Thursday, August 30, 2018

Kota Ternate di tepi danau Comabbio.


Kota ini mengingatkan saya akan kota Ternate di Indonesia Timur. Kota di kaki gunung api Gamalama di pulau Ternate, Maluku utara. Kota yang sudah di kenal sejak zaman penjajahan dulu sebagai daerah penghasil bumbu seperti lada, pala dan cengkeh. Jejak-jejak sejarah mereka terekam di banyak benteng peninggalan Portugis dan Belanda. 

Di Italia utara, tepatnya di wilayah Lombardia ada juga kota Ternate. Sebuah kotamadya di provinsi Varese yang berpenduduk 2.413 jiwa. Kota kecil yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Letaknya berada di kaki bukit Santa Maria, di pinggir sebuah danau Comabbio yang indah dan memiliki banyak rawa. Dari kota ini bisa terlihat dengan jelas rangkaian pegunungan Alpen. 

Selamat datang di kota Ternate, Italia. 

Menurut penelitian, penduduk asli daerah ini adalah keturunan celtic. Mereka adalah orang Indo-Eropa, yang menyebar keseluruh dataran Eropa sekitar abad III-IV SM. Dari catatan sejarah, daerah ini beberapa kali berganti kepemilikan. Pada tahun 1652, danau-danau di sekitar Varese termasuk danau Comabbio dibeli oleh Keuskupan Biglia. Namun keluarga Borghi tercatat sebagai pemilik terakhir danau in, sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. 

Kota Ternate tidak sendiri di danau Comabbio, masih ada kota-kota kecil lainnya seperti: kota Varano Borghi, Corgeno, Mercallo, dan Comabbio. Meskipun bukan kawasan wisata, transportasi umum seperti kereta api atau bis ada yang menuju kota ini. Namun jika kita membawa kendaraan pribadi akan lebih nyaman, karena kita bisa mencapai lebih dekat ke tepi danau. 

Kota Ternate dari kejauhan.

Sama seperti masyarakat Italia di sekitar danau, di akhir pekan saya juga selalu mengunjungi kota Ternate. Kota yang sangat berarti bagi saya, kota yang bisa mengobati kerinduan saya akan Indonesia. Kota dengan pemandangan alamnya yang indah, alami dan terawat dengan baik

Berjalan mengelilingi danau adalah kegiatan yang paling menarik di tempat ini. Menyusuri tepian danau, di jalan yang lebar dan beraspal mulus sepanjang 12 km. Jalan yang sangat cocok untuk melakukan berbagai aktifitas olah raga seperti: bersepeda, jogging, trekking, memancing dan lain - lain. Dan bagi pencinta olah raga kano, danau Comabbio juga menyediakan sekolah atau kursus berperahu kano. 


 Jalan di tepi danau.

Mengelilingi danau Comabbio akan mendapat banyak manfaat. Selain menjadi sehat karena berolah raga, kita juga bisa belajar tentang tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar danau. Menurut seorang ahli botani, danau ini kaya dengan tanaman eksotik seperti : Sagittaria latifolia ( tanaman air aslinya dari Amerika Utara ), Sagittaria platyphylla ( daunnya berbentuk bulat telur dari Amerika Tengah), Nelumbo nucifera ( lotus, aslinya dari negara tropis ) dan masih banyak lagi jenis-jenis lainnya.

Karena suasananya yang silih berganti saat mengelilingi danau, rasa lelahpun kadang tak terasa. Setelah puas melihat danau dengan beraneka ragam mahluk hidup didalamnya, kita juga bisa mendengarkan suara burung - burung yang bernyanyi merdu tatkala memasuki hutan lindung di sekitar danau. Kadang suara burung hantupun sayup terdengar.

Danau Comabbio 

Jalan yang kita lewati juga kadang menanjak dan menurun. Jika beruntung kita bisa melihat seekor kelinci melintas didepan mata atau seekor tikus mengintip dari lubangnya. Saat angin bertiup lembut dan tercium bau khas kotoran hewan pertanda kota selanjutnya ada didepan mata. 

Setiap kota di sekitar danau ini, biasanya memiliki sebuah taman bermain yang langsung menghadap ke arah danau. Bisa menjadi tempat beristirahat atau melepas lelah di sebuah kursi taman. Menikmati bekal seadanya sambil menikmati suasana alam sekitarnya, tetap terasa nikmat. Melihat gerak-gerik sepasang angsa yang menikmati hangatnya matahari di musim semi atau melihat tingkah polah bebek-bebek yang berebut makanan. 

Larut terbawa suasana disekitarnya, tak terasa bekal ditangan pun habis tak tersisa. Jika ingin mencicipi menu - menu spesial khas daerah setempat, beberapa restoran dan kedai kopi juga siap melayani. 

Berbagai macam tanaman di tepi danau. 

Setelah selesai makan siang, perjalananpun kamipun berlanjut. Melewati rumah-rumah penduduk dengan segala aktifitasnya. Ladang pertanian, peternakan dan hewan-hewan peliharaan penduduk pun tak lepas dari perhatian saya. Akhirnya tiba di sebuah jembatan kayu sepanjang 2 km di bibir danau dan tempat ini adalah tempat yang paling saya sukai. Selain pemandangannya yang indah, tempat ini juga tempat saya untuk merenung. 

Merenungkan tentang alam yang begitu bijak mengatur dirinya sendiri, seperti pohon-pohon yang tahu kapan bertunas dan tahu kapan harus menggugurkan daunnya. Seperti burung-burung yang tahu kapan harus pergi ke daerah yang lebih hangat dan tahu kapan harus kembali tanpa kehilangan arah dan kura-kura pun tahu kapan waktunya berjemur dan bersembunyi. Jadi jika kita tidak bisa merawatnya biarkanlah alam seperti apa adanya , jangan mengotorinya apalagi merusaknya karena sebenarnya alam bisa mengurus dirinya sendiri. 

Jembatan kayu di tepi danau. 

Alam itu seperti gambar saya dan teman-teman saya di masa sekolah dasar, kami selalu menggambar sebuah pemandangan desa yang sama: ada gunung yang tinggi, matahari yang bersinar, sungai yang mengalir, petak-petak sawah , jalan raya dan tiang listriknya juga burung-burung yang terbang dengan bebas. Sebuah gambar yang begitu sederhana, terlihat apa adanya tetapi sangat berarti dan selalu tersimpan di hati.  Arrivederci..

Trailer danau Comabbio :



Kisah kuda perang dahulu dan sekarang


Kuda sejak lama telah menjadi pendamping setia kehidupan manusia, baik sebagai alat transportasi maupun pekerjaan. Hampir di setiap negara mengenal delman atau kereta sejenisnya sebagai alat transportasi, kemudian  kuda sirkus, pacuan kuda dan masih banyak lagi. 

Daging kuda juga dikomsumsi di banyak negara di dunia, termasuk Italia. Rasa dagingnya yang manis, kandungan lemaknya yang rendah, namun kaya akan protein dan zat besi, ketika diolah , daging kuda bisa menjadi menu makanan yang lezat dan istimewa.

Sejak zaman kuno, kuda juga selalu dilibatkan dalam peperangan antar manusia,  yang hampir tidak ada hentinya. Tidak hanya di benua Eropa, tetapi di benua lainnya di seluruh dunia. Kereta perang (bahasa latin: “carrus”) yang ditarik seekor kuda,  pertama kali ditemukan di Mesopotamia. Kereta perang yang digunakan dalam perang kuno selama zaman perunggu dan zaman besi. 

Kereta perang di zaman itu, rodanya disimpan terpisah dan dirakit pada saat akan digunakan. Saat berperang, kereta bisa membawa dua prajurit: satu sebagai kusir dan yang lainnya memegang busur dan tombak. Kereta perang ini, sangat efektif dipergunakan di padang gurun yang luas dan terbuka, sehingga para prajurit bisa bertempur berhadap-hadapan. 

Kereta perang Mesir. 

Kereta perang mula - mula, banyak digunakan oleh pasukan Hyksos (pasukan bangsa semit , nenek moyang bangsa-bangsa di Timur tengah) ketika melawan bangsa Mesir, di akhir periode sejarah Mesir. Sekitar abad 19 SM, dengan menggunakan kereta perang ini, pasukan Hyksos mampu menyapu pertahanan pasukan Firaun dan berhasil menguasai Mesir. Namun di abad 17 SM, setelah mengusai penggunaaan kereta perang, bangsa Mesir berhasil merebut kembali tanah air mereka.


Bangsa Romawi dan Mediterania kuno juga menggunakan kereta perang dalam pertempuran mereka. Ada kereta yang ditarik oleh dua ekor kuda, ada juga yang di tarik oleh empat ekor kuda. Sekitar abad ke-10 SM, penggunaan kereta perang mulai menghilang. Supaya bisa bergerak lebih gesit, kereta perang pun diganti dengan menunggang kuda. Tetapi kereta kuda tetap digunakan dalam setiap perlombaan, seperti pacuan kereta kuda, yang menjadi salah satu perlombaan populer saat itu.

Seiring berjalannya waktu, peran kuda dalam peperangan pun tergantikan oleh prajurit-prajurit khusus (infanteri) dalam pertempuran di lapangan. Kerajaan Yunani dan Romawi di masa kejayaannya, memiliki juga pasukan khusus, seperti: pasukan “hoplites” Yunani, “The Macedonian phalanx" Kerajaan Makedonia, tentara kerajaan Romawi dan lain-lain. Namun pasukan berkuda tetap dibutuhkan di titik-titik tertentu seperti mengejar dan membunuh musuh dalam perjalanan. 

Kerajaan Romawi, sesuai dengan sistim hukum traditional kerajaan “Servio Tullio”,  yang bisa masuk militer, hanya orang-orang kaya saja. Karena  dalam setiap peperangan, mereka harus mengeluarkan sendiri biaya perang yang tidak sedikit, dan kuda salah satu barang mewah saat itu. Para bangsawan yang tidak bisa masuk militer, biasanya membentuk kelas sosial sendiri, misalnya menjadi pedagang atau pengusaha.

Kuda perang Romawi.

Setelah kejatuhan Imperial Romawi dan sistim feodal mulai merajalela di benua Eropa, kuda kembali menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan masa itu. Pria berkuda menenteng senjata adalah sebuah kebanggaan, simbol yang menunjukkan status sosialnya, landasan organisasinya dan hidupnya. 

Puncaknya terjadi sekitar abad ke-7 hingga ke-8 M, ketika Carlo Magno yang berkuasa mengeluarkan sebuah peraturan: “ Jika seseorang yang bersumpah setia kepada penguasa, maka orang itu bisa menjadi tuan tanah dan para petani penggarap lahan adalah budaknya”. Sejak saat itu, banyak ksatria yang berlatih militer, berkuda dan berjanji setia melayani penguasa.

Ksatria berkuda.

Para ksatria di abad pertengahan tidak hanya seorang pejuang. Sebagai bentuk kehormatan, mereka juga memiliki kewajiban moral dan agama yang harus dipertahankan. Para kesatria bisa saja berasal dari keluarga miskin, yang ingin membela kaum lemah dari ketidakadilan  dan perlakuan semena-mena dari pada saudagar kaya saat itu. 

Untuk menjadi seorang ksatria tangguh dan memiliki kemampuan khusus, mereka harus berlatih sejak usia muda. Belajar menggunakan pedang dan mempraktekkannya di atas kuda dengan mengenakan baju besi. Mereka juga mempelajari prinsip-prinsip etika dan kode etik menggunakan pedang. Harus melewati tahapan dari seorang pengawal sampai menjadi kesatria sejati. Sampai dikukuhkan dalam sebuah upacara penobatan dan pengambilan sumpah yang mengikat sepanjang hidup mereka.

Kejayaan para ksatria pun mulai redup, ketika senjata api ditemukan di akhir abad pertengahan. Dan semakin meredup di abad ke-16, ketika Swiss mengembangkan taktik perang baru. Sebuah pelatihan para prajurit yang jauh lebih sederhana dan bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Meskipun dibeberapa posisi penting masih dipegang oleh kalangan kelas atas dan para bangsawan, taktik perang ini cukup berhasil dan diikuti oleh banyak negara lainnya yang terlibat peperangan. 

Pasukan berkuda Perancis tahun 1800-an. 

Karena dianggap usang dilibatkan dalam peperangan, juga berbagai penemuan teknologi yang lebih modern,  pasukan berkuda pun mulai berkurang, baik dalam perang dunia pertama maupun kedua. Di masa damai seperti sekarang ini, di setiap negara, pasukan berkuda masih tetap ada dan dibutuhkan dalam tugas – tugas tertentu, seperti: menjaga ketertiban umum atau petugas khusus dalam upacara kenegaraan. 

Di Italia, para kuda pun memiliki banyak kegiatan khusus dan menarik setiap tahunnya. Mereka masih dilibatkan dalam Festival Kuda Nasional, ikut serta dalam pesta rakyat "palio", lomba pacuan kuda dan kegiatan lainnya. Salah satu  yang  menarik adalah kegiatan yang disponsori oleh “Gruppo Italiano Attacchi”(GIA). Organisasi yang dibentuk tahun 1974 di kota Bergamo, untuk melestarikan tradisi "Attacchi” (bhs Inggris: combined driving), perlombaan  menggunakan kereta kuda yang  ditarik oleh kuda tunggal atau lebih.  

Attacchi” di kota Verona.

Kota Verona atau kota “ Romeo dan Juliet", adalah salah satu kota pariwisata di Italia yang rutin menggelar acara ”Attacchi”. Tahun ini acara bertema “Sfilate di Carrozze e Balli dell’800” akan digelar tanggal 7 oktober 2018 di Sigurtà Park kota Verona. Sebuah tema yang akan membawa kita ke suasana abad -19, baik dari sisi kereta kuda, tarian maupun permainan-permainannya

Karena berbentuk pesta rakyat, pasti banyak orang akan berpartisipasi di dalamnya. Jadi jika teman-teman akan berkunjung ke kota Verona, Venice dan sekitarnya di bulan Oktober nanti, pastikan datang ke acara ini. Karena selain unik dan menarik, acara ini juga tidak memungut biaya sama sekali. Arrivederci…. 

Trailer kegiatan 'Gruppo Italiano Attacchi' di kota Verona: 


Sumber :
http://www.giovannidesio.it/articoli/cavallo%20e%20guerra/cavallo.htm

Wednesday, August 29, 2018

Tidak hanya pizza dan pasta, beras juga ada di Italia.


Ini pengalaman saya enam tahun yang lalu, ketika seorang teman mengajak saya mengunjungi kota Lomellina kampung halamannya. Sebuah kota di wilayah Lombardia dengan area pesawahan yang sangat luas. Kecintaannya pada padi dan sama-sama penikmat nasi, membawa kami datang ke tempat ini. Berjalan menyusuri sebuah jalan beraspal, menikmati suasana alam yang jauh dari kebisingan. Sambil memandang tanaman padi yang luas dan mulai menguning, perbincangan kami pun di mulai.

Sebenarnya masyarakat Romawi kuno, sudah mengenal beras sebagai ramuan obat. Ramuan dari timur itu bernama orazio, untuk pengobatan dengan cara terapi tubuh. Ketika pasukan Arab berhasil menguasai wilayah Mediterania barat, orang-orang dari Mesir membawa beras sebagai perbekalan mereka. Kemudian mereka mulai menanam padi untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, namun akhirnya beras juga dinikmati oleh orang orang di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.

Meskipun tidak tercatat dengan jelas, tanaman padi di Italia sudah ada sejak tahun 1390. Dalam sebuah surat tahun 1468, menceritakan seseorang yang bernama Galeazzo Maria Sforza berjanji kepada Raja Ferrara akan mengirimkan beras yang mereka tanam. Diperkirakan pada tahun itulah padi resmi ditanam di wilayah Lombardia, kemudian menyebar ke daerah-daerah lainnya, seperti ke daerah berawa di Lembah Po, Toskana(Toscana) dalam bahasa Italia), Sisilia dan Calabria. 

Area pesawahan di daerah Lomellina.

Karena begitu banyak jenis beras di sini, saya juga sempat bingung ketika pertama kali membeli beras di super market. Mungkin ada sekitar 16 jenis beras dan biasanya dibedakan berdasarkan daerah asal dimana beras ditanam, seperti: Il Carnaroli (Lombadia), L’Arborio (Vercellese), Il Vialone Nano (Verona), Il Venere Nero (Piemonte) dan lain-lain.

Beras atau il riso di sini namanya, diklasifikasikan menjadi 4 jenis berdasarkan bentuknya : Il riso comune, Il riso semifino , Il riso fino dan riso superfino. Biasanya setiap menu makanan , jenis beras yang digunakan juga berbeda. Contohnya, beras untuk membuat insalata di riso ( salad nasi dan sayuran ) berbeda dengan beras yang digunakan untuk membuat Risotto alla Milanese (nasi kuning ala Milan).

Klasifikasi beras di Italia berdasarkan bentuknya.

Dari sekian banyak menu nasi, risotto alla milanese adalah menu yang sangat saya sukai. Warna kuningnya mengingatkan saya akan nasi tumpeng di Indonesia dengan berbagai macam lauk pauk yang menemaninya. Bedanya warna kuning tumpeng Indonesia berasal dari kunyit, di sini warna kuningnya berasal dari bunga zafferano. 

Zafferano adalah tanaman yang ditanam di musim semi dan mekar dimusim gugur. Bunganya memiliki warna yang bervariasi dari ungu muda, ungu dan ungu tua. Di dalam kelopak bunga selain putik, ada 3 untaian lainnya yang berwarna merah terang. Tiga untaian itulah yang diambil sebagai rempah berharga. Rempah ini tidak hanya dikenal di Italia, tetapi dikenal juga di Persia, India, Spanyol dan Yunani.

Di dapur-dapur Italia, zafferano sering Italia akan arti warna kuning bunga ini. Simbol suasana hati yang penuh dengan ketenangan, kebaha digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hadir di makanan pembuka maupun makanan penutup, untuk meningkatkan rasa masing-masing hidangan. Apalagi setelah beberapa studi ilmiah menyatakan jika bunga ini bisa menjaga stamina tubuh, semakin menambah keyakinan masyarakatgian dan kesejahteraan. 

Bunga zafferano.

Karena mudah cara membuatnya, saya sering mencoba memasak sendiri menu risotto alla milanese. Menu yang cocok saat musim dingin dan disantap ketika masih panas. Beras yang digunakan untuk menu ini adalah riso superfine. Kalau untuk musim panas, insalata di riso atau riso freddo adalah menu yang paling pas. Beras yang digunakan biasanya jenis riso comune. Kalau untuk nasi kare Indonesia, beras yang paling cocok adalah riso basmati, beras yang berasal dari Asia selatan yang banyak tersedia di sini. 

Risotto alla milanese.

Di Italia, selain sebagai makanan utama, beras juga diolah menjadi produk susu beras atau “latte di riso”. Susu nabati yang enak dan lembut, rasanya sedikit lebih manis dari susu sapi. Susu ini banyak dijual di super market bersanding dengan produk susu lainnya. Harganya juga tidak jauh berbeda, tersedia dalam berbagai merk dan rasa seperti: coklat dan aroma kayu manis. 

Dalam berbagai penelitian, susu ini mengandung banyak manfaat, salah satunya kaya dengan kandungan karbohidrat namun rendah lemak. Para ahli memang menyarankan untuk mereka yang alergi dengan susu sapi, vegetarian dan yang sedang melakukan program diet seperti saya, mengkonsumsi susu ini setiap pagi.

Il latte di riso (Susu beras)

Galletta adalah makanan selingan yang sangat popular di Italia. Pada mulanya, galletta adalah bekal makanan dalam perjalanan panjang pasukan militer di darat maupun di laut. Dibuat dari gandum berkualitas tinggi, dibentuk persegi atau bulat. Kemudian dibungkus dan disimpan dalam tempat khusus supaya terlindung dari debu dan suhu dingin.

Tapi sekarang, galletta memiliki jenis yang bermacam- macam: dari jagung, beras atau kacang-kacangan. Galletta di riso (kue beras) mirip dengan kerupuk rangginang atau kue jipang, tetapi berbeda dalam rasa dan proses pembuatannya. Galletta juga sering disajikan di menu pembuka maupun menu utama sebagai pengganti roti.

Galletta (kue beras)

Untuk mendapatkan hasil-hasil produksi yang kami ceritakan di atas, petani-petani di Italia tidak berjalan sendiri. Mereka dibantu dan didampingi oleh L'Ente Nazionale Risi, sebuah lembaga pemerintah di bawah pengawasan menteri pertanian, kebijakan pangan dan kehutanan. Salah satu tugas mereka adalah melindungi seluruh produk beras di berbagai sektor: mempromosikan beras "made in Italy" dan memberikan bantuan kepada para petani padi dalam melakukan analisis dan tindakan untuk meningkatkan produksinya. 

Lembaga ini juga bertugas sebagai wakil pemerintah Italia di luar negeri, baik di uni Eropa maupun International. Awal tahun 1970, " L'Ente Nazionale Risi " mendirikan pusat penelitian yang bekerjasama dengan negara-negara lain di seluruh dunia untuk melakukan berbagai usaha dan inovasi di sektor ini seperti: meningkatkan produktivitas, hasil panen dan kualitas beras. 

Berbagai resep risotti italiani adalah topik akhir pembicaraan kami hari itu. Namun kami menyerah karena kami memang bukan ahlinya. Ada puluhan atau mungkin ratusan resep risotti, dari Italia utara , tengah sampai selatan ditambah berbagai kreasi yang diciptakan oleh mereka yang memang ahli dibidangnya. Namun ini bisa menjadi salah satu jawaban, mengapa menu-menu yang disajikan di restoran-restoran Italia selalu berganti setiap hari, baik makan siang maupun makan malam. Arrivederci… 

Trailer "L'Ente Nazionale Risi " Italia :




Sumber :
http://www.beniculturali.it/mibac/multimedia/MiBAC/minisiti/alimentazione/sezioni/origini/articoli/riso.html
https://www.fondoambiente.it/luoghi/ente-nazionale-risi-centro-ricerche-sul-riso



Wednesday, August 22, 2018

Piazza Navona di kota Roma

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/25/Piazza_Navona_1.jpg/1200px-Piazza_Navona_1.jpg

Setiap kota di Italia pasti memiliki piazza atau alun-alun kota. Sebuah area publik yang dikelilingi bangunan-bangunan, tempat masyarakat setempat berinteraksi. Bangunan-bangunan itu biasanya terdiri dari Gereja utama, kantor pemerintahan, rumah penduduk dan pertokoan. Selain untuk bersantai, piazza juga bagaikan simbol atau identitas kota itu sendiri, baik dari sisi sejarahnya, kultur masyarakatnya, makanan khasnya dan lain-lain.

Konsep piazza, sudah ada sejak zaman Romawi kuno namanya konsep “kota ideal”. Konsep perencanaan kota yang digagas oleh Marco Vitruvio Pollione, seorang arsitek dan penulis Romawi, yang diakui sebagai ahli teori arsitektur paling terkenal sepanjang masa. Dan hasil pemikiran dari Vitruvio ini masih dipertahankan masyarakat Italia sampai sekarang.

Lebih dari 20 piazza besar ada di kota Roma, seperti : piazza San Pietro, piazza del Popolo, piazza Colonna dan piazza Navona salah satunya. Piazza Navona dibangun dengan arsitektur bergaya Roma barocca, sebuah gaya seni yang lahir di kota Roma. Piazza ini letaknya tidak jauh dari Pantheon, dibangun oleh keluarga Pamphili untuk mengenang kebesaran keluarga bangsawan Pamphili yang sangat berpengaruh dalam perpolitikan Italia saat itu.

Palazzo Pamphilj, piazza Navona Roma. 

Karena berada di pusat kota Roma, untuk mencapai tempat ini tidaklah sulit. Hampir semua transportasi umum di kota Roma pasti melewati tempat ini. Bisa menggunakan tram, bis umum, subway (metropolitana dalam bahasa Italia) atau berjalan kaki sambil menikmati suasana kota Roma yang sibuk.

Jika menggunakan metro, kita tinggal mencari stasiun metro terdekat dan memilih metro yang berada di jalur B. Dengan merogoh kocek sekitar €1,5 (1,5 Euro) untuk single trip atau €6 (6 Euro) untuk paket satu hari perjalananan, kita bisa sampai dengan cepat dan turun di stasiun Colosseo. Kemudian berjalan kaki sekitar 5-10 menit dan sampailah di piazza Navona.

Tapi jika kita tertarik menggunakan bis umum , pilih bis nomor 87 (dari halte Colosseo), bus nomor 492 (dari piazza Barberini), dan bus nomor 70 (dari terminal Termini). Ketiga bis ini pasti melewati piazza , kita bisa turun di halte bis terdekat di sekitar piazza Navona.

Sistim transportasi di kota-kota besar di Italia seperti di Roma, Milan, Turin dan kota-kota lainnya, biasanya menggunakan sistim tiket terusan. Cukup membeli tiket terusan selama satu hari, tiket itu bisa dipakai untuk metro, bus dan tram. Dengan kata lain, satu tiket yang dibeli, bisa kita gunakan untuk menaiki transportasi-transportasi lain tanpa harus membayar tiket lagi.


Fountain of the Four Rivers.

Di panas teriknya kota Roma saat musim panas, tiga air mancur yang megah di tengah piazza ini justru memberikan kesejukkan: Fountain of the Four Rivers, La fontana del Moro dan La fontana del Nettune. Terlihat dari salah satu air mancur ini, sebuah tugu granit berdiri tegak dan kokoh setinggi 16,54 meter. Tugu itu bernama Obelisk Agonale atau obelisk Mesir , salah satu dari tiga belas obelisk Mesir yang ada di kota Roma.

Fountain of the Four Rivers, dibangun antara Juli 1648 sampai Juni 1651. Terdiri dari empat patung marmer putih, hasil karya para arsitek barocco ternama saat itu : arsitek GAFancelli, Francesco Baratta, Antonio Raggi dan Claude Poussin. Patung-patung setinggi lima meter ini di buat atas perintah Paus Innocent X. Patung simbol air kehidupan yang mewakili empat sungai terkenal di dunia: sungai Nil, Gangga, Danube dan Río de la Plata.

La fontana del Moro.

Air mancur kedua La fontana del Moro terletak di sisi selatan, di bawah jendela Pamphili Palace. Mulai dibangun tahun 1574 dan selesai tahun 1654, setelah mengalami berbagai perubahan. Patung il Moro atau marmer patung Cushi yang berjuang dengan lumba-lumba diukir oleh Giovanni Antonio Mari. 

Yang ketiga adalah La fontana del Nettune di ujung utara piazza Navona. Karya pematung Gian Lorenzo Bernini yang selesai tahun 1652. Awalnya bernama Fontana dei Calderai, air mancur yang didedikasikan untuk untuk keluarga Calderai. Keluarga pengusaha yang sangat membantu pembangunan ekonomi Roma saat itu. 

Zaman dahulu tempat ini bernama "Stadio di Domiziano“, sebuah stadion atletik Yunani yang bangun Kaisar Domitianus sekitar tahun 86 SM. Antara tahun 1890-1900 tempat ini mengalami perombakan total, namun bentuk aslinya “arena” atau stadion tetap dipertahankan. Seperti bentuk persegi panjang dengan lengkungan di salah satu sisinya yang masih terlihat sampai sekarang, 

Di sisi barat piazza berdiri Gereja Sant'Agnese in Agone (latin: Ecclesia Sanctæ Agnetis in Agone). Gereja bergaya barocco, proyek pertama Girolamo Rainaldi yang di rancang pada tahun 1652 atas perintah Paus Innocent X Pamphili. Gereja megah ini selesai dibangun tahun 1657 dan didedikasikan untuk Saint Agnes. Gadis belia yang mati sebagai martir di stadion Domitian tepat dimana gereja ini berdiri.

Gereja Sant'Agnese in Agone.

Bangunan lainnya adalah palazzo Pamphilj, dibangun oleh Girolamo Rainaldi antara tahun 1644-1650. Bangunan megah ini pada mulanya rumah kediaman keluarga bangsawan Pamphilj yang kuat dan kaya raya. Memiliki tiga taman yang luas dan indah dan dekorasi ruangan yang istimewa khas para bangsawan Roma, dirancang oleh para seniman terkenal saat itu. Namun sayang, bangunan megah ini sejak tahun 1920 menjadi Kedutaan Besar Brasil di Italia,  kemudian menjadi properti pemerintah Brasil sejak tahun 1961.


Salah satu ruangan di palazzo Pamphilj.

Musim berganti musim, piazza Navona selalu ramai dikunjungi baik oleh para turis maupun masyarakat di sekitarnya. Menikmati secangkir kopi di pagi hari dan sore hari, atau menikmati ice cream (gelato) di siang hari yang panjang di musim panas. Berkumpul dan bercanda ria dengan teman dan kerabat saat makan siang atau malam di sebuah restoran atau di bar yang banyak bertebaran di berbagai sudut tempat ini. 

Jika banyak uang di kantong, berbelanja sesuatu yang menarik dan unik di toko-toko yang berbaris di sepanjang piazza juga kegiatan yang sangat menyenangkan. Tapi duduk santai di dekat air mancur juga diperbolehkan, asal tetap menjaga kebersihan dan mentaati peraturan yang berlaku. Tapi bagi saya yang paling menarik dan menyenangkan adalah menikmati ice cream kesukaan "gelato al pistacchio" sambil melihat-lihat karya seni yang bernilai dan mempelajari sejarah yang mengikutinya. Arrivederci… 

Trailer piazza Navona Roma :



Sumber :
https://www.romasegreta.it/parione/piazza-navona.html

Tuesday, August 21, 2018

Museum penerbangan "Volandia"


https://scontent-mxp1-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/38239128_1924909127575623_8989477669921882112_n.jpg?_nc_cat=0&oh=0d4a36b9266e7253fb842a2d95c92cef&oe=5BD6A3E4

Mengunjungi museum adalah salah satu alternatif para orang tua di Italia, untuk mengisi liburan sekolah yang panjang. Disamping banyak museum menawarkan berbagai kegiatan menarik, biasanya harga tiket untuk anak-anak juga mendapat potongan harga yang lumayan, malah kadang gratis. Dari sekian banyak museum yang ada, Volandia menjadi salah satu museum yang paling digemari anak-anak di sini. Alasannya sama seperti anak-anak dibelahan dunia lainnya,  pilot menjadi salah satu profesi yang paling mereka diidam-idamkan, selain pemain sepak bola. 

Taman dan museum penerbangan Volandia berada di kota Somma Lombardo, tidak jauh dari Bandara International Malpensa Milan. Berdiri di suatu kawasan yang bernama Parco del Ticino, di sebuah bangunan yang luas, bekas bengkel dan gudang “Caproni” sebuah perusahaan Aeronautika legendaris Italia yang berjaya di masanya. 

Sejak dulu provinsi Varese memang dikenal sebagai “Provincia con le Ali”, karena perusahaan penerbangan seperti: Caproni, Agusta, Aermacchi, Piero Magni dan SIAI-Marchetti, berbasis di wilayah ini. Sebagai bentuk perhatian dari pemerintah kepada kepada perusahaan – perusahaan yang telah berkontribusi dalam mengukir sejarah penerbangan Italia dan dunia, maka dibangunlah museum ini. Sejak diresmikan pada tanggal 22 November 2005, pengelolaan museum penerbangan Volandia ini menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Varese. 

Museum penerbangan Volandia.

Karena tempatnya sangat luas, museum ini dibagi dalam beberapa area dan ruangan, seperti : area Caproni workshop, bentuk-bentuk pesawat, drone, helikopter, pesawat luar angkasa, pesawat masa depan, dan masih banyak ruangan lainnya. Dilengkapi juga dengan area bermain, restoran, perpustakaan dan tempat khusus penjualan cenderamata. 

Museum yang beralamat di jalan Tornavento 15, 21019 Somma Lombardo, buka dari hari selasa – jum’at pukul 14.00 – 17. 30, kemudian hari sabtu - minggu pukul 10.30 – 12.30. Museum ini juga sangat mudah dijangkau, karena tempatnya masih dalam satu kawasan dengan bandara Malpensa Milan. Jadi,  kita tinggal naik kereta api malpensa Express atau bis umum yang menuju bandara Malpensa terminal 1, kemudian ikuti petunjuk arah dimana museum ini berada. 

Sesampainya di pintu masuk museum, ruangan pertama yang kita masuki adalah ruangan pesawat-pesawat perintis yang terbang pertama kali di bandara Malpensa. Salah satunya adalah pesawat biplane Caproni Ca.1 ( satu-satunya contoh di dunia) dan terbang pertama kali tanggal 27 mei 1910. Disamping ruangan ini terdapat bengkel pesawat Caproni , ruangan yang dipenuhi dengan benda dan peralatan miliknya, sebagai jejak perusahaan pertama aeronautika Italia di abad ke-20. 

Pesawat Caproni Ca1 tahun 1910.

Ruangan selanjutnya menceritakan tentang kronologi dan tematik pesawat, dari pesawat baling-baling pertama sampai pesawat jet modern. Dari balon udara, Bleriot XI sampai Gabardini Seaplane. Ada juga Douglas DC-3 Dakota, pesawat transportasi penumpang pertama dalam sejarah. Kemudian pesawat penumpang Dornier Do 328 yang diproduksi oleh perusahaan Jerman Dornier Luftfahrt GmbH .

Di sebuah ruangan yang paling luas dari museum ini, dipamerkan lebih dari 1200 model pesawat yang dirancang oleh para ahli pesawat se-dunia, termasuk berbagai helikopter sipil dan militer. Ada satu ruangan yang memamerkan pesawat - pesawat unggulan yang diproduksi oleh industri aeronautika Lombardia. Salah satunya Convertiplane -AW 609-, pesawat masa depan dan paling modern yang diproduksi oleh AgustaWestland. Sebuah pesawat inovatif yang menggabungkan fleksibilitas helikopter dengan kinerja pesawat terbang. 


Convertiplane -AW 609 AgustaWestland.


Jika kita masuk ke ruangan berkaca gelap, itu artinya kita diajak menjelajahi ruang angkasa dengan sebuah pesawat ala “Star wars”. Kita bisa melihat sistim tata surya dan galaksi yang mengelilingi planet kita di sebuah ruangan proyektor. Kalau mau kita juga bisa merasakan menjadi astronot yang mendarat di bulan dan mencoba menghidupkan kembali misi ruang angkasa “Vostok” Yuri Gagarin dan misi-misi Apollo lainnya. 

Namun ruangan yang sangat menarik adalah ruangan pesawat – pesawat militer. Tepat di pintu masuk, dua patung prajurit yang gagah langsung menyambut kami. Pesawat MB326 adalah pesawat militer pertama hasil rancangan insinyur Ermanno Bazzocchi. Pesawat yang diproduksi oleh Aermacchi of Varese, digunakan pertama kali tahun 1957 dalam penerbangan dari Malpensa menuju kota Roma. 

Pesawat Hunting Percival P.84, adalah pesawat Jet Inggris yang baru saja menambah koleksi pesawat museum Volandia. Jenis pesawat pemburu bermesin tunggal turbo-jet yang memiliki suara unik, diproduksi oleh Hunting Percival Aircraft dan British Aircraft Corporation dari tahun 1955 sampai 1993. 

Hunting Percival P.84 Jet Provost.

Ruangan helikopter pun sama menariknya, ada helikopter Bell UH-1 Iroquois atau helikopter “Huey”, helikopter yang digunakan militer AS ketika pecah perang Vietnam. Kemudian helikopter AW139 Leonardo, diproduksi pertama oleh AgustaWestland tahun 2001. Disebut juga helikopter multifungsi karena bisa menjadi helikopter transportasi VIP / perusahaan, pemadaman kebakaran, kepolisian, pencarian dan penyelamatan, layanan medis darurat, bantuan bencana alam, patroli maritim dan lain-lain.

Setelah melewati ruangan bermain anak dan sebuah restoran , kami memasuki ruangan yang memamerkan berbagai bentuk drone, labolatorium khusus untuk percobaan teknologi penerbangan yang dikendalikan remote control tanpa awak, ruangan pencetakan 3D dan ruangan-ruangan lain yang berhubungan dengan drone. 

Dan untuk semua kegiatan yang terkait dengan drone, Volandia bekerjasama dengan GULLP singkatan dari Gruppo Utenti Linux Lonate Pozzolo. Sebuah asosiasi yang berdiri tanggal 28 juli 2011, bertujuan mempromosikan dan mengembangankan teknologi informasi bebas dan terbuka. 

Helikopter AW 139.

Akhirnya kita sampai di halaman museum untuk melihat pesawat – pesawat apa saja yang di parkir di sana. Pertama Douglas DC-9, pesawat penumpang untuk jarak pendek dan menengah, diproduksi oleh Douglas Aircraft Company sekitar tahun 1960. Kemudian Fokker F27, pesawat komersial yang diproduksi sekitar tahun 1950. Meskipun termasuk pesawat paling sukses dimasanya, dibeberapa tahun terakhir jenis pesawat ini banyak yang dimodifikasi dan diubah menjadi pesawat kargo.

Pesawat lainnya yang terlihat adalah Mad Dog sebutan lain untuk pesawat McDonnell Douglas MD-80 , pesawat komersial yang diproduksi oleh McDonnell Douglas. Dan masih banyak jenis pesawat lainnya yang berbaris rapih di halaman museum ini. 

Museum Volandia belum lama ini menerima sumbangan berupa koleksi trem, lokomotif dan funicular milik keluarga Ogliari dan sumbangan beberapa kendaraan kuno dari l’Automotoclub Storico Italiano (perkumpulan pencinta kendaraan antik Italia). Pada tanggal 7 april 2018 lalu, Museum Transportasi Ogliari dan Museum Flaminio Bertoni diresmikan oleh Marco Reguzzoni selaku pimpinan dan penanggung jawab museum Volandia. Namun untuk kedua museum baru ini, saya akan menceritakannya dengan tema berbeda di artikel-artikel saya selanjutnya. Arrivederci… 

Trailer museum Volandia :

Sumber :
http://www.ilcampeggiodeibambini.it/volandia-il-museo-del-volo-in-provincia-di-varese/#bwg13/209

Sekilas tentang pendidikan di Italia.

http://www.agenziacomunica.net/wp-content/uploads/2018/04/lost_ed.jpg

Di Italia liburan sekolah musim panas atau liburan akhir tahun ajaran memang cukup panjang. Biasanya liburan dimulai dari akhir bulan Juni sampai dengan pertengahan September. Supaya tidak membosankan, liburan memang harus diisi dengan berbagai program kegiatan. Program-program ini biasanya sudah dipersiapkan oleh orang tua siswa jauh-jauh hari sebelumnya.

Waktu liburan sekolah boleh berbeda, tapi tujuan pendidikan pasti sama, yaitu untuk mencerdaskan bangsa. Walaupun ada perbedaan, itu karena kondisi lingkungan, budaya dan kultur di setiap negara yang berbeda. Perbedaan inilah yang menginspirasi saya menulis artikel ini. 

Pendidikan di Italia juga mengenal dengan yang namanya wajib belajar delapan tahun. Ini berlaku baik untuk warga negara Italia maupun warga negara asing. Dimulai dari usia enam hingga empat belas tahun atau dari SD sampai SMP. Sedangkan untuk sekolah Taman Kanak-kanak (usia antara tiga sampai enam tahun), meskipun tidak wajib, hampir semua orang tua memasukkan anak-anak mereka di sekolah ini.

Salah satu Sekolah Dasar di Sardegna Italia

Dari TK sampai SMP, saat pertama masuk biasanya dibagi berdasarkan zona/daerah dimana kita tinggal. Alasan utamanya untuk mempermudah mengantar atau menjemput siswa dari sekolah. Alasan lainnya, jika ada kejadian atau sesuatu hal yang penting saat jam belajar, orang tua siswa bisa secepatnya datang ke sekolah. 

Jadwal sekolah TK dan SD hampir sama, dari hari senin sampai jumat, dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 16.30 sore. Sedangkan untuk SMP, pulangnya lebih cepat yaitu pukul 13.50 siang. Akan tetapi banyak juga siswa yang pulang sore karena mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Untuk SMA lain lagi , hari sabtu pun mereka masuk sekolah dan jam belajar setiap harinya sampai dengan jam 13.00 siang.

Karena sekolah sampai sore, pemerintah mewajibkan siswa TK dan SD makan siang di kantin sekolah. Menu yang disajikan di persiapkan oleh pemerintah, dibawah pengawasan ahli gizi dan kesehatan. Jika pakaian ke sekolah tidak diwajibkan seragam, tapi untuk menu makan siang semuanya sama. Makan bersama di kantin sekolah bersama dengan guru- guru mereka. 

Jumlah siswa rata-rata setiap kelasnya sekitar 20 siswa. Mereka selalu bersama sampai mereka lulus sekolah. Para guru pun begitu, siswa SD bersama dengan guru yang sama selama 5 tahun. Sedangkan untuk siswa SMP dan SMA, bersama dengan guru-guru sesuai dengan bidang pelajarannya. Jikapun ada penggantian guru, biasanya karena alasan sakit atau memasuki masa pensiun.

Sebuah ruang kelas TK di kota Gallarate Italia.

Untuk ujian akhir nasional dilaksanakan hanya di SMP dan SMA, mereka akan mendapatkan ijazah jika lulus. Masuk SMP dan SMA di Italia juga tidak ada test masuk, tinggal memilih sekolah mana atau jurusan apa yang disukai. Karena kurikulum di SMP mempelajari banyak bahasa asing seperti: bahasa Inggris, Jerman, Perancis dan Spanyol. Biasanya sebagian teman di SD bertemu lagi di SMP , apalagi bila mereka mengambil jurusan bahasa asing yang sama. Sedangkan untuk masuk Sekolah Lanjutan Atas harus sesuai bidang dan jurusan apa yang dipilih sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa.

Setiap tahun orang tua siswa dengan sekolah mengadakan pertemuan, akan tetapi komunikasi antar orang tua dengan guru selalu terjalin lewat buku penghubung harian. Selain tidak ada rangking kelas, nilai rapor sekolah di sini juga merupakan rangkuman semua nilai ulangan harian, dan dibagikan setiap akhir semester ganjil dan genap.

Sama seperti di Indonesia, Sekolah Menengah Atas terbagi menjadi dua: Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dan SMK pun terbagi dua: Sekolah Kejuruan Profesional dan Sekolah Kejuruan Teknik. Semuanya membutuhkan waktu lima tahun untuk lulus.

Di kelas tiga SMP menjelang kelulusan siswa, wali kelas siswa biasanya mengadakan wawancara dengan orang tua siswa. Wawancara ini berbentuk saran dan masukan bagi orang tua dalam menentukan sekolah lanjutan mana yang cocok untuk putra-putrinya. Setelah lulus dan mantap dengan pilihannya , siswa bisa melangkah dengan pasti ke jenjang berikutnya.

Ruangan olahraga sekolah menengah atas di kota Capannori Italia.

Dimanapun mereka berada, untuk meraih cita-cita memang harus bekerja keras dan belajar dengan tekun. Menjadikan pergi ke sekolah sesuatu yang menyenangkan adalah salah satu langkah yang tepat. Dan untuk mewujudkannya, pemerintah, para pendidik dan para orang tua harus bekerjasama.

Dari yang saya tahu, pemerintah Italia memiliki banyak program untuk mereka yang tidak mampu. Salah satunya “ dote scuola”, program dalam bentuk kupon untuk membeli buku-buku paket dan keperluan sekolah. Program lainnya, buku-buku paket untuk SD tidak perlu membeli, cukup datang ke toko buku yang ditunjuk pemerintah dan kitapun bisa langsung mengambilnya.

Sedangkan untuk SMP dan SMA, buku-buku paket memang harus dibeli setiap tahunnya. Tapi kita masih bisa berhemat dengan cara pergi ke toko-toko buku bekas yang menjamur di Italia. Di sana kita bisa menjual buku-buku yang sudah tidak dipakai dan menukarnya dengan buku-buku yang kita perlu.

Karena program wajib belajar 8 tahun, untuk SD dan SMP di Italia siswa hanya membayar uang asuransi sekali dalam setahun. Sedangkan untuk TKK dan SMA, siswa harus membayar uang kontribusi dan uang asuransi setiap tahunnya. Untuk biaya makan siang, pemerintah akan menagih setiap bulannya dengan harga yang bervariasi berdasarkan penghasilan orang tua siswa.

Untuk orang tua yang dua-duanya bekerja, pemerintah dan sekolah juga bekerjasama membantu. Diperbolehkan masuk lebih dulu dan pulang lebih lambat dari jam sekolah. Orang tua siswa tinggal datang ke kantor pemerintah dan mengisi formulir. Orang tua memang harus membayar sesuai perhitungan pendapatan pajak mereka. Tapi akan lebih baik dan nyaman buat para orang tua, karena anak-anak mereka akan dijaga oleh mereka yang ahli di bidangnya.

Untuk transportasi siswa yang tinggal di kota-kota kecil, pemerintah juga menyediakan bis antar jemput sekolah. Diutamakan untuk siswa SMA, karena SMA dan SMK biasanya hanya ada di kota-kota besar. Rute yang dilewati dan harga tiket bis sekolah ini sudah ditentukan oleh pemerintah juga.

Laboratorium informatika sebuah sekolah di kota Belvedere.

Para pendidik pun membantu dengan berbagai program, salah satunya untuk para siswa SMA yang nilai kurang di beberapa mata pelajaran dan kemungkinan tidak naik kelas. Dewan sekolah memberikan kesempatan siswa tersebut untuk mengulang belajar selama liburan musim panas dan mengikuti test. Jika hasilnya bagus, siswa naik kelas, tapi jika tidak, siswa harus mengulang kembali di kelas yang sama.

Sekolah-sekolah di Italia juga mempunyai banyak kegiatan ekstrakurikuler terutama di SMA. Selain untuk menyalurkan hobby, kegiatan-kegiatan ini juga bermanfaat untuk mereka bersosialisasi. Semuanya gratis bahkan guru-guru pun ikut berpartisipasi di dalamnya. Contohnya di Liceo Scientifico L. Da Vinci, salah satu SMA negeri di kota Gallarate mempunyai banyak kegiatan ekstrakurikuler seperti : club badminton, paduan suara, group debat, teater dan lain-lain. 

Jika pemerintah dan para guru sudah membantu dengan berbagai program untuk menjadikan sekolah tempat yang menyenangkan para siswa, lantas apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua? Jawaban putri bungsu saya memberikan saya sebuah petunjuk : “ Saya akan tetap ke sekolah meskipun berat, karena bagi saya , guru SD itu seperti mama saya, guru SMP seperti teman saya dan guru SMA seperti sahabat saya". Jika guru bisa, kitapun pasti bisa menjadi teman dan sahabat untuk anak-anak kita. Arrivederci….

Trailer “Politecnico di Milano”, salah satu Perguruan Tinggi Negeri di kota Milan :




More articles

Holocaust Memorial Milan.

Other posts