Saturday, December 8, 2018

Koloseum Roma, Italia.


Selain sebagai ibukota Italia, Roma juga disebut sebagai "kota seribu wajah" atau Culla della Civilta (kota tempat lahirnya peradaban). Roma juga dikenal karena dekat dengan kota suci Vatikan dan tempat dimana puing -puing Imperalisme Romawi berada. Bangunan-bangunan seperti: Colosseum, Domus Aurea, Pantheon dan Circus Maximus, serasa hidup kembali di kota ini.

Dari sekian banyak puing – puing di kota Roma, koloseum (colosseum) adalah salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi para turis. Simbol kota Roma ini, pada mulanya bernama Amphitheater Flavius. Dibangun di sebuah dataran rendah bekas danau buatan yang mengering, di antara bukit Caelian, Esquiline dan Palatine. Danau kering yang letaknya tidak jauh dari “Domus Aurea“, rumah kediaman Kaisar Nero yang luas dan megah.

Koloseum dibangun di tahun-tahun pertama pemerintahan Kaisar Vespasianus Augustus dari dinasti Flavia (69 – 79 M). Dilanjutkan di masa pemerintahan Titus (79 - 81 M) dan diselesaikan di masa pemerintahan Domitianus (81-96 M). Sampai abad VI M, amphiteater digunakan sebagai tempat pertunjukan. 

Namun di abad VIII M, amphiteater diganti namanya menjadi “koloseum”, karena letaknya berdekatan dengan “Colossus of Nero” (patung perungu raksasa Kaisar Nero, simbol penjelmaan Dewa Matahari).

Kaisar Vespasianus Augustus.

Koloseum dibangun dengan cara menggabungkan beberapa konsep arsitektur masa itu. Pondasi utama berbentuk elips dengan ketebalan 13 meter. Sumbu utama berdiameter 188 m dan 156 m untuk elips yang lebih kecil. Dibangun menggunakan metode “opus caemeticium”, tehnik pencampuran pasir dan batu kapur yang sering digunakan masyarakat Romawi kuno.

Cincin luar bangunan ini memiliki tinggi 50 m, dindingnya terbuat dari susunan batu – batu pahat yang disambung oleh besi. Terdiri dari empat lantai yang ditopang oleh pilar - pilar dan dibatasi oleh dinding - dinding penyekat yang melingkar mengikuti bangunan. Langit-langit bangunan berbentuk kubah silang dan kubah lengkung. Memiliki 80 pintu untuk keluar masuk pengunjung dan 2 pintu khusus untuk Imperator dan Senator yang berkuasa saat itu.

Karena bentuk elipsnya, bangunan ini mampu menampung 50.000 pengunjung. Mereka dibagi dalam 5 sektor horizontal dan dibedakan berdasarkan status social. Semakin rendah status sosialnya maka posisi lantainya pun semakin ke atas.

Gambar yang menunjukkan status sosial. 

Senatori                            : Imperator dan jajarannya. 

Ceti equestri                    : keluarga bangsawan dan golongan orang kaya. 

Categorie Intermedie     : masyarakat kelas menengah. 

Donne e plebei                : kaum perempuan dan masyarakat kelas bawah.

Bagian depan koloseum tak kalah menariknya : dinding luarnya memiliki 80 pelengkung yang ditopang oleh pilar-pilar yang berbeda dekorasinya. Pilar di tingkat pertama bergaya Tuscany (tuscanico), di tingkat kedua bergaya Ionia (ionico), di tingkat ketiga bergaya Corintia (corinzio). Sedangkan pilar di tingkat keempat bergaya Corintia, berdinding rata dengan 40 jendela berbentuk bujur sangkar.

Di setiap lantainya di lengkapi dengan tempat duduk, kecuali di lantai empat karena pengunjungnya harus berdiri. Di bagian atas bangunan di lengkapi dengan tenda untuk melindungi pengunjung dari sengatan matahari. 

Bagian tengah koloseum di sebut “arena”, berbentuk oval berukuran 86x54 m. Selama lima abad, “arena” dipergunakan sebagai tempat pertandingan “naumachie” atau simulasi peperangan antar kapal laut. Ketika Imperator Domitianus berkuasa, kegiatan itu di rubah menjadi pertandingan antar gladiator (munera) atau gladiator dengan binatang buas (venationes).

Naumachie”.

Kemudian lantai dasar arena pun diganti. Sebagian lantai terbuat dari tanah liat, sebagian lagi dari kayu yang terus menerus ditutupi pasir, supaya bisa menyerap darah mereka yang terbunuh dalam pertandingan. Sedangkan lantai bawah arena di pergunakan untuk tempat penginapan, pameran, ruangan gladiator, kandang hewan dan tempat segala alat perlengkapan dan persiapan pertunjukan. 

Beberapa abad kemudian, kegiatan pertandingan gladiator di koloseum diberhentikan. Akibat kebakaran, banjir dan gempa bumi yang terjadi beberapakali di kota Roma, koloseum banyak mengalami kerusakan berat. Kerusakan terparah terjadi tahun 851 M, gempa kuat yang mengakibatkan dua lengkungan di sisi selatan koloseum roboh. 

Setelah kejatuhan kekaisaran Romawi, koloseum pernah beberapa kali di rehabilitasi. Bahkan di dalam koloseum pernah berdiri sebuah kapel “Santa Maria Pieta” (Chiesa di Santa Maria della Pietà), namun kembali rusak karena gempa bumi tahun 847 M. Koloseum juga pernah menjadi tempat pemakaman, benteng pertahanan dan rumah kediaman Frangipane, dinasti terakhir penguasa Roma.

Bagian dalam dan arena koloseum.

Karena banyaknya tambang yang ditutup di-abad pertengahan, kekurangan material untuk pembangunan kota Roma diambil dari monumen – monumen bersejarah, salah satunya dari koloseum. Material yang digunakan untuk membangun piazza (alun-alun kota), palazzo (rumah-rumah kediaman para bangsawan Romawi) dan berbagai fasilitas lainnya termasuk untuk pembangunan basilika San Pietro (St. Peter's basilica).

Baru pada tahun 1675, gereja mengakhiri pengrusakkan koloseum, dan menetapkannya sebagai situs bersejarah untuk mengenang para martir yang dikorbankan di arena. Pada tahun 1744 atas perintah Paus XIV, via Crucis (jalan salib) mulai dibangun dengan 14 titik perhentian. Dimulai dari Piazza San Pietro dan berakhir di koloseum, proyek ini diresmikan pada tahun 1750. 

Koloseum jika terlihat utuh.

Kini koloseum telah mengalami banyak restorasi dan rekonstruksi dan keberadaannya sangat terjaga dan terpelihara dengan baik. Tahun 2018, koloseum telah berusia lebih dari 2000 tahun. Bangunan kebanggaan masyarakat Italia, yang membuat kota Roma terkenal ke seluruh dunia sebagai simbol kota abadi. 

Sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia, koloseum juga telah menginspirasi banyak orang, salah satunya para pekerja seni dalam sebuah film terkenal: “Gladiators”. Tidak hanya itu, di antara reruntuhan koloseum, lebih dari 350 spesies tanaman juga tumbuh dengan subur, diantaranya jenis tumbuhan eksotis, yang cocok dengan iklim mikro amfiteater. Dan masih banyak hal lain, yang membuat banyak orang tertarik untuk mengunjunginya.

Koloseum memang patut diakui sebagai karya terbesar dan terkenal dari Imperalisme Romawi Kuno. Bangunan yang memiliki pengaruh besar terutama untuk perkembangan arsitektur di zaman-zaman selanjutnya. Bangunan yang bisa menjadi contoh penerapan semua prinsip arsitektur dan tehnik konstruksi Romawi kokoh, fungsi yang maksimal, ekonomis dan menakjubkan. Arrivederci ….

Trailer Koloseum Roma :


Sumber      : Buku  “ Opera architettura e arti visive nel tempo “,  karya : L.Colombo, A. Dionisio, N.Onida, G. Savarase.

Galeri lukisan klasik “Brera” Milan.


Di Italia dikenal dengan nama “Pinacoteca Brera”, galeri seni berskala internasional yang mewakili karya – karya seni Italia di dunia. Galeri yang memamerkan lukisan – lukisan klasik dari abad XIV sampai abad XX. Berdiri di sebuah bangunan seluas 24.000 m2 di via Brera no. 28 kota Milan. Sebelumnya, tempat ini adalah biara kuno abad XIV, namun sekitar abad XVII, direnovasi menjadi lebih kokoh oleh arsitek Francesco Maria Ricchini.

Tahun 1773, oleh arsitek Giuseppe Piermarini, bangunan ini kembali dirancang menjadi pusat pendidikan beberapa institut budaya kota. Diantaranya: Akademi Seni Rupa, Institut Sains dan Sastra Lombardy, dilengkapi dengan Perpustakaan Nasional Braidense, Observatorium Astronomi dan taman botani.

Patung Napoleon Bonaparte.

Pinacoteca Brera secara resmi didirikan pada tahun 1809, namun pembangunannya terus berlanjut sampai tahun 1859. Dimulai dari pintu masuk di via Brera, ruang perpustakaan, beberapa aula dan teras yang mengelilingi bangunan utama. Dan yang terakhir adalah halaman luas tempat berdirinya patung perunggu Napoleon Bonaparte karya Antonio Canova.

Sejak abad ke-19 di sepanjang teras dan koridor dipamerkan monumen para seniman, dermawan dan para ilmuwan yang terkait dengan institusi Braidense. Beberapa terlihat di depan tangga yang menuju ke galeri. Ada patung Cesare Beccaria karya pemahat Pompeo Marchesi dan Giuseppe Parini karya pemahat Gaetano Monti.

Galeri ini didirikan ketika Napoleon Bonaparte dan pasukannya berhasil menguasai kerajaan di wilayah Italia utara. Di masa itu tepatnya awal abad ke-19, gereja – gereja dan organisasi keagamaan di Italia mengalami penindasan, kemudian barang – barang berharga milik mereka pun disita.


Pintu masuk Brera Milan.

Untuk memamerkan karya – karya seni dari semua wilayah yang ditaklukkannya, Napoleon Bonaparte mendirikan galeri ini. Sebagian karya seni itu dikirim ke Paris, sisanya dikumpulkan di galeri seni Brera dan dibeberapa galeri di kota-kota utama kerajaan.

Karena alasan diatas tadi, koleksi lukisan di galeri Brera Milan sangat berbeda dengan koleksi di galeri seni lainnya. Karena koleksi lukisan di Brera Milan bukan berasal dari koleksi pribadi kerajaan dan bangsawan, tetapi berasal dari para politisi dan negarawan.

Sampai kini karya - karya seniman besar Italia dipamerkan di Pinacoteca Brera, seperti: Andrea Mantegna (Cristo morto/Kristus mati), Raphael (The Marriage of the Virgin), Caravaggio (Makan Malam di Emaus) dan lain – lain.

Beberapa tahun kemudian karya para seniman asing juga turut mewarnai koleksi galeri ini, seperti: Antoon van Dyc, Jan de Bee, Joshua Reynolds dan Anton Raphael Mengs. Tahun 1976 dan tahun 1984, koleksi Brera Milan kembali bertambah dengan hadirnya karya - karya seni abad ke-20, diantaranya karya Picasso.

Karya pelukis Raphael (The Marriage of the Virgin).

Karena berada di pusat kota, galeri seni ini mudah dicapai oleh semua transportasi umum di kota Milan. Jika kita naik tram pilih line: 1, 4, 8, 12, 14 dan 27, jika naik bis umum, kita pilih bis dengan no: 61,97 dan jika naik Underground (dalam bahasa Italia: Metropolitana disingkat MM) pilih line: 2 (Lanza) atau line: 3 (Montenapoleone).

Galeri ini dibuka untuk umum dari hari: selasa – minggu, pukul: 8.30-19.15. Tutup setiap hari senin, 1 Januari, 1 mei dan 25 desember. Harga tiket sekitar 5 euro/orang, dan ada biaya tambahan sebesar 5 euro jika kita menggunakan Audioguide dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol dan Jerman.

Pinacoteca di Brera menjadi rumah bagi lebih dari 400 karya seni. Karya – karya itu di pamerkan dalam 38 ruangan. Dimulai dari ruang I tempat delapan lukisan karya Donato Bramante dan Bernardino Luini dipajang. Di ruangan paling kiri ( ruang IA), ada lukisan dinding “Cappella di Mocchirolo” karya Maestro Mocchirolo.

Ruangan II, III dan IV, didedikasikan untuk lukisan – lukisan dari Italia utara. Beberapa karya seni yang dibuat dari akhir abad ke-13 sampai pengakuan gaya Gothic Internasional. Lukisan berupa gambar - gambar suci yang banyak menghiasi altar gereja – gereja masa itu. Lukisan yang mengilustrasikan penyembahan atau sejarah, kaya akan warna dan dilukis di atas kayu berlapis emas sebagai simbol kesucian.


Salah satu karya di Ruang II.

Ruangan VI – XV adalah ruangan yang memamerkan berbagai lukisan abad XV – XVI. Karya – karya para pelukis terkenal dari wilayah Veneto dan Lombardy. Diantaranya pelukis : Mantegna, Carpaccio, Bellini, Savoldo, Lotto, Bramantino dan lain – lain.

Salah satu lukisan yang menarik adalah “Cena in casa di Simone” ( makan malam di rumah Simon). Lukisan cat minyak karya Paolo Caliari atau Paolo Veronese, yang dilukis diatas kanvas berukuran 275 x 710 cm. Lukisan ini dibuat tahun 1570 dengan latar belakang perjamuan makan malam yang umum dilakukan masyarakat Veneto saat itu.

Paolo Caliari termasuk pelukis Italia yang beraliran renaissance, religius dan mitologis. Pelukis kelahiran Verona tahun 1528, yang semasa hidupnya aktif melukis di Venice dan di tempat-tempat lain di wilayah Veneto.


Lukisan karya Paolo Caliari “makan malam di rumah Simon”.

Ruangan selanjutnya adalah ruangan yang memamerkan lukisan – lukisan dari wilayah Italia tengah abad XV – XVI. Diantaranya karya: Correggio, Crivelli, Raffaello, Bramante dan Caravaggio. Dari sekian banyak pelukis, Vincenzo Campi adalah salah satu pelukis yang paling saya sukai. Pelukis Italia kelahiran Cremona tahun 1536.

Saya menyukainya, karena karya – karyanya banyak bercerita tentang pangan, dunia wanita dan keluarga. Sebut saja lukisan yang berjudul “Pescivendoli” (penjual ikan) yang dibuat Vincenzo Campi tahun 1579. Lukisan “Il mangiatore di fagioli con la famiglia ( makan bubur kacang dengan keluarga). Lukisan “La fruttivendola” (penjual buah) yang dibuat tahun 1580 atau lukisan “Cucina” yang bercerita tentang kesibukan sebuah keluarga di dapur mereka.

La cucina” karya Vincenzo Campi.

Di ruangan XXX sampai XXXVIII dipamerkan lukisan – lukisan abad XVIII - abad XIX. Beberapa ruangan memamerkan karya para pelukis asing, salah satunya: lukisan “Perjamuan akhir” karya Paul Rubens Pieter. Yang menarik lainnya adalah lukisan karya Canaletto, lukisan – lukisan yang bercerita tentang kanal di kota Venice.

Di ruangan lainnya dipamerkan karya - karya seniman Veneto dan Lombady, seperti karya dari: Ceruti, Bellotto, Pelizza da Volpedo, Tiepolo dan lain – lain. Dan lukisan “Il bacio” karya Francesco Hayez adalah salah satu lukisan abad XIX yang paling banyak mencuri perhatian pengunjung, sekaligus sebagai lukisan penutup di galeri ini.

Galeri seni “Brera” Milan bagaikan surga bagi para pencinta seni, sejarah dan kultur. Tempat yang tidak pernah sepi dan tidak membosankan meskipun datang berkali – kali. Karya – karya mereka benar - benar tertanam di hati dan selalu menggoda saya untuk kembali. Arrivederci…

Trailer galeri seni Brera Milan:



Sumber :

https://www.milan-museum.com/it/pinacoteca-di-brera.php


Sunday, December 2, 2018

Cerita dari perantauan.


Beliau penyanyi favorit saya, Gianna Nannini namanya. Usianya 61 tahun, tapi suaranya masih enak didengar dengan ciri khasnya. Saya juga menyukai syair - syair lagunya yang sangat menyentuh. Salah satunya lagu dalam video di atas yang berjudul “Lontana dagli occhi“ ( jauh di mata jauh di hati) yang dirilis tahun 2014. 

Sebuah lagu yang menceritakan perasaan seseorang, jika jauh dari orang yang dikasihinya. Udara terasa begitu dingin meskipun bukan musim dingin. Ditengah keceriaan teman – temannya, tetap tidak bisa membuatnya bahagia. Karena kamu begitu jauh… jauh di mata , jauh di hati. 

Ini syair lagunya

Che cos'è? C'è nell'aria qualcosa di freddo Che inverno non è.
Che cos'è? Questa sera i bambini per strada non giocano più. 
Non so perchè l'allegria degli amici di sempre non mi diverte più.
Uno mi ha detto che..


Reff :
Lontano dagli occhi, lontano dal cuore, e tu sei lontano, lontano da me.
Per uno che torna e ti porta una rosa, mille si sono scordati di te.
Lontano dagli occhi, lontano dal cuore e tu sei lontano lontano da me.

Ora so, che cos'è questo amaro sapore che resta di te.
quando tu, sei lontano e non so dove sei, cosa fai, dove vai.
E so perché, non so più immaginare il sorriso.
che c'è negli occhi tuoi, quando non sei con me.


Saya juga  suka lagu “Jauh di mata namun dekat di hati“ yang dinyanyikan oleh RAN tahun 2013. Syair lagu ini  sangat menyentuh, salah satunya: “Meski kau kini jauh di sana, kita memandang langit yang sama, jauh di mata namun dekat di hati”. Kalimat yang bisa mewakili perasaan mereka yang hidup di perantauan. Tanah air yang jauh di mata namun selalu dekat di hati.

Rasa rindu akan tanah air itu, kami ungkapkan dalam bentuk kebersamaan. Di momen-momen hari raya keagamaan dan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia misalnya, kami selalu berkumpul, mendekatkan hati kami untuk saling berbagi dan mempraktekan toleransi.

Bulan Juni yang lalu, saya mendapat kiriman dari teman – teman saya di Qatar. Foto – foto dan video mereka saat berkumpul di kota Al khor, sebuah kotamadya di pantai timur Qatar. Berjarak sekitar 60 kilometer dari ibukota negara Doha dan termasuk salah satu kota penting di Qatar.

Salah satu sudut kota Al Khor, Qatar.

Meskipun tinggal berjauhan, tidak menyurutkan mereka untuk berkumpul, berbagi cerita dan pengalaman. Apalagi bertepatan dengan perhelatan besar pertandingan sepak bola dunia, acara nonton bareng menambah suasana semakin akrab dan seru. Berbagai penganan Indonesia turut tersaji untuk dinikmati bersama sebagai sarana ikatan kekeluargaan dan persatuan. 

Biasanya, setelah puas berbagi cerita, kami berbagi penganan yang kami bawa untuk di nikmati bersama – sama. Mungkin menu kami tidak selezat masakan chef-chef terkenal. Tempat kami berkumpul pun tidak semegah hotel berbintang. Namun semangat kebersamaan, dibumbui dengan canda dan tawa, menjadikan semuanya terasa nikmat dan menyenangkan.

Berbagai penganan Indonesia.

Saya dan teman di Belanda juga melakukan hal yang sama. Kami saling berkunjung dan menikmati liburan bersama. Selain merencanakan banyak hal untuk mengisi liburan, obrolan kami di telepon sering ditutup dengan deretan pesanan makanan Indonesia.

Di negara kincir angin, makanan Indonesia memang lebih mudah didapat daripada di negeri pizza. Tapi seringnya saya kaget ketika mereka tiba di Italia. Makanan yang mereka bawa terkadang lebih banyak dari yang saya pesan. Ternyata kami mempunyai pemikiran yang sama. Kuliner bisa menjadi salah satu sarana memperkenalkan Indonesia.

Saat saya berkumpul dengan teman-teman di sini, saya akan mengolahnya dan membawanya untuk dinikmati bersama. Supaya lebih mudah di terima dan dipahami, saya mencoba untuk menggabungkan kuliner Indonesia dengan cara penyajian budaya Italia. 

Kadang ini juga menjadi tantangan buat saya. Bagaimana memilih dan membedakan, menu makanan Indonesia yang mana yang bisa disajikan sebagai menu pembuka (starter), menu utama( main course), menu tambahan ( side order ) dan menu-menu lainnya. Begitupun dengan penataan di meja makan: piring berbagai ukuran, gelas berbagai berbentuk, sendok, garpu dan peralatan lainnya, mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan menu yang dipilih.

Menata peralatan di meja makan.

Saat berkunjung ke rumah teman atau menengok teman yang sakit, saya juga lebih tertarik membawa kue-kue khas Indonesia di banding membawa rangkaian bunga. Selain tujuan di atas tadi, saya juga mempunyai keyakinan kalau kue-kue Indonesia itu mempunyai rasa yang khas dan eksotik. 

Supaya terlihat cantik dan enak dipandang, kue-kue itu saya bungkus dengan rapih seperti dari toko-toko kue di sini. Bagi saya, paket kue yang terbungkus rapi itu, bagaikan sebuah buku yang berjudul “Indonesia” yang setiap lembarannya akan menceritakan tentang Indonesia dari a, b, c bahkan sampai z.

Contoh paket kue-kue kering.

Semua yang kami lakukan memang hal-hal yang kecil tetapi bagi kami itu begitu berarti. Bukan untuk kesombongan atau pujian tetapi memang ini yang bisa kami beri, bagaimana mencintai negeri untuk anak-anak dan orang-orang disekitar kami. Paling tidak , jika ada pertanyaan kepada kami, seperti yang mendiang presiden Amerika John F Kennedy pernah ucapkan dalam pidatonya tanggal 20 januari 1961: “ Jangan tanyakan apa yang Negara dapat perbuat untukmu, tetapi tanyakanlah apa yang dapat kamu perbuat untuk Negara”. Kami semua sudah mempunyai jawabannya. Arrivederci ….


Thursday, November 29, 2018

Duomo Milan.


Di Italia, simbol abadi kota Milan ini, dikenal dengan nama Duomo Milan. Katedral yang didedikasikan untuk “Santa Maria Nascente”, yang terletak di Piazza Duomo, di jantung kota Milan. Merupakan karya seni terbesar Lombard yang anggun dan agung, yang membutuhkan waktu, lebih dari lima abad untuk membangunnya. 

Di tempat ini, sebelumnya berdiri Katedral kuno Santa Maria Maggiore dan Basilika Santa Tecla. Namun kebakaran tahun 1075, menghancurkan kedua bangunan itu. Pada tahun 1386, Uskup Agung Antonio da Saluzzo mempromosikan pembangunan kembali katedral baru yang lebih besar. Ditahun yang sama, dibawah komando penguasa Milan, Gian Galeazzo Visconti, Duomo pun dibangun.


Melalui proyek "Fabbrica del Duomo", pembangunan duomo melibatkan banyak arsitek, ilmuwan dan seniman terkenal di berbagai era. Seiring berjalannya waktu, Duomo juga mengalami banyak perubahan dan modernisasi. Duomo Milan selesai dibangun tahun 1965. Sejak Februari 2009, gereja ini pun dibuka untuk umum. 



Katedral Milan merupakan hasil perpaduan gaya Gothic Internasional dengan arsitektur Lombard. Ruang utamanya (panti umat) bisa menampung lebih dari 40.000 jemaat, memiliki 5 nave, 3 transept dan ditopang oleh 52 pilar. Altar utama (panti imam), sebagai pusat seluruh gedung gereja dan liturgi, lantainya lebih tinggi dari panti umat.

Lantainya didesign oleh Pellegrino Tibaldi, berbahan dasar keramik, bermotif bunga, dengan perpaduan warna putih, biru dan perak. Langit – langit memiliki ketinggian 45 meter. Kubahnya karya Giovanni Antonio Amadeo, berbentuk segi delapan, dengan tinggi 68 meter. Sekeliling kubah dihiasai oleh lukisan dinding karya seniman Lombard tahun 1560-1580.


Dekat pintu masuk Duomo adalah jam matahari dengan simbol capricorn. Sisi-sisi bangunan didominasi oleh jendela- jendela kaca patri yang tinggi. Beberapa lukisannya dirancang oleh Vincenzo Foppa dan Cristoforo de 'Mottis. Lukisan – lukisan yang menceritakan kehidupan para Santo dan tokoh – tokoh dalam kitab suci, diantaranya kisah tentang “Giudizio Universale” (penghakiman terakhir). 

Bagian dalam Duomo Milan.

Salah satu ciri khas Katedral Milan adalah berlimpahnya patung – patung yang luar biasa. Hasil karya para seniman yang konsisten dengan iklim budaya, di setiap momen sejarah. Ada sekitar 3400 patung dari berbagai aliran (Renaissance, Baroque sampai Neoklasik), yang mewakili lebih dari 700 tokoh. Yang paling banyak adalah patung yang mewakili orang – orang suci, para martir dan tokoh – tokoh dalam alkitab.

Jika menyusuri lorong di sebelah kanan, kita bisa melihat beberapa makam Uskup Agung Milan. Salah satunya makam Uskup Agung Ariberto da Intimiano, yang meninggal tahun 1045. Makam Marco Carelli, salah satu donatur pembangunan Duomo. Kemudian beberapa altar, dua diantaranya l'altare del Sacro Cuore (altar Hati Kudus) dan l'altare della Madonna (altar Bunda Maria), yang dirancang oleh Pellegrino Tibaldi.

Beberapa pelukis terkenal ikut berpartisipasi menyumbangkan lukisannya, seperti: pelukis Cerano, Duchino, Fiammenghino dan Carlo Buzzi. Kemudian ada il Trivulzio Candelabrum, tempat lilin bercabang tujuh, setinggi 12 meter dan diukir oleh pandai emas Prancis, Nicola da Verdun. Tahun 1562, tempat lilin itu disumbangkan kepada uskup agung Giovan Battista Trivulzio. 

Jendela kaca Duomo.

Salah satu peninggalan yang paling berharga dari Duomo Milan adalah il Sacro Chiodo (Paku Suci). Terletaknya di atas altar, berwarna merah dan terlihat sangat jelas dari berbagai sudut di ruangan utama. Kemudian ada tiga alat musik organ. Yang pertama dibuat tahun 1938, salah satu organ pipa terbesar di Italia dan Eropa. Organ kedua dibuat tahun 1913 dan yang ketiga dibuat tahun 1984.

Di bawah altar utama, ada sebuah gereja kecil “Treasure of the Cathedral” dan pintu masuk ke perbendaharaan katedral di mana jubah kuno, cawan emas, dan barang – barang berharga lainnya tersimpan. Di ruangan bawah tanah Duomo juga terdapat sisa – sisa bangunan “Battistero di San Giovanni alle Fonti”. Tempat pembaptisan pertama di kota Milan, yang dibangun tahun 378 – 397 M.

l'altare di Santa Caterina.

Di lorong sebelah kiri, ada altar Santa Caterina (l'altare di Santa Caterina), satu-satunya altar Gotik di katedral ini. Kemudian makam Uskup Agung Filippo Archinto, seorang pengacara Italia, birokrat kepausan dan diplomat Italia, yang meninggal tahun 1558. Ada patung Sant Bartholomew, karya pematung Marco Ferrari d'Agrate tahun 1562 dan patung Gian Giacomo Medici, seorang panglima militer Italia, hasil karya pematung terkenal Michelangelo.


Jika punya banyak waktu dan tidak takut ketinggian, cobalah naik ke puncak duomo. Melewati anak – anak tangga di sisi timur atau menggunakan lift yang tersedia. Karena puncak Duomo adalah tempat yang kaya akan ornamen dan patung dari semua ukuran. Di tempat ini juga, kita bisa menikmati indahnya kota Milan, dari balik 145 sulaman tembok menara, yang dibangun abad ke-18. 

Menara paling tinggi adalah La Madonnina (Patung Bunda Maria), dirancang oleh pemahat Giuseppe Perego dan ahli emas Giuseppe Bini. Patung simbol pelindung kota Milan ini, memiliki tinggi 4,16 meter sekaligus menjadi titik tertinggi Duomo Milan. Menara tertua adalah menara Carelli, dibangun tahun 1397-1404. Didedikasikan untuk Marco Carelli, dermawan kelahiran Milan, yang semasa hidupnya aktif sebagai pengusaha dan bankir Italia.

Tangga ke atap Duomo.

Dari 1800 patung yang ada di puncak Duomo, tidak semua mewakili orang-orang suci, martir, dan tokoh Alkitab. Beberapa patung mewakili tokoh – tokoh tertentu, yang mungkin tidak ada hubungannya dengan Duomo sebagai tempat ibadah. Beberapa patung bahkan menyimpan misteri atau pesan tersembunyi dari pemiliknya. 

Diantaranya Patung Liberty (Statua della Libertà), dikenal juga dengan nama “Statua della Legge Nuova” (patung hukum baru). Patung karya Camillo Pacetti, yang dibuat pada tahun 1810, saat Napoleon Bonaparte menguasai Milan. Konon patung ini yang mengilhami Frederic Auguste Bartholdi, untuk membangun Patung Liberty di New York pada tahun 1885.

Patung Liberty di Duomo Milan.

Ada juga patung penyair besar Italia Dante Alighieri, konduktor Arturo Toscanini dan raja Vittorio Emanuele. Ada patung petinju Primo Carnera, orang Italia pertama yang mendapat gelar kelas berat dunia. Patung dinosaurus kecil dan burung merpati, yang lebih aneh, mungkin patung helm Romawi, raket tenis, sarung tinju, bola rugby, peralatan tukang kayu dan patung misterius lainnya.


Tapi itulah Duomo Milan, karya kolosal yang melibatkan banyak orang, dengan berbagai profesi dan latar belakang yang berbeda. Kini, bangunan kebanggaan masyarakat Milan ini, menjadi katedral terbesar di Italia dan terbesar ketiga di dunia, setelah Basilika Santo Petrus di Vatikan dan Katedral Seville di Spanyol. Arrivederci….

Trailer Duomo Milan:

Sumber:
https://it.cathopedia.org/wiki/Cattedrale_di_Santa_Maria_Nascente_(Milano)

Monday, November 26, 2018

“Festival bunga - bunga mekar” di kota Castelluccio, Umbria.


Tanggal 30 Oktober 2016 gempa bumi meluluh - lantahkan kota ini. Separuh kota Castelluccio hancur, gereja Santa Maria Assunta dan menara loncengnya roboh. Beberapa karya seni bisa diselamatkan sebelum gereja ambruk, namun sayang sebagian karya seni yang bernilai tinggi hilang.

Namun gempa tidak membuat penduduk Castelluccio terpuruk lebih lama. Berjuang dengan gigih dan terus memperbarui diri setelah terluka akibat gempa. Kini kota Castelluccio mulai menunjukkan kembali keindahan aslinya. Pemandangan alam yang mampu menarik wisatawan dari seluruh dunia datang ke kota ini. 

Castelluccio memang salah satu kota di wilayah Umbria yang paling menarik untuk dikunjungi. Berjarak 30 km dari Norcia, salah satu kota terdekatnya. Kota kecil yang mendominasi lembah di sekitar lereng gunung Carrier, lembah Grande dan lembah Perduto. Kota yang bertengger di salah satu bukit, yang menjadikannya kota tertinggi di rangkaian pegunungan Apennines. 

La fiorita.

Kota ini dikenal karena la fiorita (hamparan bunga – bunga mekar), begitu masyarakat Italia menyebutnya. Setiap tahunnya antara akhir juni - awal Juli, kawasan ini berubah menjadi palet warna alam. Saat bunga – bunga di sekeliling pegunungan Sibillini mekar bersama secara spontan. 

Peristiwa yang luar biasa indahnya, mungkin juga yang terunik di dunia. Beraneka jenis tanaman yang berbunga yang memancarkan tiga warna dominan di wilayah itu. Warna kuning dari bunga lens culinaris ( dalam bahasa Italia: lenticchie), warna merah dari bunga papaver rhoeas (poppy) dan warna biru dari bunga cornflowers.

Bagaikan surga bagi para pencinta bunga, mereka yang selalu setia datang ke kota ini untuk menghadiri la festa della Fioritura atau festival bunga - bunga mekar. Sebuah acara rutin tahunan yang digelar oleh masyarakat setempat. Menyaksikan karpet alami dari berbagai warna - warni bunga yang mekar bersamaan, seperti: bunga lens culinaris, papaver rhoeas (poppy), gentiana acaulis, narcissus (bakung), viola, trifolium dan lain - lain.

La fiorita.

Pada tahun 1993, tepat di jantung Italia, diresmikan il Parco Nazionale Monti Sibillini (Taman Nasional pegunungan Sibillini). Hutan seluas seluas 70.000 hektar dalam rangkaian pegunungan yang bisa dijangkau sampai puncak monte Vetture ( gunung Vetture) di ketinggian 2.476 m. Di sinilah tempat serigala, burung elang emas, burung falcon peregrine dan berbagai spesies lainnya bisa hidup dengan tenang.

Menurut penelusuran sejarah, kota ini sudah ada sejak zaman kuno. Bukti tertua ditemukan dalam koin perunggu bergambar Kaisar Claudius II the Gothic (268-270 AD). Dikenal juga sebagai kawasan para pengembala domba musiman. Kemudian mereka berubah menjadi peternak dan petani tetap. Mereka merubah hutan menjadi padang rumput dan pemukiman. Menggunakan kayu hutan untuk membangun rumah dan bahan bakar untuk memanaskan rumah mereka. 

Mereka juga memiliki hasil pertanian yang sangat diandalkan. Penduduk asli Castelluccio menyebutnya "Lénta". Dalam bahasa umumnya di sebut La lenticchia, tumbuhan yang berasal dari famiglia Leguminosae. Tanaman tahunan yang mekar antara bulan Mei sampai Agustus. Masuk dalam jenis kacang-kacangan, yang keberadaannya sudah ada sejak zaman neolitikum. Kini Castelluccio diakui dunia sebagai daerah asal tanaman la lenticchia.

Le lenticchie Castelluccio.

La lenticchia memiliki rasa yang gurih, tahan terhadap hama dan bervariasi dalam bentuk dan warna tergantung pada varietas tertentu dari tanaman. Dari segi kesehatan, la lenticchia mengandung nilai gizi yang tinggi. Bisa menjadi makanan pengganti protein bagi mereka yang tidak mengkonsumsi protein hewani. Bisa dikonsumsi oleh mereka yang bermasalah dengan kolesterol dan manfaat - manfaat lainnya.

Selain menjadi salah satu produk andalan pertanian Italia, la lenticchia juga salah makanan yang banyak digemari masyarakat di sini. Teristimewa saat musim dingin, saat perayaan Natal dan Tahun baru. Le lenticchie con cotechino pasti masuk dalam daftar menu spesial hari raya bagi banyak keluarga Italia. 

Le lenticchie con cotechino.

Kota Castelluccio bisa dicapai dari beberapa kota besar, seperti dari Roma atau Florence. Meskipun jadwalnya terbatas, bis umum juga ada yang menuju kota ini. Jika membawa kendaraan sendiri dari kota ibukota Roma, kita bisa mengambil via Flaminia (SS no.3). Jalan yang dibangun sejak zaman Romawi kuno. Jalan dari Roma melintasi pegunungan Appenines menuju ke Laut Adriatik sampai Rimini. Melewati kota Narni Scalo, Terni, Spoleto, Norcia hingga Castelluccio, dengan pemandangan indah lembah Nerina.

Bisa juga melewati via Salaria (SS no.4), jalan kuno yang sudah ada sejak abad ke-8 SM sebagai jalur perdagangan garam. Jalan dari Roma yang menuju ke Laut Adriatik sampai San Benedetto del Tronto. Melewati kota kota Forche Canapine menyusuri lereng gunung Vettore yang curam dan lembah Grande dengan panorama alamnya yang indah, sampai di kota Castelluccio.

Sebelum gempa tahun 2016, kota Castelluccio adalah kota tua yang unik. Jalan – jalan sempit berkelok – berkelok dan naik turun. Rumah – rumah dengan jendela kecilnya, berderet berdekatan dan bersandar satu dengan yang lainnya. Selain itu banyak juga bangunan yang berfungsi sebagai lumbung dan kandang kuda. Di pusat kota Castelluccio terdapat alun – alun yang luas (piazzale), tempat masyarakat setempat berkumpul dan berinteraksi, juga tempat untuk menyambut pengunjung yang datang. 

Kota Castelluccio.

Jika naik lebih tinggi lagi ke atas bukit, terdapat benteng tua yang dibangun abad ke-16. Kemudian ada gereja Santa Maria Assunta, gereja yang dibangun pada tahun 1500. Di dalam gereja ini terdapat monumen bersejarah dan karya seni bernilai. Patung kayu “Madonna” ( Bunda Maria) yang dibuat tahun 1499. Karya pematung terkenal dari Norcia, Giovanni Antonio di Giordano. 

Sampai saat ini, kawasan ini masuk dalam “zona merah” gempa. Namun beberapa lembaga seni dan budaya, juga pemerintah setempat tetap menunjukkan kepeduliannya. Mereka mencoba memperbaiki dan menyelamatkan beberapa bangunan yang tersisa, salah satunya adalah gereja Santa Maria Assunta Castelluccio. Semoga usaha dan rencana mereka bisa terwujud. Arrivederci…

Trailer la fiorita di Castelluccio :



Sumber : 
http://www.bellaumbria.net/it/la-fiorita-castelluccio-di-norcia/

Wednesday, October 31, 2018

Duomo Milan.


Inilah Duomo Milan, bangunan yang tidak asing di dunia pariwisata dan para pencinta travelling. Salah satu simbol kota Milan yang letaknya tepat di jantung kota Milan. Bangunan tinggi menjulang, berdinding marmer, bergaya gotik, penuh dengan ukiran dan patung-patung yang kaya akan makna.

Karya seni terbesar Lombardy, yang membutuhkan waktu hampir 5 abad untuk membangunnya. Dimulai pada tahun 1386 dan selesai pada tahun 1800. Gereja kebanggaan masyarakat Milan, lambang keabadian, kemegahan, keagungan dan keanggunan.

Pada mulanya, ini tempat kuil suci Romawi "Minerva”. Atas keinginan Sant’ Ambrogio, kuil itu kemudian diubah menjadi sebuah gereja yang didedikasikan untuk Santa Maria Nascente. Dibangun atas perintah penguasa Milan, Gian Galeazzo Visconti dan dukung sepenuhnya oleh masyarakat Milan. Inilah salah satu alasan, mengapa disebut Duomo bukan Katedral. Karena dari dahulu sampai sekarang, masyarakat Milanlah yang bahu membahu membangun dan menjaganya.

Bagian dalam Duomo Milan.

Selama pembangunannya, Duomo mengalami banyak perubahan karena penggantian penguasa Milan. Namun ide brilian dari Visconti tetap dipertahankan, tidak menggunakan batu bata sesuai tradisi waktu itu, tetapi menggunakan marmer Candoglia dari danau Maggiore. 

Ditangan para arsitek dan seniman ternama, seperti: Pelegrino Tibaldi, Martino Bassi, Leonardo da Vinci, Giulio Romano, Bramantino dan lain – lain, Duomo menjadi sebuah bangunan yang sangat menakjubkan. Kini, selain sebagai pusat pelayanan paroki Santa Tecla, gereja ini  tercatat sebagai gereja terbesar di Italia dan terbesar ke-empat di dunia.

Duomo Milan dibuka untuk umum setiap harinya, dari pukul 8.00 sampai pukul 19.00 malam. Untuk masuk ke ruangan utama Duomo, kita tidak dipungut biaya. Cukup antri dengan sabar, mengenakan pakaian yang sopan dan mengikuti setiap peraturan yang disampaikan petugas. 

Namun di beberapa ruangan, kita memang diwajibkan membayar karcis masuk dengan harga yang bervariatif, seperti: di museum Duomo, Scurolo di S. Carlo (ruangan Santo Carlo Barromeo), naik ke atap Duomo baik melewati tangga ataupun dengan lift, dan beberapa tempat lainnya. 

Jendela kaca Duomo.

Ruang utama Duomo memiliki ketinggian 50 meter, terdiri dari lima bagian yang dipisahkan oleh lorong. Setiap lorong disangga oleh barisan pilar yang kokoh. Di sebelah kanan - kiri lorong, berderet dengan rapih kursi kursi kayu. Lantai bangunan terbuat dari marmer bermotif bunga dengan perpaduan warna putih, biru dan perak.

Langit – langit dan kubah bangunan berbentuk lengkung, dipenuhi dengan ukiran dan lukisan para seniman. Sisi-sisi bangunan didominasi oleh jendela- jendela kaca yang tinggi dan megah. Beberapa lukisan di jendela kaca menceritakan tentang kisah kehidupan para Santo dan tokoh – tokoh dalam kitab suci, diantaranya kisah tentang “Giudizio Universale” (penghakiman terakhir).

Kita bisa berjalan di sepanjang sisi kiri ruangan utama. Menikmati berbagai karya seni sambil membaca tulisan – tulisan yang terpampang di depannya, seperti: kehidupan Bunda Maria, dekrit Konstantinus, kehidupan St. Ambrosius, sejarah kota Milan dan lain – lain.

Di sisi kanan ruangan utama, ada patung Sant Bartholomew, hasil karya pematung Marco Ferrari d'Agrate pada tahun 1562. Ada patung Ariberto d'Intimiano, salah seorang Uskup Agung Milan. Ada patung Gian Giacomo Medici, hasil karya pematung terkenal Michelangelo. 

Salah satu relief di ruang utama.

Di sudut kiri ruangan, berdiri il Candelabro Trivulzio, tempat lilin perunggu bercabang tujuh, setinggi 5 meter. Dipahat oleh pandai emas Prancis bernama Nicola da Verdun pada abad ke-11. Kemudian disumbangkan kepada Giovanni Battista Trivulzio pada tahun 1562.

Di altar utama, terdapat il Sacro Chiodo (Paku Salib Sejati), salah satu peninggalan yang paling berharga dari Duomo Milan. Letaknya di atas altar, berwarna merah dan terlihat sangat jelas dari berbagai sudut di ruangan utama. Di tempat ini juga terdapat tiga alat musik organ, yang pertama dibuat tahun 1938. Termasuk salah satu organ pipa terbesar di Italia dan yang terbesar di Eropa. Organ kedua dibuat tahun 1913, pernah diperbaiki tahun 1941 dan organ ketiga dibuat tahun 1984. 

Di bawah altar utama, terdapat pintu masuk ke Treasure of the Cathedral, tempat di mana jubah kuno, cawan emas, dan barang – barang berharga lainnya tersimpan. Di ruangan bawah tanah Duomo juga terdapat sisa – sisa bangunan battistero di San Giovanni alle Fonti. Tempat pembaptisan pertama di kota Milan yang dibangun tahun 378 – 397.

Jika kita tidak takut ketinggian, cobalah untuk naik ke atap Duomo. Melewati anak – anak tangga yang ada di samping Duomo atau menggunakan lift yang tersedia. Karena dari tempat inilah kita bisa melihat menara satu – persatu dari 145 menara yang dibangun di abad ke-18.

Atap Duomo Milan.

Saat tiba di atap, rasa lelah kita pun akan hilang seketika. Merasakan suasana di antara puncak menara – menara yang berdiri megah, sambil menikmati pemandangan kota Milan yang indah.

Dari sekian banyak menara, Madonnina adalah menara tertinggi di Duomo. Patung setinggi 4 meter yang terbuat dari lempengan tembaga dan dilapisi emas. Hasil karya pematung Giuseppe Perego dan ahli emas Giuseppe Bini. Menara yang menjadi simbol pelindung kota Milan ini diresmikan tahun 1774. 

Menara tertua adalah menara Carelli. yang dibangun tahun 1397-1404. Menara yang didedikasikan untuk Marco Carelli, sebagai penyokong dana terbesar dalam pembangunan Duomo Milan. Seorang dermawan kelahiran Milan antara tahun 1320 – 1327 yang semasa hidupnya aktif sebagai pengusaha dan bankir Italia. 

Diperkirakan Duomo Milan juga memiliki lebih dari 2500 patung. Yang paling banyak adalah patung yang mewakili orang – orang kudus, para martir dan tokoh – tokoh alkitab. Namun ada beberapa patung yang mewakili tokoh – tokoh tertentu, yang mungkin tidak ada hubungannya dengan Duomo sebagai tempat ibadah. Ada juga patung yang menyimpan misteri atau pesan tersembunyi dari pemiliknya. 

Patung Liberty di Duomo Milan.

Diantaranya ada Statua della Libertà (Patung Liberty), di Italia dikenal dengan nama Statua della Legge Nuova (patung hukum baru). Karya Camillo Pacetti tahun 1810 yang dibuat pada masa Napoleon Bonaparte berkuasa. Konon patung ini yang mengilhami Frederic Auguste Bartholdi, untuk membangun Patung Liberty di New York pada tahun 1885.

Ada patung penyair besar Dante Alighieri, konduktor Arturo Toscanini dan raja Vittorio Emanuele. Ada patung pemain tinju Primo Carnera, orang Italia pertama yang mendapat gelar kelas berat dunia. Ada patung dinosaurus kecil dan burung merpati. Dan yang lebih aneh, mungkin patung helm Romawi, raket tenis, sarung tinju, bola rugby, peralatan tukang kayu dan mungkin masih banyak lagi patung misterius lainnya.

Namun, dari yang saya pahami, ini tidak menjadi masalah bagi masyarakat Milan. Seperti dalam pembangunannya yang melibatkan banyak orang dalam berbagai profesi dan latar belakang. Maka hal yang wajar jika patung- patung yang dihasilkan juga ada sedikit perbedaan, karena Duomo Milan memang milik semua, milik alam semesta. Arrivederci….

Trailer Duomo Milan:



Sumber:
http://www.lombardiabeniculturali.it/architetture/schede/LMD80-00004/
http://curiosami.altervista.org/strano-universo-guglie-duomo/




More articles

Holocaust Memorial Milan.

Other posts