rimini.

Papan nama jalan via Appia. 

Via Salaria (SS no. 4) sudah ada sejak abad ke-8 SM sebagai jalur perdagangan garam. Jalan yang menuju ke Laut Adriatik sampai San Benedetto del Tronto.

Via Tiburtina Valeria (SS. no. 5) dibangun abad 286 SM atas perintah Marco Valerio Massimo. Menghubungkan Roma ke Tibur kuno (Tivoli), menyeberangi Abruzzo menuju Laut Adriatik sampai Pescara.

Via Casilina (SS no. 6) adalah jalan yang mengarah ke Caserta (sebelumnya Casilinum).

Via Appia (SS no. 7), jalan yang menghubungkan Roma ke Brundisium (Brindisi sekarang), salah satu pelabuhan terpenting di Italia kuno. Dibangun atas perintah Appio Claudio Blind pada abad ke-3 SM

Yang terakhir adalah SS no.8, Via Ostiense (dalam bahasa Latin: via Ostiensis), jalan dari Roma sepanjang 24 kilometer menuju Ostia. 

Peta algoritma Benedikt Groß dan kawan – kawan. 

Bagaimana dengan kota – kota di negara Eropa lainnya, apakah “semua jalan menuju Roma” masih berlaku juga untuk saat ini ? Untuk membuktikannya, desainer Benedikt Groß, Phillip Schmitt dan Raphael Reimann pada tahun 2015 membuat peta algoritma. Mereka merancang jalan tercepat untuk mencapai Roma dari 486.713 titik awal yang berbeda, dan hasilnya tampak pada gambar peta di atas. Arrivederci….

Trailer jalan Romawi via Appia di Brindisi :




Wednesday, October 10, 2018

Sejarah Kopi di Italia


Seperti warnanya yang hitam, kopi juga memiliki sejarah yang sedikit misterius. Diperkirakan budaya minum kopi di dunia, berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Mungkin sekitar abad XV, di negara-negara seperti Ethiopia, Persia dan Yaman, dimana pohon kopi ( arabica caffè) berasal. Dari sana, kopi pun  menyebar ke Turki dan Eropa.


Di Italia, kopi baru dikenal sejak tahun 1570, lewat jasa seorang dokter terkenal, sekaligus ahli botani yang bernama Dokter Prospero Alpino. Setelah lama tinggal di Mesir, Alfino pulang ke   ke Serenissima (kota Venice sekarang), dengan membawa beberapa karung kopi.
Di kota inilah, untuk pertama kali secangkir kopi diakui kenikmatannya. Kabar ini kemudian menjalar ke kota Turin, Genoa, Milan, Florence, Roma dan  kota - kota besar lainnya di Italia.


Antara tahun 1600 – 1700, biji kopi masih dijual mentah dan dipanggang secara manual. Namun kondisi ini, tidak menyurutkan para pengusaha kopi di kota Venice, untuk membuka lapangan kerja baru.  Mereka pun mulai membuka kedai - kedai kopi khas kota Venice.  Salah satunya adalah kedai kopi “ FLORIAN “di depan Piazza San Marco, yang buka pada tahun 1720.  Sampai sekarang cafe legendaris ini masih ramai dikunjungi, baik oleh turis maupun  para penikmat kopi. 

Kedai kopi pertama di kota Venice.( Foto: arsip Forian Cafe)

Kopi juga merupakan barang mewah pada awalnya. Hanya keluarga-keluarga kaya dan orang-orang tertentu saja yang mampu membelinya. Biasanya mereka memanggangnya di rumah, untuk dikomsumsi sendiri atau menjamu tamu. Situasi ini menginspirasi seorang pengusaha bernama Carlo Bontadi,  untuk mendirikan sebuah pabrik penggilingan kopi pertama di Italia, di kota Rovereto, pada tahun 1790.

Perusahaan kopi Bontadi, kemudian mengembangkan seni memanggang kopi dengan peralatan khusus. Dari mesin penggilingan pertama yang digerakkan secara manual, dengan kapasitas 5 kg kopi. Berkembang ke mesin motor listrik pertama, dengan kapasitas pemanggangan 30 kg kopi per jam pada tahun 1930. Dikembangkan lagi menjadi mesin yang bisa menghasilkan 500 kg kopi panggang per jam pada tahun 1954.

Bontadi akhirnya tercatat dalam sejarah kopi Italia, sebagai perusahaan yang mampu memperluas jaringan penjualan kopi, hanya beberapa tahun sejak pendiriannya. Perusahaan ini juga  yang berhasil menanda tangani kontrak impor kopi pertama Italia.

Untuk mengenang kedekatan keluarga Botandi dengan kopi, pada bulan Januari 2016 diresmikan museum kopi “CoBo “ ( koleksi Bontadi) di kota Rovereto. Museum yang memamerkan koleksi pribadi keluarga Bontadi yang tersimpan selama 200 tahun. 

Pabrik kopi pertama di Rovereto.( foto: koleksi Museum Cobo).

Kesuksesan dalam mengelola kopi juga di alami oleh Luigi Lavazza. Pendiri Luigi Lavazza S.p.A., perusahaan Italia yang memproduksi kopi panggang di Turin pada tahun 1895. Ada juga Caffè Illy yang didirikan oleh Francesco Illy di Trieste pada tahun 1933. Pellini Caffè yang didirikan pada tahun 1922 di kota Verona dan yang lainnya. 

Setelah menyebar ke seluruh semenajung, kopi bagaikan minuman ritual bagi berbagai kalangan masyarakat Italia. Sehingga muncul sebuah ide tentang "espresso", mesin yang bisa mengurangi waktu persiapan kopi di tempat umum. Pada tahun 1855 Prototipe mesin espresso pertama dipamerkan di l’Esposizione Universale di Parigi (Pameran Universal Paris).

Mesin espresso.

Pada tahun 1901, mesin kopi espresso bertenaga uap pertama diciptakan oleh Luigi Bezzera, seorang insinyur Italia yang bermukim di kota Milan. Penemuannya itu menjadikan dorongan bagi penelitian dan peningkatan teknologi yang diprakarsai oleh banyak perusahaan Italia, termasuk La Pavoni dan Victoria Arduino.

Antara tahun 1940 – 1950, adalah masa dimana perusahaan-perusahaan mesin espresso banyak melakukan perubahan besar dalam estetika mesin. Pada tahun 1948 Achille Gaggia memperkenalkan ekstraks "Pressure", yang memungkinkan memperoleh minuman yang lebih pekat dan lebih aromatik. Kemudian pada tahun 1949 arsitek terkenal Giò Ponti menciptakan mesin espresso pertama dengan boiler horizontal untuk La Pavoni

Menyiapkan kopi di rumah juga menjadi lebih mudah dan singkat, sejak di temukan "Moka Express". Mesin kopi yang terdiri dari empat elemen aluminium utama dan memiliki pegangan Bakelite. Mesin ini dirancang oleh seorang pengusaha Italia bernama Alfonso Bialetti pada tahun 1933. Namun, selama bertahun-tahun, pengoperasian Moka tidak banyak mengalami perubahan.

Mesin moka.

Minum kopi memang sebuah tradisi kuno, yang kini menjadi sebuah tradisi milik kita semua, di belahan dunia manapun. Mungkin sedikit orang yang peduli dengan asal usulnya, tapi kopi tetap menjadi minuman yang dicintai banyak orang, yang bisa menyatukan kita sebagai mahluk sosial. Budaya yang akan terus berlanjut, dari generasi ke generasi, meskipun memiliki ciri khasnya tersendiri, dalam cara penyajiannya.

Meskipun harus mengimpor kopi dari Afrika, Asia dan Amerika Selatan setiap tahunnya. Budaya ngopi juga telah menyatu dengan kultur masyarakat Italia. Kopi  juga telah  menginspirasi banyak orang Italia untuk menciptakan sesuatu, bahkan masih terus berlanjut sampai sekarang. 

Hasil - hasil penemuan mereka itu tersimpan dengan rapih di banyak museum kopi. Ini sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang sudah bekerja keras dan menciptakan berbagai ide cemerlang, sehingga secangkir kopi yang nikmat tersaji di tangan kita.


Selain museum kopi di kota Rovereto, Italia juga memiliki museum kopi Lavazza di Turin, museum kopi Trieste, museum kopi Dersut di Conegliano Veneto. Kemudian museum mesin – mesin kopi Cagliari dan MUMAC di kota Milan.

Museum MUMAC.

MUMAC Milan diresmikan tahun 2012, museum yang memiliki koleksi mesin kopi terbanyak dan terlengkap di dunia. Beralamat di via Neruda no. 2 Binasco kota Milan, dibangun diatas bangunan bersejarah Cimbali Group, salah satu perusahaan profesional Italia yang memproduksi peralatan espresso dan cappuccino. 


Museum ini dibuka untuk umum dengan perjanjian, buka dari hari selasa sampai jum’at, dari jam 10.00 – 13.00 dan jam 14.30 – 17.00. Memiliki luas bangunan 1.700 meter persegi dan berwarna merah, dirancang oleh desainer Valerio Cometti dan arsitek Paolo Balzanelli. Karena bentuknya yang unik, museum ini termasuk salah satu dari 101 bangunan terindah di dunia. 

Menyusuri ruangan – ruangan di museum MUMAC , seperti dalam perjalanan sepanjang zaman. Memiliki enam ruang pameran yang masing – masing di tandai oleh papan pengantar yang menceritakan periode historisnya. Ruangan diperkaya juga dengan foto – foto, layar sentuh untuk mengundang interaktivitas para pengunjung, berbagai poster iklan dan benda-benda karakteristik dari waktu ke waktu. Setiap langkah kita juga diiringi oleh sebuah alunan musik.

Di museum – museum inilah kita bisa belajar, bahwa kopi yang kita minum setiap hari, hanyalah bagian terakhir dari sebuah kisah yang dimulai jauh ke belakang. Museum yang akan menginspirasi setiap generasi untuk menciptakan sesuatu yang berguna juga untuk generasi kita selanjutnya. Arrivederci...

Trailer museum MUMAC Milan :


Sumber: https://www.lacucinaitaliana.it/news/in-primo-piano/caffe-storia

More articles

Holocaust Memorial Milan.

Other posts